Harga Nikel Kontrak 3 Bulan Naik Menjadi US$17.830 per Ton Akhir Pekan Ini
Harga nikel hari ini kontrak tiga bulan ke depan di Bursa Logam London (LME) ditutup menguat ke level US$17.830 per ton pada transaksi Jumat, 12 Juni 2026. Angka tersebut mencatatkan kenaikan dibandingkan perdagangan hari sebelumnya yang tertahan di posisi US$17.680 per ton.
Meskipun mengalami rebound pada akhir pekan, tren harga nikel terbaru dalam jangka pendek masih menunjukkan tekanan yang cukup besar. Komoditas ini sempat diperdagangkan di kisaran US$17.700 per ton, yang menandakan penurunan tajam dari level di atas US$19.220 ke titik terendah dalam hampir dua bulan terakhir.
Harga komoditas dapat berfluktuasi sewaktu-waktu. Berbelanja dengan bijak dan pantau informasi harga resmi dari pemerintah.
Analisis Pergerakan Harga Nikel Kontrak 3 Bulan
Berdasarkan data harian yang dihimpun, fluktuasi pasar komoditas nikel global bergerak dinamis sepanjang pekan kedua Juni 2026. Di pasar spot, harga nikel jatuh ke level 17.790 USD/ton pada 12 Juni 2026, atau turun tipis 0,03% dari hari sebelumnya.
Dalam kurun waktu empat minggu atau sebulan terakhir, akumulasi harga nikel mencatatkan penurunan sebesar 7,17% atau sekitar 4,89% pada perhitungan indeks lainnya. Penurunan ini dipicu oleh koreksi teknis setelah kontrak berjangka nikel sempat diperdagangkan di atas US$19.200 per ton, mendekati level tertinggi dalam sebulan sebelum akhirnya berbalik turun.
Statistik Mingguan dan Tahunan
Dalam seminggu terakhir, pergerakan harga nikel kontrak 3 bulan ke depan tumbuh -6,21% dengan rata-rata harga transaksi harian sebesar US$18.165 per ton. Walaupun mengalami tekanan mingguan, performa komoditas ini secara tahunan masih berada di zona hijau.
Secara tahunan atau dalam 12 bulan terakhir, harga nikel global terpantau meningkat sebesar 17,74% atau 19,19% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Data ini menunjukkan bahwa permintaan jangka panjang terhadap komoditas nikel masih relatif kuat di pasar internasional.
Kinerja Setahun Berjalan
Dalam setahun berjalan atau secara year-to-date (ytd), perhitungan Katadata Insight Center (KIC) menunjukkan harga nikel kontrak 3 bulan telah naik 5,41%. Namun, posisi saat ini telah turun 9,38% dari harga tertingginya tahun ini yang sempat mencapai US$19.675 per ton.
Adapun rata-rata harga bulanan tertinggi untuk nikel sepanjang tahun berjalan ini tercatat pada Mei 2026, yaitu sebesar US$19,01 ribu per ton. Fluktuasi ini menjadi perhatian penting bagi pelaku industri global.
Spesifikasi Kontrak dan Rekor Historis LME
Untuk memahami perdagangan nikel di bursa internasional, pelaku pasar mengacu pada ketentuan standar yang berlaku di bursa penentu harga dunia seperti London Metal Exchange (LME). Berat standar untuk satu kontrak perdagangan berjangka nikel di Bursa Logam London adalah 6 ton.
Secara historis, pergerakan harga nikel telah melewati berbagai siklus ekonomi makro yang ekstrem sejak beberapa dekade terakhir. Rekor harga tertinggi sepanjang masa atau all-time high nikel berada di angka 54.050,00 USD/MT yang pernah tercapai pada bulan Mei 2007 silam.
Sebaliknya, harga terendah nikel dalam rentang data historis panjang dari tahun 1993 hingga 2026 berada di level 3.730,50 USD/MT. Jauhnya rentang harga historis ini mencerminkan volatilitas tinggi nikel sebagai komoditas industri strategis global.
Berikut adalah ringkasan performa harga komoditas nikel berdasarkan data pasar terbaru per Juni 2026:
| Parameter Pasar | Nilai Perdagangan |
|---|---|
| Harga Kontrak 3 Bulan (12 Juni 2026) | US$17.830 per ton |
| Harga Kontrak 3 Bulan (Hari Sebelumnya) | US$17.680 per ton |
| Rata-rata Harga Mingguan | US$18.165 per ton |
| Pertumbuhan Mingguan | -6,21% |
| Rata-rata Tertinggi (Mei 2026) | US$19,01 ribu per ton |
| Harga Tertinggi Tahun Ini | US$19.675 per ton |
Pergeseran harga nikel di pasar global berdampak langsung pada negara produsen. Indonesia, sebagai salah satu negara penghasil nikel terbesar di dunia, terus mematangkan kebijakan hilirisasi demi menjaga nilai tambah komoditas di dalam negeri.
Dampak hilirisasi nikel di indonesia diharapkan mampu meredam volatilitas harga global dengan memproses bijih nikel menjadi produk turunan bernilai tinggi. Langkah ini sekaligus memperkuat posisi tawar sektor pertambangan nasional di tengah fluktuasi harga bursa komoditas internasional.
Hingga penutupan perdagangan akhir pekan, pelaku pasar terus mencermati pergerakan pasokan dan dinamika industri baterai kendaraan listrik global. Penyesuaian volume produksi dari sejumlah perusahaan tambang besar diperkirakan akan menjadi sentimen utama yang menggerakkan arah harga nikel pada pekan-pekan mendatang.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow