Harga Motor Listrik Berubah Mulai Rp 12 Juta di Agustus 2026
Harga sepeda motor listrik di Indonesia mengalami perubahan pada Agustus 2026 dengan beberapa model mengalami kenaikan dan penurunan harga, termasuk merek populer seperti Maka dan Polytron.
Maka Cavalry meningkat Rp 3,15 juta menjadi Rp 39,5 juta, sementara semua model Polytron Fox turun hingga Rp 1,5 juta. Harga ini berlaku on the road (OTR) Jakarta dan dapat berbeda di tiap daerah.
Selain Maka dan Polytron, merek lain seperti Indomobil eMotor dan Gesits mempertahankan harga sebelumnya, dengan model harga mulai dari Rp 15 juta hingga Rp 48 juta.
Polytron Fox 500 menawarkan motor 5.000 watt dengan kecepatan maksimum 130 km/jam dan baterai berkapasitas 3,89 kWh. Motor ini memiliki jarak tempuh hingga 130 km dan tiga mode berkendara, serta fitur cruise control.
"Polytron Fox 500 memiliki fitur modern dan performa tinggi, cocok untuk mobilitas perkotaan," ujar perwakilan Polytron. Pengisian baterai membutuhkan waktu 4-5 jam menggunakan charger 900 watt yang memungkinkan pengisian di rumah.
Polytron menyediakan harga Fox 500 dengan skema subsidi sekitar Rp 38 juta hingga Rp 39 juta tergantung wilayah, dan harga Buy to Own (BTO) sekitar Rp 55,5 juta hingga Rp 56,5 juta.
Pasar motor listrik bekas juga mulai berkembang dengan harga mulai Rp 4 juta hingga Rp 20 juta, bergantung pada model, kondisi, dan tahun produksi. Konsumen disarankan memeriksa kondisi baterai dan sistem kelistrikan sebelum membeli.
Data Kementerian Perindustrian menunjukkan hingga Maret 2026 terdapat 236.451 unit sepeda motor listrik di Indonesia dengan kapasitas produksi mencapai 2,511 juta unit per tahun dari 69 perusahaan kendaraan listrik roda dua dan tiga.
Penggunaan motor listrik kini meluas ke berbagai profesi, termasuk karyawan, pelajar, ibu rumah tangga, guru, sales, dan teknisi lapangan, dengan kebutuhan pengisian baterai disesuaikan pola perjalanan dan mobilitas masing-masing.
"Karyawan dan pelajar dengan rute tetap lebih mudah beralih ke motor listrik karena pengisian baterai dapat diatur di rumah atau tempat kerja," kata Biro Pers Sekretariat Presiden. Sementara pekerja lapangan membutuhkan fasilitas pengisian atau battery swap untuk mendukung mobilitas tinggi.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow