Harga Minyak WTI Tembus USD90,55 per Barel Hari Ini 8 September 2026
Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) bertengger di level USD90,55 per barel pada Selasa (8/9/2026). Lonjakan harga energi ini melanjutkan tren penguatan pasar komoditas global sejak awal pekan yang terdorong oleh ketatnya pasokan minyak mentah dunia serta penurunan signifikan pada cadangan strategis Amerika Serikat.
Penguatan harga pada hari ini memicu tren kenaikan lanjutan setelah minyak mentah dunia sebelumnya melonjak hingga menyentuh USD92 per barel pada Senin (7/9/2026), yang menjadi level tertinggi dalam tiga bulan terakhir. Pada perdagangan 6 September 2026, harga minyak mentah sempat tercatat berada di level USD92,19 per barel atau mengalami kenaikan 0,78 persen dari hari sebelumnya.
Pergerakan Minyak Brent dan Produk Turunan
Sementara itu, harga minyak mentah jenis Brent tercatat berada di posisi USD96,94 per barel pada 7 September 2026, naik 0,69 persen dalam sehari. Kenaikan di sektor komoditas energi ini juga menjangkiti sejumlah produk turunan minyak bumi di pasar internasional.
Harga bensin tercatat naik 0,54 persen menjadi USD3,23, sedangkan harga minyak pemanas mengalami lonjakan tajam sebesar 2,96 persen hingga menyentuh USD4,67 pada 7 September 2026. Di sisi lain, komoditas gas alam justru bergerak berlawanan arah dengan mengalami penurunan 0,46 persen ke posisi USD2,96.
Rincian Harga Komoditas Energi Dunia
Berikut adalah perbandingan data harga komoditas energi di pasar internasional berdasarkan catatan perdagangan terbaru:
| Jenis Komoditas | Tanggal Referensi | Harga Pasar | Perubahan Harian |
|---|---|---|---|
| Minyak WTI | 8 September 2026 | USD90,55 / barel | – |
| Minyak Brent | 7 September 2026 | USD96,94 / barel | +0,69% |
| Bensin | 7 September 2026 | USD3,23 | +0,54% |
| Minyak Pemanas | 7 September 2026 | USD4,67 | +2,96% |
| Gas Alam | 7 September 2026 | USD2,96 | -0,46% |
Faktor Pendorong Kenaikan Harga dan Pasokan Global
Laju reli harga komoditas energi dalam beberapa bulan terakhir mencatatkan tren pertumbuhan yang sangat pesat. Dalam kurun waktu satu bulan hingga 6 September 2026, harga minyak mentah tercatat telah melambung sebesar 17,92 persen, sementara jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, harganya telah meroket hingga 48,07 persen.
Kondisi ini dipengaruhi oleh konstelasi produksi minyak di tingkat produsen utama dunia yang belum mampu mengimbangi laju permintaan pasar secara optimal. Berdasarkan data Trading Economics, kondisi cadangan strategis serta tingkat produksi negara produsen utama menjadi faktor kunci dalam dinamika pasar saat ini.
Peta Produksi Produsen Utama dan Cadangan Strategis AS
- Produksi Amerika Serikat: Produksi minyak mentah AS pada Juni 2026 berada di angka 13.792 ribu barel per hari, kemudian naik tipis pada output mingguan Agustus 2026 yang mencapai 13.862 ribu barel per hari.
- Produksi Arab Saudi: Output produksi minyak mentah Arab Saudi pada Juli 2026 tercatat sebesar 7.420 ribu barel per hari.
- Produksi Rusia: Tingkat produksi minyak mentah Rusia pada Mei 2026 berada di angka 9.716,87 ribu barel per hari.
- Cadangan Strategis AS: Cadangan minyak strategis AS terperosok hingga di bawah 290 juta barel, menandai titik terendah sejak tahun 1982.
Proyeksi Pasar Minyak Mentah ke Depan
Ketatnya pasokan minyak bumi di tingkat global diperkirakan masih akan menopang pergerakan harga dalam kurun waktu beberapa kuartal mendatang. Berdasarkan estimasi analisis pasar, harga minyak mentah diperkirakan bakal berada di kisaran USD92,63 per barel pada akhir kuartal ketiga tahun 2026.
Tren penguatan ini diproyeksikan masih terus berlanjut hingga tahun depan, di mana harga minyak mentah berpotensi menyentuh angka USD109,17 per barel dalam rentang waktu 12 bulan mendatang seiring dengan masih terbatasnya cadangan minyak dunia.
Harga komoditas dapat berfluktuasi sewaktu-waktu. Berbelanja dengan bijak dan pantau informasi harga resmi dari pemerintah.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow