Harga Nikel Naik Menjadi 17.821 USD per Ton pada Perdagangan Hari Ini
Harga nikel dunia bergerak menguat ke level 17.821,63 USD per metrik ton pada perdagangan Selasa (16/6/2026) hari ini. Komoditas logam industri tersebut berhasil pulih dari level terendah dalam dua bulan terakhir setelah sempat tertekan ke kisaran 17.700 USD per metrik ton beberapa waktu lalu.
Berdasarkan data pasar global yang dihimpun Trading Economics, penguatan hari ini mencatatkan kenaikan tipis sebesar 0,04 persen dibandingkan dengan harga perdagangan hari sebelumnya. Tren positif ini melanjutkan momentum perbaikan harga yang sudah terlihat sejak awal pekan.
Pada perdagangan Senin (15/6/2026) kemarin, harga nikel juga ditutup menguat di posisi 17.815 USD per metrik ton atau naik sebesar 0,14 persen. Meskipun mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan dalam beberapa hari terakhir, kinerja komoditas ini secara bulanan masih mencatatkan rapor merah.
Dalam kurun waktu sebulan terakhir terhitung hingga Juni 2026, harga nikel secara akumulatif telah mengalami penurunan di kisaran 3,95 persen hingga 3,99 persen. Kendati demikian, posisi harga saat ini terhitung masih jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, dengan keunggulan mencapai 18,25 persen hingga 19,33 persen.
Jika menilik catatan historis dalam rentang data harian tahun 1993 hingga 2026, fluktuasi komoditas ini sangat dinamis. Rekor tertinggi sepanjang masa untuk harga nikel pernah menyentuh angka 54.050,00 USD per metrik ton yang terjadi pada Mei 2007, sementara harga terendah berada di level 3.730,50 USD per metrik ton.
Para analis pasar dan model makro global dari Trading Economics memproyeksikan perdagangan nikel akan mencapai 17.855,86 USD per metrik ton pada akhir kuartal ini. Sementara itu, untuk jangka waktu 12 bulan ke depan, nikel diproyeksikan berpotensi menguat hingga ke level 19.225,65 USD per metrik ton.
Dinamika Pasokan dan Pengaruh Industri Indonesia
Pergerakan harga nikel di pasar internasional tidak lepas dari perkembangan industri pertambangan di Indonesia. Saat ini, Indonesia memegang peran yang sangat vital dengan menyumbang lebih dari dua pertiga atau sekitar 66 persen dari total pasokan nikel rafinasi di seluruh dunia.
Dampak Regulasi Kuota dan Investasi
Ketergantungan global yang tinggi terhadap pasokan dari Indonesia membuat kebijakan domestik sensitif bagi pasar. Investor Tiongkok dilaporkan telah memberikan peringatan mengenai potensi dampak regulasi di Indonesia terhadap komitmen investasi mereka.
Regulasi terkait pembatasan kuota serta perubahan harga bijih nikel di Indonesia diperkirakan dapat memengaruhi proyek investasi terkait nikel dengan nilai total mencapai $50 miliar. Hal ini memicu kehati-hatian di kalangan pelaku usaha yang bergantung pada kepastian pasokan bahan baku tersebut.
Ketentuan Perdagangan di Bursa London
Di bursa internasional, likuiditas perdagangan nikel sangat ditentukan oleh kontrak berjangka yang sifatnya terstandarisasi. Bursa Logam London atau London Metal Exchange (LME) menetapkan aturan ketat untuk setiap transaksi komoditas ini.
Setiap kontrak standar nikel berjangka yang diperdagangkan di LME diwajibkan memiliki berat sebesar 6 ton per lot. Standarisasi ini berfungsi menjaga kepastian volume dan mempermudah lindung nilai bagi para pelaku industri global.
Rangkuman Data Harga dan Performa Nikel
Berikut adalah tabel rincian perkembangan harga nikel berdasarkan data perdagangan terbaru serta performa historisnya di pasar komoditas global.
| Parameter Pasar | Nilai / Posisi Harga | Persentase Perubahan |
|---|---|---|
| Harga Hari Ini (16 Juni 2026) | 17.821,63 USD/T | +0,04% (Harian) |
| Harga Kemarin (15 Juni 2026) | 17.815,00 USD/T | +0,14% (Harian) |
| Performa Bulanan (Juni 2026) | – | -3,95% hingga -3,99% |
| Performa Tahunan (vs Tahun Lalu) | – | +18,25% hingga +19,33% |
| Proyeksi Akhir Kuartal | 17.855,86 USD/MT | – |
| Proyeksi 12 Bulan ke Depan | 19.225,65 USD/MT | – |
| Rekor Tertinggi Historis (Mei 2007) | 54.050,00 USD/MT | – |
| Rekor Terendah Historis (1993–2026) | 3.730,50 USD/MT | – |
Harga komoditas dapat berfluktuasi sewaktu-waktu. Berbelanja dengan bijak dan pantau informasi harga resmi dari pemerintah.
Hingga saat ini, pelaku pasar terus mencermati realisasi kuota produksi dari negara produsen utama guna mengantisipasi volatilitas harga lebih lanjut. Ketidakpastian mengenai kebijakan operasional smelter global turut menjadi faktor penentu stabilitas harga nikel ke depan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow