Helikopter Safari Jatuh di Kenya, 7 Orang Termasuk Pejabat Intelijen Tewas
Sebuah helikopter safari jatuh di wilayah terpencil Kenya utara pada pagi hari Rabu, 19 Agustus 2026, menewaskan tujuh orang termasuk pejabat intelijen Ekuador dan lima warga negara Amerika Serikat.
Helikopter tersebut jatuh sekitar pukul 09.13 waktu setempat saat terbang dari Loisaba Conservancy menuju kawasan Ewaso Nyiro di Samburu. Pesawat mengangkut enam penumpang dan satu pilot. Otoritas Penerbangan Sipil Kenya menyatakan penyelidikan masih berlangsung.
Komandan Polisi Samburu, David Nkoroi, memastikan tujuh orang di dalam helikopter meninggal dunia akibat kecelakaan tersebut. Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menyatakan lima korban adalah warga negaranya dan memberikan dukungan konsuler kepada keluarga korban.
Identitas korban belum diumumkan secara resmi, namun media lokal di Miami melaporkan José Suárez, presiden dan manajer umum beberapa stasiun Telemundo di Florida, termasuk di antara korban tewas.
“Kami sangat berduka mendengar kabar tragis bahwa José tewas dalam kecelakaan helikopter di Kenya,” ujar pimpinan NBCUniversal dan Telemundo dalam pernyataan bersama yang dikutip oleh stasiun televisi afiliasi di Miami.
Helikopter jatuh di medan berat di kaki Gunung Ololokwe, salah satu destinasi wisata populer di Kenya. Pesawat milik Lady Lori Helicopters sedang membawa tamu dari perusahaan perjalanan &Beyond dalam penerbangan sewaan saat kecelakaan terjadi.
Lady Lori Helicopters mengonfirmasi helikopter itu sedang melayani penerbangan sewaan. Operator safari lokal Tropic Air Kenya mengerahkan dua helikopter untuk membantu operasi pencarian dan penyelamatan.
Otoritas penerbangan mengidentifikasi helikopter sebagai Eurocopter EC130 B4.
Pemerintah Ekuador mengonfirmasi Michele Sensi-Contugi, Direktur Pusat Intelijen Nasional Ekuador, menjadi salah satu korban tewas. Kantor Kepresidenan Ekuador menyampaikan belasungkawa kepada keluarga dan rekan-rekan korban melalui platform X.
Sensi-Contugi adalah teman dekat Presiden Ekuador Daniel Noboa dan berada di Kenya sebagai wisatawan bersama istrinya, Stephany Hollihan, yang juga tewas dalam kecelakaan tersebut. Hollihan memiliki kewarganegaraan ganda AS dan Ekuador, dan pasangan tersebut meninggalkan dua anak.
Kecelakaan ini menyoroti isu keselamatan penerbangan di Kenya, yang memiliki industri pariwisata berkembang dan mengandalkan penerbangan domestik untuk mengangkut wisatawan ke lokasi terpencil, termasuk Gunung Ololokwe.
Pada Februari 2026, enam orang termasuk seorang anggota parlemen tewas dalam kecelakaan helikopter di wilayah perbukitan Kenya bagian barat.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow