Harga Tiket Final Piala Dunia 2026 Melonjak Jelang Laga Spanyol-Argentina
Harga tiket pertandingan final Piala Dunia 2026 antara tim nasional Spanyol dan Argentina di Stadion New York, New Jersey, Amerika Serikat melonjak drastis hingga mencapai jutaan dolar pada Sabtu (18/7) menjelang laga puncak.
Lonjakan harga ini menjadikan laga final tersebut sebagai ajang olahraga termahal dalam sejarah Amerika Serikat, melampaui harga tiket Super Bowl dan Final NBA. Berdasarkan data TickPick, harga tiket masuk terendah di pasar sekunder meroket menjadi 9.500 dolar AS pada Sabtu pagi, dari yang sebelumnya 6.943 dolar AS pada Rabu setelah Argentina mengalahkan Inggris.
Data SeatPick menunjukkan rata-rata harga tiket final kini menyentuh 15.331 dolar AS, mengalami kenaikan hampir 4.000 dolar AS sejak Rabu. Di platform penjualan resmi FIFA, tiket termurah yang sempat tersedia pada Sabtu pagi dipatok seharga 6.411,25 dolar AS untuk area tingkat menengah di belakang gawang, namun langsung habis terjual sebelum makan siang.
Tiket di area sudut atas kini dipasarkan mendekati 10.000 dolar AS melalui platform seperti SeatGeek dan StubHub. Untuk posisi yang lebih dekat dengan lapangan, pembeli harus merogoh kocek sekitar 16.000 dolar AS, bahkan kursi hospitalitas khusus ditawarkan hingga mencapai hampir 60.000 dolar AS.
Pada platform penjualan kembali resmi milik FIFA, harga tiket yang ditawarkan bervariasi dari di bawah 10.000 dolar AS hingga menyentuh angka tertinggi 2,3 juta dolar AS. Sementara itu, tiket untuk pertandingan perebutan tempat ketiga antara Inggris dan Prancis pada hari Sabtu dibanderol jauh lebih murah dengan harga terendah 598 dolar AS.
Tingginya harga tiket ini didorong oleh antusiasme penonton untuk menyaksikan Lionel Messi mengejar trofi piala dunia keempat untuk Argentina, sekaligus gelar berturut-turut pertama sejak Brasil pada 1958 dan 1962. Di sisi lain, mereka akan menghadapi bintang muda Spanyol, Lamine Yamal, dalam upaya La Furia Roja merengkuh gelar juara dunia kedua mereka setelah tahun 2010.
Kapten tim nasional Spanyol, Rodri, menyatakan kesiapan penuh timnya untuk menghadapi kekuatan fisik Argentina dalam laga pamungkas tersebut.
"Menurut saya, Anda belum pernah melihat Spanyol yang sama di setiap pertandingan. Saya rasa pertandingan hari Minggu nanti akan sangat berbeda; laga ini akan lebih mengandalkan fisik dan kami harus siap," ujar Rodri seperti dilansir dari ESPN.
Gelandang Manchester City itu menambahkan bahwa fleksibilitas taktik menjadi kekuatan utama pertahanan dan penyerangan Spanyol sepanjang turnamen.
"Saya yakin, jika ada satu hal yang menjadi ciri khas tim nasional ini, itu adalah kemampuan kami memainkan gaya permainan yang berbeda sesuai dengan situasi yang dihadapi," katanya menambahkan.
Spanyol tercatat belum pernah merasakan kekalahan sekalipun di partai puncak Piala Dunia dari seluruh partisipasi historis mereka.
"Jadi, kami harus beradaptasi-baik saat harus bertahan, melakukan serangan balik, maupun saat melancarkan serangan. Kami adalah tim yang sangat komplet, dan itulah alasan kami berada di sini," ucap Rodri.
Sistem penetapan harga dinamis yang diterapkan FIFA untuk pertama kalinya dalam turnamen ini memicu kritik karena dianggap kurang transparan, meskipun berhasil memaksimalkan pendapatan dari total 104 pertandingan yang digelar.
"What FIFA did a very good job of was determining what demand would be because people [were] paying these absurd prices for just about all the 104 matches," kata Scott Friedman, seorang pakar perteketan dari Ticket Talk Network.
Mantan staf Cleveland Cavaliers tersebut menjelaskan bahwa FIFA menerapkan strategi pelepasan tiket secara berkala untuk memicu urgensi pembelian di kalangan para penggemar.
"They can act like they already sold their seats and kind of just dribble them in accordingly to obviously increase market demand," jelas Friedman.
Penjelasan mengenai skema harga bergerak ini juga disoroti oleh akademisi dari Columbia University yang melihat perlunya keterbukaan informasi bagi publik.
"One reason for the frustration over the last few months is that no one really knows how this works," kata Adam Elmachtoub, profesor rekanan teknik industri dan riset operasi di Columbia University.
Menurutnya, masyarakat umum sebenarnya bisa menerima fluktuasi harga asalkan ada kejelasan indikator yang melandasinya.
"People are willing to accept dynamic pricing — we deal with it for airfare, we deal with it even [for] buying clothes — but I think when it’s such a high-profile event, transparency will help a lot," tambah Elmachtoub.
Ia juga menambahkan bahwa definisi mengenai tarif yang adil menjadi sangat bias dalam industri hiburan berskala besar.
"The notion of what is fair pricing here is complex because entertainment is not like a necessity," tutur Elmachtoub.
Perwakilan dari platform SeatGeek mengonfirmasi bahwa pergeseran harga tiket terus bergerak naik seiring kepastian bertemunya dua tim besar di final.
"What we’re seeing with this year’s World Cup is that demand fluctuates with every round and every match-up reveal," kata Chris Leyden, direktur senior pemasaran di SeatGeek.
Pihaknya mencatat tren pembelian tiket tetap berada dalam grafik yang stabil sejak fase grup hingga babak gugur.
"The appetite for this tournament has held up remarkably well from the group stage through the knockouts," imbuh Leyden.
Kendati mencatatkan rekor penjualan, turnamen ini menuai kritik dari aliansi hak asasi manusia karena dinilai meminggirkan suporter kelas pekerja dan penggemar dari negara-negara yang terkendala pembatasan visa masuk ke Amerika Serikat.
"It’s been a World Cup for a happy few," ungkap Ronan Evain, direktur eksekutif Football Supporters Europe kepada media.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow