Harga Minyak Mentah Dunia Ditutup Turun Mendekati Angka 71 Dolar AS per Barel

Smallest Font
Largest Font

Harga minyak mentah dunia mencatatkan pergerakan bervariasi dengan kecenderungan melemah pada penutupan perdagangan pekan ini, Sabtu, 11 Juli 2026. Berdasarkan data pasar komoditas terbaru, harga minyak mentah jenis Brent dan standar umum mengalami koreksi harian yang cukup signifikan dibandingkan hari sebelumnya.

Penurunan ini dipicu oleh rilis data persediaan energi serta dinamika pasar finansial global. Meski demikian, jika dihitung dalam akumulasi sepekan terakhir, kedua jenis minyak mentah tersebut masih mencatatkan kenaikan mingguan karena sempat terdorong oleh eskalasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Menurut laporan data pasar komoditas dari Trading Economics, pergerakan dua acuan minyak mentah utama dunia menunjukkan angka yang berbeda namun berada dalam tren koreksi bulanan yang serupa.

Perkembangan Harga Minyak Mentah Brent

Minyak mentah Brent ditutup mendekati angka 76 USD per barel, tepatnya bertengger pada posisi 76,03 USD per barel. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 2,55 persen dibandingkan dengan hari perdagangan sebelumnya.

Dalam tren jangka pendek yang lebih luas, komoditas Brent telah mengalami penurunan sebesar 18,34 persen dalam sebulan terakhir. Namun, jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu, posisi harga saat ini masih tercatat 10,76 persen lebih tinggi.

Perkembangan Harga Minyak Mentah Umum dan WTI

Sementara itu, harga minyak mentah umum ditutup pada kisaran 71 USD per barel, atau tepatnya berada di posisi 71,87 USD per barel pada perdagangan akhir pekan ini. Komoditas ini mencatatkan penurunan harian sebesar 2,24 persen.

Koreksi ini membuat harga minyak mentah umum terpangkas hingga 20,17 persen dalam waktu satu bulan terakhir. Sama seperti Brent, harga minyak mentah umum saat ini masih lebih tinggi sekitar 7,97 persen dibandingkan catatan tahun lalu.

Berikut adalah tabel perbandingan performa harga minyak mentah dunia berdasarkan data perdagangan terbaru:

Tabel Pergerakan Harga Minyak Mentah Dunia per Juli 2026
Jenis KomoditasHarga Terakhir (USD/Bbl)Perubahan Harian (%)Perubahan Bulanan (%)Perubahan Tahunan (%)
Minyak Mentah Brent76,03-2,55%-18,34%+10,76%
Minyak Mentah Umum71,87-2,24%-20,17%+7,97%

Faktor Pengaruh Geopolitik dan Stok Energi

Fluktuasi yang terjadi di pasar energi dunia tidak lepas dari sentimen geopolitik, terutama berita terbaru konflik AS dan Iran 2026. Ketegangan di wilayah Timur Tengah ini sempat memicu kekhawatiran pasar terhadap kelancaran pasokan energi global.

Fokus utama para pelaku pasar tertuju pada jalur logistik laut yang sangat krusial di kawasan tersebut. Pertanyaan mengenai "apa itu selat hormuz jalur minyak" kerap mengemuka karena wilayah ini menjadi urat nadi distribusi pasokan energi maritim dunia.

Beberapa poin penting terkait faktor fundamental yang memengaruhi pergerakan harga minyak dunia saat ini meliputi:

  • Jalur Distribusi Kritis: Selat Hormuz merupakan rute kritis bagi sekitar 20 persen perdagangan minyak dan gas alam cair (LNG) dunia, sehingga konflik di sekitarnya langsung memicu sensitivitas harga.
  • Kenaikan Mingguan: Akibat konflik AS-Iran, minyak mentah Brent sempat mencatatkan kenaikan mingguan sekitar 5 persen, sedangkan minyak mentah umum naik sekitar 4 persen sebelum akhirnya terkoreksi di akhir pekan.
  • Stok Energi Amerika Serikat: Berdasarkan data American Petroleum Institute (API), perubahan stok minyak mentah Amerika Serikat pada Juli 2026 tercatat sebesar -0,40 juta barel, naik dari periode sebelumnya yang sempat menyentuh angka -6,07 juta barel.
Harga Minyak Dunia Melesat Akibat Konflik AS-Iran | METRO TV

Proyeksi Pasar dan Rekor Historis Komoditas

Pergerakan harga saat ini dinilai masih berada dalam batas wajar jika melihat rekor historis jangka panjang kedua komoditas tersebut. Sebagai perbandingan, rekor tertinggi sepanjang masa untuk minyak mentah Brent berada di angka 147,50 USD per barel yang tercipta pada Juli 2008 lalu. Di sisi lain, minyak mentah umum pernah mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa senilai 410,45 USD pada Desember 2025.

Para analis menggunakan model makro global untuk memperkirakan arah pergerakan harga komoditas ini ke depan. Minyak mentah Brent diperkirakan bakal diperdagangkan pada level 79,18 USD per barel pada akhir kuartal ini dan diproyeksikan dapat mencapai 88,77 USD per barel dalam kurun waktu 12 bulan ke depan.

Sementara itu, komoditas minyak mentah umum diperkirakan akan diperdagangkan di angka 75,52 USD per barel pada akhir kuartal, dengan target proyeksi mencapai 85,79 USD per barel dalam waktu 12 bulan mendatang.

Harga komoditas dapat berfluktuasi sewaktu-waktu. Berbelanja dengan bijak dan pantau informasi harga resmi dari pemerintah.

Pelaku pasar domestik di berbagai negara terus memantau pergerakan harga minyak mentah ini guna mengantisipasi dampak perang terhadap harga bensin serta kebijakan subsidi energi nasional. Perbedaan harga antara Brent dan WTI atau standar umum tetap menjadi acuan penting bagi kilang pengolahan dalam menentukan margin keuntungan operasional mereka.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed