Hujan Abu Gunung Anak Krakatau Ancaman Kerusakan Bangunan di Jawa
Hujan abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau telah menyebar hingga ke wilayah Pulau Jawa, termasuk kawasan Jabodetabek. Abu vulkanik ini menutupi halaman rumah dan kendaraan yang terparkir di luar, menurut laporan warga.
Dampak hujan abu tidak sebatas mengganggu tampilan dan kesehatan. Mantan Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menyatakan bahwa struktur dan ketahanan bangunan berisiko menurun akibat beban abu yang menumpuk, terutama bagi bangunan yang dekat dengan gunung tersebut.
Semakin banyak abu yang mengendap, semakin berat beban yang harus ditanggung bangunan, sehingga potensi kerusakan meningkat. Pembersihan abu harus dilakukan dengan hati-hati dan bertahap, terutama di atap bangunan, tanpa menyiram air agar tidak menambah bobot abu dan mengakibatkan atap ambruk.
"Abu yang menumpuk di atas atap memiliki bobot yang sangat berat, dan beban ini akan meningkat berlipat ganda jika abu terkena air hujan. Tumpukan abu yang terlalu tebal berisiko tinggi membuat struktur atap runtuh," ujar Daryono, dikutip dari akun X-nya @daryono_eq_talk, dilansir dari Detikcom pada Senin (7/9/2026).
Selain masalah bobot, abu juga mengandung asam yang dapat merusak material bangunan. Atap berbahan logam dan seng sangat rentan terhadap korosi akibat sifat kimia abu tersebut.
"Sifat kimia abu yang sering kali asam dapat memicu korosi pada material atap logam, seng, dan pengikatnya," tambah Daryono.
Penting juga untuk memastikan jalur pembuangan air dan talang tidak tersumbat abu, karena abu basah dapat menambah beban dan menyebabkan talang rusak atau roboh.
"Abu juga dengan mudah menyumbat saluran air dan talang, yang jika tidak dibersihkan dapat roboh akibat tidak kuat menahan beban abu basah," ujar Daryono.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow