Harga Minyak Dunia Turun Jelang Penyesuaian BBM Nonsubsidi Pertamina
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memantau penurunan harga minyak mentah dunia ke level 84 dolar AS per barel yang berpotensi memengaruhi penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi di Indonesia pada Agustus 2026.
Data perdagangan menunjukkan harga minyak mentah Brent pengiriman Oktober melemah 2,34 persen ke posisi 83,86 dolar AS per barel. Kondisi ini berbalik dari lonjakan pada 23 Juli 2026 yang sempat menembus 100,07 dolar AS per barel.
Pemerintah menyatakan skema penyesuaian harga Pertamax dan BBM nonsubsidi lainnya akan mengikuti tren acuan global tersebut secara berkala. Kendati begitu, Pertamina Patra Niaga belum mengumumkan daftar tarif resmi BBM nonsubsidi untuk periode Agustus 2026.
Sebelumnya, Pertamina Patra Niaga telah menurunkan harga sejumlah produk BBM nonsubsidi per 1 Juli 2026. Dalam penyesuaian tersebut, Pertamax Turbo disesuaikan menjadi Rp19.300 per liter dari sebelumnya Rp20.750 per liter, Pertamina Dex menjadi Rp21.150 per liter dari Rp24.800 per liter, dan Dexlite menjadi Rp19.700 per liter dari Rp23.000 per liter.
Di sisi lain, pemerintah menegaskan tarif BBM dan elpiji bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan meski terjadi fluktuasi pasar global.
"Kami dapat memastikan bahwa untuk harga BBM subsidi tidak ada kenaikan sesuai dengan apa yang sudah diputuskan seperti sekarang." ujar Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM pada Selasa, 28 Juli 2026.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menambahkan bahwa pasokan BBM dan elpiji bersubsidi secara nasional berada dalam kisaran aman. Saat ini, harga Pertalite tetap ditahan pada angka Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow