Arab Saudi Tutup Pipa Minyak East West Usai Serangan Drone

Smallest Font
Largest Font

Arab Saudi menghentikan sementara pengoperasian jaringan pipa minyak East-West sepanjang 1.200 kilometer setelah dilanda serangan drone pada Jumat (11/9/2026). Seperti dilansir dari Detik Finance, tindakan pencegahan yang diumumkan Kementerian Energi Saudi ini berdampak langsung pada terhentinya aliran ekspor minyak melalui jalur strategis tersebut.

Drone yang menyasar fasilitas milik Saudi Aramco ini dilaporkan terbang dari arah Irak dan mengenai area Riyadh serta Madinah. Insiden tersebut menimbulkan kerusakan pada peralatan operasional dan memicu kepulan asap di lokasi kejadian, serta mengakibatkan korban luka-luka.

Jalur East-West membentang dari lapangan Abqaiq di wilayah timur hingga Pelabuhan Yanbu di Laut Merah. Keberadaannya sangat vital sebagai alternatif pengiriman energi guna menghindari gangguan lalu lintas kapal di Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan militer Amerika Serikat-Israel dengan Iran.

Pemerintah Irak melalui Kantor Perdana Menteri Ali al-Zaidi mengonfirmasi bahwa serangan pesawat nirawak tersebut diluncurkan dari Provinsi Maysan di bagian tenggara Irak. Meski demikian, hingga saat ini belum ada kelompok bersenjata yang mengklaim bertanggung jawab atas aksi itu, dan pemerintah kedua negara masih melakukan penyelidikan intensif.

Analis kebijakan keamanan dan pertahanan Wolfgang Pusztai menilai serangan terhadap infrastruktur vital Saudi ini kemungkinan besar dirancang oleh faksi bersenjata bentukan Teheran di Irak.

"Saya yakin serangan ini kemungkinan besar merupakan perintah dari Teheran. Dari sudut pandang Teheran, ini merupakan bentuk dukungan terhadap tujuan perang Houthi di Yaman, yaitu agar Arab Saudi menarik diri dari Yaman," kata Pusztai.

Ia menambahkan bahwa kelompok penyokong Iran berupaya meningkatkan tekanan ke wilayah Saudi agar menekan opsi militer mereka di Yaman. Pada saat bersamaan, lumpuhnya pipa East-West menyulitkan Arab Saudi untuk mengalihkan rute pengiriman minyak di luar Selat Hormuz.

"Di sisi lain, hal ini tentu semakin memperkuat blokade Iran terhadap Selat Hormuz karena Teheran tidak lagi membiarkan Arab Saudi melewati Selat Hormuz melalui jalur alternatif. Ini memberikan sinyal kepada Arab Saudi, dan mungkin negara-negara Teluk lainnya, bahwa Iran tidak dapat dipercaya," ujar Pusztai.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed