Harga Minyak Mentah Dunia Melonjak Tembus 101 Dolar AS Per Barel

Smallest Font
Largest Font

Eskalasi pertempuran antara militer Amerika Serikat dan Iran di Teluk Persia memicu lonjakan harga minyak mentah dunia hingga kembali menembus level 101 dolar AS per barel pada perdagangan Rabu, 10 September 2026. Kenaikan harga yang mencatatkan level penutupan tertinggi sejak Mei lalu ini dipicu oleh kekhawatiran pelaku pasar atas potensi penurunan ekspor energi melalui Selat Hormuz, sebagaimana dilansir dari Detik Finance. Pada akhir perdagangan tersebut, kontrak berjangka minyak Brent mengalami kenaikan sebesar 3,4 persen menjadi 101,21 dolar AS per barel, sementara minyak West Texas Intermediate AS menguat 3,3 persen ke posisi 96,05 dolar AS per barel.

Lonjakan pasar minyak terjadi setelah pasukan militer Amerika Serikat menghancurkan lima kapal tanker minyak mentah Iran pada Selasa, 8 September 2026, sebagai tindakan balasan atas upaya serangan Iran terhadap kapal perang AS.

Kepala Riset Komoditas Global di Goldman Sachs, Daan Struyven menyatakan bahwa konflik AS dan Iran yang telah memasuki bulan ketujuh ini memperbesar risiko lonjakan harga pasar. "Namun, peningkatan ketegangan baru-baru ini meningkatkan kemungkinan skenario yang lebih mungkin terjadi kalau ekspor akan gagal pulih dalam beberapa bulan mendatang karena serangan terhadap kapal tanker," kata Daan Struyven, Kepala Riset Komoditas Global di Goldman Sachs.

Meskipun demikian, Struyven menambahkan bahwa skenario dasar Goldman tetap memperkirakan pemulihan bertahap pada ekspor Teluk Persia seiring upaya produsen mencari rute pengiriman alternatif serta memanfaatkan kapasitas pipa tambahan.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed