Harga Kopi Dunia Hari Ini Turun Menjadi 271,56 USd per Lbs

Smallest Font
Largest Font

Harga kopi kontrak berjangka di pasar internasional ditutup melemah menjadi 271,56 USd/Lbs pada perdagangan Jumat malam atau Sabtu (23/5/2026) waktu Indonesia. Penurunan sebesar 0,67 persen dari hari sebelumnya ini dipicu oleh proyeksi peningkatan pasokan global dari Brasil.

Komoditas andalan global tersebut saat ini diperdagangkan di kisaran 2,6 dolar AS per pon di bursa berjangka. Sentimen pasar cenderung negatif menyusul rilis data estimasi panen terbaru dari Amerika Selatan yang melimpah.

Tren penurunan ini memperpanjang catatan koreksi harga kopi dunia selama beberapa waktu terakhir. Dalam sebulan ke belakang, harga komoditas ini sudah menyusut sebesar 9,59 persen akibat membaiknya kondisi logistik laut.

Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu, harga kopi bahkan telah anjlok hingga 24,52 persen. Padahal, komoditas ini sempat mencetak rekor harga tertinggi sepanjang masa sebesar 440,85 USd/Lbs pada Februari 2025.

Faktor utama kenapa harga kopi turun adalah estimasi lonjakan hasil panen dari Brasil untuk periode 2026/2027. Lembaga komoditas internasional mencatat aktivitas pemulihan perkebunan pasca-kekeringan berjalan jauh lebih cepat dari perkiraan semula.

Akademi Perdagangan Kopi mengeluarkan estimasi resmi pada akhir April mengenai peningkatan output kopi Brasil untuk periode 2026/2027 sebesar 12 persen secara year-on-year. Total produksi dari negara tersebut diproyeksikan mampu mencapai 71,4 juta kantong.

Peningkatan dari Brasil ini sangat memengaruhi psikologis pasar karena statusnya sebagai produsen terbesar. Saat ini, Brasil memproduksi sekitar 40 persen dari total pasokan kopi dunia, disusul Vietnam yang menyumbang 15 persen pasokan global.

Berikut adalah rincian data pergerakan pasar komoditas kopi dan indikator ekonomi makro yang berkaitan erat dengan penutupan perdagangan pekan ini:

Tabel Pergerakan Harga Kopi dan Indikator Makro 22-23 Mei 2026
Instrumen KomoditasNilai PenutupanPerubahan Harga
Kopi Kontrak Berjangka271,56 USd/Lbs-0,67%
Kontrak Arabika Juli260,00 USd/Lbs-0,38%
Kopi Robusta ICE Juli4.200 USD/Ton+1,68%
Indeks Dolar AS99,215-$0,003
Harga Minyak Mentah$98,89+$0,54

Meskipun secara umum melemah, terdapat perbedaan pergerakan antara dua jenis kopi utama. Kontrak berjangka kopi Arabika untuk bulan Juli ditutup melemah sebesar -1,05 atau turun -0,38 persen di bursa New York.

Sebaliknya, kopi Robusta ICE untuk kontrak bulan Juli justru ditutup menguat sebesar +57 atau naik +1,68 persen di bursa London. Perbedaan arah ini terjadi akibat ketatnya stok robus di gudang-gudang Eropa.

Harga Kopi Robusta Mei 2026 Naik Tapi Kenapa Tiap Pengepul Beda Harga | Cah Ngerong

Dampak El Nino dan Peta Produksi Global

Analis komoditas mengingatkan bahwa pelaku pasar masih harus mewaspadai dampak El Niño terhadap tanaman kopi dalam beberapa bulan ke depan. Fenomena cuaca ekstrem ini berpotensi mengganggu stabilitas area perkebunan di Asia Tenggara.

Badan Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional AS (NOAA) memperkirakan adanya probabilitas sebesar 82 persen bahwa kondisi cuaca El Niño akan muncul antara bulan Mei dan Juli. Kondisi ini diprediksi bertahan hingga akhir tahun.

Bahkan, NOAA menyebut ada peluang sebesar 67 persen fenomena ini berkembang menjadi kategori "Super". Jika hal itu terjadi, wilayah Asia Tenggara berpotensi mengalami kekeringan panjang yang mengancam produktivitas tanaman robusta.

Kondisi cuaca tersebut menjadi perhatian khusus bagi para pelaku industri di tanah air. Mengingat peta produksi dunia sangat bergantung pada beberapa wilayah geografis yang spesifik:

  • Kopi Arabika menyumbang 75 persen dari total produksi dunia, didominasi oleh perkebunan di kawasan Amerika Latin.
  • Kopi Robusta menyumbang 25 persen sisanya, dengan sentra produksi utama di Asia Tenggara dan sebagian Afrika.
  • Vietnam dan Indonesia merupakan daerah penghasil kopi robusta terbesar yang sangat rentan terhadap gangguan cuaca ekstrem.

Pergerakan harga komoditas akhir pekan ini juga berjalan beriringan dengan dinamika sektor keuangan makro. Nilai indeks dolar AS tercatat sedikit lebih rendah $0,003 pada level $99,215, sementara harga minyak mentah naik $0,54 menjadi $98,89 per barel.

Prediksi Harga Kopi Arabika dan Robusta ke Depan

Berdasarkan model makro global Trading Economics dan ekspektasi analis, prediksi harga kopi arabika diproyeksikan masih akan melanjutkan tren pelemahan. Estimasi ini mengacu pada melimpahnya pasokan fisik yang akan masuk ke pasar.

Kopi diperkirakan akan diperdagangkan pada angka 262,90 USd/Lbs pada akhir kuartal ini. Lebih lanjut, harga komoditas ini diproyeksikan terus turun ke level 236,29 dalam waktu 12 bulan ke depan.

Harga komoditas dapat berfluktuasi sewaktu-waktu. Berbelanja dengan bijak dan pantau informasi harga resmi dari pemerintah.

Para pengepul dan pelaku industri hilir di Indonesia kini mulai menyesuaikan strategi pembelian kontrak untuk mengantisipasi volatilitas ini. Pergerakan harga di tingkat petani lokal biasanya akan mengikuti dinamika bursa internasional dalam satu pekan ke depan.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed