Harga Nikel Naik Jadi USD 16.867 per Ton Hari Ini 10 September 2026
Harga nikel berjangka diperdagangkan menguat ke level USD 16.867,79 per ton pada Kamis (10/9/2026). Pergerakan ini melanjutkan tren positif dari sesi sebelumnya, di mana harga nikel di Bursa Logam London (LME) naik 0,72 persen menjadi USD 16.875 per ton pada Rabu (9/9/2026).
Kenaikan harga nikel hari ini terjadi di tengah dinamika pasokan global yang terus menyesuaikan diri. Meskipun dalam sebulan terakhir harga komoditas ini mencatatkan penurunan tipis 0,41 persen, secara tahunan nilainya masih menguat 11,24 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Pasar komoditas logam saat ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor fundamental dari negara-negara produsen utama. Pertanyaan investor mengenai "bagaimana prospek harga nikel 2026" banyak disorot seiring adanya penyesuaian kebijakan produksi di Indonesia serta lonjakan impor dari negara tetangga.
Kebijakan Kuota Indonesia dan Impor Filipina
Pemerintah Indonesia mengambil langkah strategis dengan memotong kuota produksi bijih nikel untuk tahun 2026 menjadi 260 hingga 270 juta ton. Angka ini turun signifikan dari alokasi tahun 2025 yang mencapai 379 juta ton. Pengurangan kuota ini dilakukan guna menjaga ketahanan cadangan dan menstabilkan pasokan domestik.
Di sisi lain, Filipina mencatatkan peningkatan volume ekspor bijih nikel secara signifikan. Pada periode Januari hingga Juli, impor bijih nikel dari Filipina melonjak hingga 11,4 juta ton, naik pesat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 6,82 juta ton.
Kondisi Stok Gudang Bursa Logam London
Dari sisi inventaris global, stok nikel terdaftar di gudang Bursa Logam London (LME) tercatat berada di kisaran 271.000 ton pada awal September. Angka pasokan yang relatif melimpah ini menjaga pergerakan harga nikel berjangka dalam kisaran harian yang stabil, dengan volatilitas harian sekitar 0,07 persen.
Rincian Pergerakan Harga Nikel Terbaru
Sepanjang tahun ini, harga nikel mencatatkan pergerakan naik sebesar 1,12 persen. Angka tersebut mencerminkan konsolidasi pasar di tengah tingginya permintaan industri, termasuk kebutuhan pembuatan baterai mobil listrik.
| Indikator Pasar | Nilai / Ringkasan Data |
|---|---|
| Harga Berjangka (10 Sep 2026) | USD 16.867,79 per ton |
| Harga Penutupan Sesi Sebelumnya (9 Sep 2026) | USD 16.875,00 per ton (+0,72%) |
| Kisaran Harga Sepekan Terakhir | USD 16.597,23 – USD 16.959,76 per ton |
| Rentang Harga 52 Minggu Terakhir | USD 14.224,38 – USD 19.982,18 per ton |
| Harga Tertinggi Tahun Ini | USD 19.982,18 per ton |
| Proyeksi Akhir Kuartal Ini | USD 16.904,99 per ton |
| Proyeksi 12 Bulan Ke Depan | USD 18.204,77 per ton |
| Stok Gudang LME (Awal September) | 271.000 ton |
Jika dibandingkan secara historis, kisaran harga saat ini masih cukup jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa (all-time high) yang pernah disentuh pada Mei 2007 silam, yakni sebesar USD 54.050 per ton.
Proyeksi dan Pandangan Pasar Logam
Analis pasar memperkirakan harga nikel akan cenderung berkonsolidasi secara positif dalam rentang jangka pendek hingga menengah. Perkiraan harga nikel pada akhir kuartal ini diproyeksikan berada di level USD 16.904,99 per ton, sementara dalam tenggat 12 bulan ke depan berpotensi merangkak naik menuju USD 18.204,77 per ton.
- Sektor Baterai Kendaraan Listrik: Permintaan nikel kelas satu untuk baterai mobil listrik tetap menjadi penopang utama konsumsi jangka panjang.
- Keseimbangan Pasokan: Langkah pemangkasan kuota bijih nikel oleh Indonesia diperkirakan mulai menahan tekanan kelebihan pasokan pasar global secara bertahap.
- Pergerakan Komoditas Logam: Stabilitas volatilitas harian memberi ruang bagi pelaku industri manufaktur untuk merencanakan belanja bahan baku dengan lebih terukur.
Informasi ini bersifat pemberitaan ekonomi dan komoditas, bukan merupakan rekomendasi atau saran investasi. Perubahan harga komoditas bergerak dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kondisi pasar global.
Perkembangan harga nikel terbaru dan dinamika regulasi tambang domestik akan terus menjadi fokus perhatian pelaku pasar komoditas logam sepanjang semester kedua tahun ini.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow