Harga Nikel Hari Ini Naik Tipis Menjadi 18300 Dolar AS per Ton

Smallest Font
Largest Font

Harga nikel hari ini terpantau menguat tipis pada perdagangan Selasa (9/6/2026) setelah sempat mengalami tekanan jual yang cukup signifikan pada sesi sebelumnya. Berdasarkan data pasar komoditas global, nikel kini diperdagangkan di kisaran 18.300 dolar AS per ton.

Kenaikan tipis ini menjadi angin segar bagi pelaku pasar setelah komoditas logam tersebut sempat terlempar dari level tertingginya baru-baru ini. Menurut data Trading Economics, harga nikel mencatatkan kenaikan sebesar 0,15 persen pada perdagangan 9 Juni 2026.

Performa hari ini membalikkan arah pergerakan dari hari sebelumnya, di mana nikel sempat turun 0,94 persen pada 8 Juni 2026. Sebelum mengalami koreksi, volatilitas pasar sempat membawa harga nikel berada di atas level 19.220 dolar AS per ton.

Fluktuasi harga komoditas ini sangat dipengaruhi oleh dinamika pasokan mentah global, khususnya dari negara produsen utama seperti Indonesia. Pengetatan regulasi dan pembatasan kuota penambangan menjadi salah satu pemicu utama yang menggerakkan roda pasar dalam beberapa bulan terakhir.

Penghentian Operasi di Weda Bay Nickel

Salah satu penyebab harga nikel naik dan bertahan di level yang relatif tinggi dibandingkan tahun lalu adalah gangguan pasokan dari Indonesia. Weda Bay Nickel dilaporkan menghentikan produksi bijih setelah menghabiskan kuota penambangan 2026 yang dikurangi.

Langkah pengetatan ini berdampak signifikan terhadap volume pasokan bijih nikel global secara keseluruhan. Pasalnya, Weda Bay Nickel diketahui hanya mendapatkan izin awal sebesar 12 juta ton metrik basah untuk tahun ini.

Harga Nikel Menguat di Tengah Rencana Indonesia Pangkas Pasokan | CNBC Indonesia

Pembatasan kuota penambangan tersebut secara langsung mengurangi ketersediaan bahan baku di pasar internasional. Kondisi defisit pasokan jangka pendek ini memicu kekhawatiran di kalangan pelaku industri global yang bergantung pada pasokan logam mentah.

Perbandingan Data Historis dan Performa Pasar

Meskipun mencatatkan rebound tipis pada hari ini, performa nikel dalam rentang waktu satu bulan terakhir sebenarnya masih menunjukkan tren negatif. Hal ini mencerminkan adanya aksi ambil untung dan penyesuaian permintaan dari sektor manufaktur global.

  • Dalam sebulan terakhir, harga nikel terpantau turun sebesar 4,44 persen berdasarkan laporan berkala.
  • Data pembanding lain dari Trading Economics dalam periode empat minggu menunjukkan nikel kehilangan sekitar 4,85 persen hingga 4,89 persen.
  • Secara tahunan, posisi harga saat ini justru jauh lebih baik karena harga nikel berada 19,19 persen hingga 19,75 persen lebih tinggi dibandingkan setahun lalu.

Jika ditarik lebih jauh secara historis, harga nikel saat ini masih sangat jauh dari level puncaknya. Berdasarkan catatan perdagangan periode 1993-2026, harga nikel mencapai rekor tertinggi sepanjang masa sebesar 54.050,00 dolar AS per ton metrik yang terjadi pada Mei 2007.

Tabel Pergerakan Harga Nikel Historis dan Terkini (USD/MT)
Periode PerdaganganNilai Perubahan / Level HargaStatus Pasar
9 Juni 2026Naik 0,15%Teraktual
8 Juni 2026Turun 0,94%Harian
1 Bulan TerakhirTurun 4,44% s.d 4,89%Bulanan
1 Tahun TerakhirNaik 19,19% s.d 19,75%Tahunan
Rekor Tertinggi (Mei 2007)54.050,00Historis Maksimum
Rekor Terendah (1993-2026)3.730,50Historis Minimum

Proyeksi Harga Nikel Masa Depan

Para pelaku industri terus mencermati pergerakan harga nikel per ton demi menyusun strategi pengadaan bahan baku jangka panjang. Kegunaan nikel untuk kendaraan listrik sebagai bahan baku utama pembuatan baterai diprediksi akan tetap menjadi penopang utama permintaan di masa depan.

Kendati demikian, realisasi ekspor nikel indonesia dan kebijakan kuota produksi dari pemerintah memegang peranan krusial sebagai faktor yang mempengaruhi harga nikel secara global ke depan. Pasar saat ini masih menanti kejelasan mengenai potensi penambahan kuota produksi baru untuk meredakan ketatnya pasokan.

Harga komoditas dapat berfluktuasi sewaktu-waktu. Berbelanja dengan bijak dan pantau informasi harga resmi dari pemerintah.

Hingga penutupan sesi perdagangan, konsolidasi harga masih terus terjadi di bursa komoditas internasional. Pengetatan operasional tambang di dalam negeri diperkirakan tetap menjadi sentimen utama yang menahan kejatuhan harga lebih dalam pada sisa minggu ini.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed