Harga Nikel Turun ke Level Terendah Sejak Juli 2026
Harga nikel pada 13 September 2026 tercatat turun ke level terendah sejak Juli 2026, yaitu sekitar 16.431,75 USD per ton, menurun 0,56% dari hari sebelumnya. Penurunan ini terjadi di tengah pembatasan kuota penambangan nikel Indonesia yang berlaku tahun ini.
Harga nikel yang diperdagangkan di Bursa Logam London (LME) mengalami penurunan signifikan dalam sebulan terakhir sebesar 2,71%, meskipun secara tahunan harga nikel masih naik 6,84%. Hal ini berdampak langsung pada pasar komoditas logam, terutama di negara produsen utama seperti Indonesia, Filipina, dan Rusia.
Indonesia sebagai negara produsen nikel terbesar di dunia menetapkan kuota penambangan nikel untuk tahun 2026 sebesar 250 hingga 260 juta ton basah, turun drastis dari kuota 379 juta ton pada 2025. Penurunan kuota ini berimbas pada pasokan global yang lebih ketat, namun harga tetap mengalami tekanan akibat peningkatan imbal hasil obligasi AS dan penguatan indeks dolar.
Penurunan Kuota dan Produksi
Menurut data terbaru, pembatasan kuota penambangan di Indonesia menjadi faktor utama yang mengubah dinamika pasar nikel global. Weda Bay Nickel Indonesia telah memulai kembali aktivitas penambangan setelah empat bulan perawatan, namun produksi masih terkendali sesuai kebijakan pemerintah.
Kondisi Ekonomi Global
Imbal hasil obligasi 10 tahun AS yang mendekati 5% dan indeks dolar yang mencapai angka di atas 99 turut menekan harga nikel. Investor cenderung mengalihkan dana ke aset dengan imbal hasil stabil, sehingga permintaan nikel menurun.
Perbandingan Harga dan Prediksi
Harga nikel pada 11 September 2026 tercatat 16.431,75 USD/ton, turun dari 16.550 USD/ton sebelumnya. Prediksi pasar menyebut harga nikel akan berada di kisaran 16.498,13 USD/ton pada akhir kuartal ini dan berpotensi naik menjadi 17.800,51 USD/ton dalam 12 bulan ke depan.
| Tanggal | Harga Nikel (USD/ton) | Perubahan Harian (%) | Perubahan Bulanan (%) |
|---|---|---|---|
| 11 September 2026 | 16.431,75 | -0,56 | -2,71 |
| 13 September 2026 | 16.400,00 (Estimasi) | -0,19 (Estimasi) | -2,90 (Estimasi) |
Peran Nikel dalam Industri dan Penambangan di Indonesia
Nikel merupakan logam penting untuk produksi baja tahan karat dan paduan lainnya, serta semakin vital dalam manufaktur baterai kendaraan listrik. Indonesia sebagai produsen utama terus menjaga keseimbangan produksi untuk memenuhi permintaan global sekaligus mengelola sumber daya secara berkelanjutan.
- Indonesia menetapkan kuota penambangan yang lebih ketat pada 2026.
- Weda Bay Nickel mulai operasi kembali setelah perawatan panjang.
- Harga nikel dipengaruhi oleh kondisi ekonomi global termasuk penguatan dolar AS.
- Permintaan baterai kendaraan listrik menjadi pendorong utama jangka panjang.
"Penurunan harga nikel saat ini dipengaruhi oleh kombinasi pembatasan kuota dan kondisi pasar global yang lebih ketat," kata analis pasar logam dari MetalHubPrice.com.
Informasi harga nikel ini bukan merupakan saran investasi. Pantau terus informasi resmi dan konsultasikan dengan penasihat keuangan sebelum mengambil keputusan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow