Harga Kopi Dunia Melemah ke Level 271 USd per Lbs pada Perdagangan Akhir Pekan

Smallest Font
Largest Font

Harga kopi dunia hari ini terpantau mengalami penurunan tipis pada penutupan perdagangan akhir pekan, Minggu (24/5/2026). Komoditas perkebunan global ini turun menjadi 271,56 USd/Lbs atau melemah sebesar 0,67 persen dari hari sebelumnya.

Berdasarkan data historis dari Trading Economics, pergerakan komoditas ini mencatatkan tren koreksi yang cukup signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Selama sebulan terakhir, harga kopi tercatat sudah merosot sebesar 9,58 persen.

Penurunan ini terasa semakin tajam jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu. Data pasar menunjukkan bahwa harga komoditas ini telah anjlok hingga 24,52 persen dibanding tahun lalu.

Fluktuasi yang terjadi pada komoditas internasional ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor fundamental pasar global. Koreksi harga belakangan ini terjadi setelah komoditas tersebut sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa pada level 440,85 USd/Lbs pada Februari 2025 lalu.

Salah satu pemicu utama koreksi ini adalah proyeksi peningkatan suplai dari negara produsen utama. Akademi Perdagangan Kopi memperkirakan output pasokan dari Brasil untuk musim 2026/2027 akan meningkat 12 persen secara tahunan atau year-on-year menjadi 71,4 juta kantong.

Peningkatan estimasi hasil panen di negara Amerika Latin tersebut langsung memberikan sentimen negatif terhadap pergerakan kontrak berjangka. Saat ini, kontrak berjangka untuk jenis Arabika diperdagangkan di kisaran 2,6 dolar AS per pon dan tertahan di bawah level 3 dolar AS per pon.

Harga Kopi Robusta Mei 2026 Naik Tapi Kenapa Tiap Pengepul Beda Harga | Kampung Story

Kondisi pasar global yang dinamis ini turut memengaruhi struktur pasokan dari berbagai negara eksportir utama di dunia. Distribusi produksi global saat ini masih didominasi oleh dua varietas utama yang memiliki wilayah persebaran pasokan berbeda.

Peta Pasokan Harga Kopi Robusta dan Arabika

Secara global, peta industri perkebunan ini terbagi menjadi dua kelompok besar tanaman komoditas dengan pangsa pasar yang kontras. Jenis Arabika mendominasi pasar global, sementara jenis Robusta menopang sisa kebutuhan pasar industri.

Berikut adalah rincian pangsa pasar produksi global berdasarkan varietas tanaman dan negara produsen utamanya:

  • Kopi Arabika: Menyumbang sebesar 75 persen dari total produksi dunia, dengan Brasil memegang 40 persen pasokan total global yang kemudian diikuti oleh Kolombia.
  • Kopi Robusta: Menyumbang sebesar 25 persen dari total pasokan dunia, dengan Vietnam menguasai 15 persen pasokan global yang kemudian diikuti oleh Indonesia.
  • Eksportir Utama Lainnya: Pasokan dunia juga didukung oleh negara produsen lain seperti Peru, India, Uganda, Ethiopia, Meksiko, dan Pantai Gading.

Perbedaan porsi produksi ini menyebabkan volatilitas harga di pasar internasional sangat sensitif terhadap perubahan iklim dan kebijakan ekspor dari negara-negara tersebut.

Update Harga Kopi Lokal Terbaru dan Dampak Domestik

Melemahnya bursa internasional secara langsung memberikan tekanan pada tingkat perdagangan di tingkat domestik sejumlah negara produsen. Di kawasan Asia Tenggara, pergerakan ini direspons dengan penurunan harga beli di tingkat pengumpul lapangan.

Dilansir dari laporan Vietnam VN, harga domestik di wilayah Dataran Tinggi Tengah terpantau mengalami penurunan seragam sebesar 600 hingga 900 VND/kg. Penurunan ini membuat tingkat perdagangan keseluruhan di wilayah tersebut berada di kisaran 86.200 sampai 87.200 VND/kg.

Situasi penurunan di tingkat hulu global ini sering kali memicu pertanyaan dari sisi konsumen mengenai "mengapa harga kopi di toko masih mahal" meski harga bahan bakunya sedang turun. Hal tersebut terjadi karena biaya operasional retail, pengemasan, dan distribusi domestik tidak langsung turun mengikuti pergerakan bursa berjangka.

Untuk memberikan gambaran mengenai pergerakan nilai komoditas ini secara jangka panjang, berikut adalah rangkuman data transaksi historis dari tahun 1972 hingga periode berjalan tahun 2026:

Tabel Pergerakan Nilai Komoditas Kopi Internasional (1972 - 2026)
Indikator PasarNilai Capaian (USD / LBS)Frekuensi Data
Realisasi Terkini271.56Harian
Posisi Sebelumnya273.40Harian
Rekor Tertinggi Historis440.85Periodik
Rekor Terendah Historis41.50Periodik
Harga komoditas dapat berfluktuasi sewaktu-waktu. Berbelanja dengan bijak dan pantau informasi harga resmi dari pemerintah.

Para pelaku usaha lokal kini terus memantau perkiraan panen kopi tahun ini untuk mengantisipasi pergeseran harga lebih lanjut. Dinamika cuaca di wilayah Sumatra dan Jawa dalam beberapa bulan ke depan akan menjadi faktor penentu bagi harga beli di tingkat petani Indonesia.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed