Harga Nikel Jatuh ke 18.955 USD per Ton per 31 Mei 2026 Akibat Tren Koreksi
Harga nikel hari ini merosot ke level 18.955 USD per metrik ton (MT) berdasarkan penutupan pasar akhir pekan, Minggu (31/5/2026). Data perdagangan komoditas global mencatat nilai tersebut mengalami penurunan sebesar 0,71 persen dibandingkan dengan harga pada hari sebelumnya.
Pelemahan ini memperpanjang tren negatif komoditas nikel dalam beberapa pekan terakhir di pasar internasional. Kontrak berjangka komoditas logam ini aktif diperdagangkan di Bursa Logam London atau London Metal Exchange (LME).
Penurunan harga nikel global secara akumulatif dalam kurun waktu sebulan terakhir telah mencapai 2,24 persen. Sentimen pasar global dan pasokan komoditas disinyalir menjadi pendorong utama koreksi nilai tukar nikel di pasar berjangka.
Meskipun performa bulanan menunjukkan tren melemah, posisi harga nikel saat ini sebenarnya masih mencatatkan pertumbuhan positif tahunan. Nilai komoditas nikel akhir Mei 2026 terpantau 23,16 persen lebih tinggi dibandingkan dengan posisi pada periode yang sama tahun lalu.
Pergerakan harga sepanjang bulan Mei 2026 tergolong sangat fluktuatif setelah sempat terlempar ke level terendah. Kontrak berjangka nikel sempat menyentuh level terendah hampir empat minggu di angka 18.555 USD per ton pada tanggal 18 Mei lalu.
Harga logam tersebut kemudian sempat pulih kembali ke atas level 18.800 USD per ton dalam beberapa hari perdagangan berikutnya. Namun, tekanan jual yang kuat kembali menyeret harga nikel mendekati kisaran 18.500 USD per ton sebelum akhirnya ditutup di level 18.955 USD per ton pada akhir minggu ini.
Berikut adalah rincian data historis dan performa pergerakan harga nikel yang dihimpun dari laporan pasar Trading Economics:
| Indikator Pergerakan Harga | Nilai Komoditas (USD/MT) | Persentase Perubahan |
|---|---|---|
| Perubahan Hari Terakhir | 18.955 | -0,71% |
| Performa Bulanan (Mei 2026) | – | -2,24% |
| Performa Tahunan (Year-on-Year) | – | +23,16% |
| Level Terendah (18 Mei 2026) | 18.555 | – |
Faktor Penyebab Gejolak Pasar Logam
Banyak pelaku industri yang mempertanyakan "kenapa harga nikel turun" secara konsisten dalam satu bulan terakhir ini. Berdasarkan analisis pelaku pasar di Trading Economics, fluktuasi ini dipengaruhi oleh dinamika pasokan komoditas global dan aktivitas industri manufaktur dunia.
Kondisi pasar saat ini juga terus membandingkan posisi harga sekarang dengan rekor historis komoditas tersebut. Sebagai catatan, rekor harga tertinggi sepanjang masa untuk komoditas nikel berada di level 54.050 USD per ton yang pernah dicapai pada Mei 2007.
Sementara itu, titik nadir terendah dalam sejarah komoditas logam ini berada di angka 3.730,50 USD per ton berdasarkan data historis jangka panjang dari periode tahun 1993 hingga 2026. Fluktuasi ini lazim terjadi pada komoditas mentah global yang sangat sensitif terhadap isu geopolitik dan kebijakan ekspor negara produsen.
Kegunaan Utama Logam Nikel dalam Industri Modern
Nikel memegang peranan yang sangat vital dalam rantai pasok manufaktur global karena karakteristik fisiknya yang tahan korosi. Masyarakat industri memanfaatkan nikel untuk berbagai keperluan krusial di berbagai sektor strategis.
Berikut adalah daftar kegunaan utama logam nikel dalam industri global saat ini:
- Produksi Baja Tahan Karat (Stainless Steel): Mayoritas pasokan nikel dunia diserap sebagai bahan campuran utama pembuatan baja berkualitas tinggi untuk konstruksi dan peralatan rumah tangga.
- Komponen Baterai Kendaraan Listrik (EV Battery): Nikel menjadi bahan baku utama dalam pembuatan katoda baterai litium-ion yang menggerakkan industri otomotif masa depan.
- Pelapisan Logam (Electroplating): Industri otomotif dan elektronik menggunakan nikel sebagai lapisan pelindung anti-karat sekaligus memberikan estetika mengilap pada komponen logam.
- Pembuatan Superalloy: Campuran logam berbasis nikel digunakan dalam industri dirgantara untuk membuat komponen mesin turbin pesawat yang membutuhkan ketahanan suhu ekstrem.
Proyeksi Harga Nikel untuk Kuartal Mendatang
Berdasarkan model makro global dari Trading Economics serta ekspektasi para analis komoditas, harga nikel diperkirakan akan mengalami sedikit rebound. Komoditas ini diproyeksikan akan diperdagangkan pada level 19.082,31 USD per ton pada akhir kuartal dua tahun 2026 ini.
Melihat prospek jangka panjang yang didorong oleh tingginya permintaan industri hijau, harga nikel diperkirakan terus merangkak naik. Dalam estimasi waktu 12 bulan ke depan, harga nikel diprediksi akan diperdagangkan pada level 20.477,09 USD per ton.
Ketidakpastian ekonomi global dan regulasi pertambangan di negara-negara produsen utama dipastikan tetap menjadi faktor penentu utama apakah target harga tersebut dapat tercapai atau justru kembali terkoreksi.
Harga komoditas dapat berfluktuasi sewaktu-waktu. Berbelanja dengan bijak dan pantau informasi harga resmi dari pemerintah.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow