Harga Nikel Berjangka Naik ke Atas 18.800 Dolar AS per Ton Setelah Sempat Menyentuh Level Terendah

Smallest Font
Largest Font

Harga kontrak berjangka nikel dunia berhasil mencatatkan pemulihan ke level di atas 18.800 dolar AS per ton pada perdagangan hari Jumat (22/5/2026). Komoditas logam industri ini bangkit setelah sempat tertekan hebat hingga menyentuh titik terendah dalam hampir empat minggu terakhir.

Berdasarkan data perdagangan komoditas internasional, pergerakan harga nikel sempat merosot tajam ke angka 18.555 dolar AS per ton pada tanggal 18 Mei 2026 yang lalu. Penurunan tersebut dipicu oleh aksi ambil untung oleh para pelaku pasar serta munculnya sinyal pelunakan pada biaya produksi global.

Hingga saat ini, volatilitas pasar masih membayangi pergerakan logam yang menjadi bahan baku utama pembuatan baterai kendaraan listrik dan baja tahan karat ini. Fleksibilitas pasokan dan dinamika industri manufaktur di negara-negara konsumen utama turut memengaruhi laju pemulihan harga di lantai bursa.

Siklus Kenaikan Jangka Panjang Nikel Mendapatkan Momentum di Tengah Kendala Pasokan | CNBC Indonesia

Konteks Pergerakan Pasar dan Penurunan Harga Bulanan

Meskipun berhasil rebound di atas level 18.800 dolar AS per ton, posisi nikel secara umum masih diperdagangkan di kisaran 18.500 dolar AS per ton. Nilai tersebut dinilai masih sangat dekat dengan level terendahnya dalam sebulan terakhir akibat tekanan akumulatif dari sentimen pasar makro.

Para analis komoditas global menyebutkan bahwa pelemahan yang terjadi sebelumnya merupakan fase konsolidasi yang wajar setelah nikel sempat mengalami reli panjang. Penurunan biaya input produksi di beberapa negara produsen utama juga memberikan ruang bagi harga untuk bergerak lebih landai.

Berikut adalah rincian performa pergerakan harga kontrak berjangka nikel dalam beberapa hari terakhir berdasarkan rangkuman data pasar perdagangan komoditas teranyar:

Tabel Pergerakan Harga Nikel Berjangka Mei 2026
Tanggal ReferensiPosisi Harga Berjangka (USD/Ton)Status Pergerakan Pasar
18 Mei 202618.555Level Terendah Empat Minggu
22 Mei 202618.810Pemulihan Pasar (Rebound)

Faktor Pengaruh Transaksi Komoditas Global

Menurut laporan berkala dari Trading Economics, pergerakan harga komoditas tambang sangat sensitif terhadap perubahan regulasi di negara produsen terbesar seperti Indonesia dan Filipina. Fluktuasi kuota produksi serta kebijakan ekspor baru selalu menjadi perhatian utama para investor global di London Metal Exchange (LME).

Selain faktor regulasi pasokan, tingkat permintaan dari industri otomotif global untuk ekosistem kendaraan listrik juga memegang peranan krusial. Penyerapan komoditas yang stabil dari sektor tersebut diharapkan mampu menjaga harga nikel tidak merosot lebih dalam di masa mendatang.

Harga komoditas dapat berfluktuasi sewaktu-waktu. Berbelanja dengan bijak dan pantau informasi harga resmi dari pemerintah.

Beberapa poin utama yang memengaruhi dinamika perdagangan nikel saat ini meliputi:

  • Aksi ambil untung (profit taking) oleh para spekulancatatan pasar setelah tren kenaikan sebelumnya.
  • Indikasi pelunakan biaya operasional dan logistik pertambangan secara global.
  • Permintaan dari sektor industri baja tahan karat (stainless steel) yang menunjukkan tren kestabilan tinggi.

Kondisi pasar saat ini merefleksikan keseimbangan baru antara ketersediaan stok di gudang berikat LME dengan realisasi proyeksi kebutuhan manufaktur kuartal kedua tahun ini. Pelaku pasar kini cenderung bersikap antisipatif terhadap rilis data manufaktur global yang dijadwalkan keluar akhir bulan.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed