Hukum Berhubungan Suami Istri di Malam Idul Adha Menurut Islam, Apakah Diperbolehkan

Smallest Font
Largest Font

Malam Idul Adha, atau yang dikenal sebagai malam 'ar 'ar, memiliki keutamaan tersendiri dalam Islam. Di tengah suasana penuh takwa dan perayaan, muncul pertanyaan mengenai hukum melakukan hubungan suami istri di malam tersebut menurut syariat.

Secara fundamental, syariat Islam tidak menetapkan larangan spesifik bagi pasangan suami istri untuk melakukan hubungan intim di malam Idul Adha, sebagaimana malam-malam lainnya.

Hubungan Suami Istri: Fitrah dan Ibadah

Hubungan intim antara suami istri adalah sebuah fitrah manusia yang dianjurkan dalam Islam, bahkan dapat bernilai ibadah jika dilakukan dengan niat yang benar dan sesuai dengan syariat.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an Surat Al-Baqarah ayat 222: "Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah: 'Haid itu adalah suatu kotoran (keadaan tidak bersih).' Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhi wanita, janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri."

Ayat ini menegaskan bahwa hubungan suami istri dibolehkan ketika istri dalam keadaan suci dan halal untuk didekati. Idul Adha tidak mengubah kaidah dasar ini.

Malam Idul Adha dan Keistimewaannya

Malam Idul Adha adalah malam menjelang hari raya kurban, di mana umat Islam disunnahkan untuk memperbanyak amal saleh, termasuk berdoa dan bermunajat kepada Allah SWT.

Beberapa ulama menyebutkan keistimewaan malam-malam tertentu, seperti malam Jumat, malam Idul Fitri, dan malam Idul Adha, untuk memperbanyak ibadah.

Namun, keutamaan ini bersifat anjuran untuk beribadah secara umum, bukan untuk membatasi atau melarang aktivitas lain yang dibolehkan syariat seperti hubungan suami istri yang sah.

Niat dan Tujuan Berhubungan Intim

Kunci utama dalam setiap amal perbuatan, termasuk hubungan suami istri, adalah niat. Jika hubungan dilakukan dengan niat untuk menjaga kemurnian fitrah, menunaikan hak pasangan, mendapatkan keturunan yang saleh, serta menjaga keharmonisan rumah tangga, maka ia adalah ibadah.

Malam Idul Adha seharusnya menjadi momentum untuk meningkatkan ketakwaan dan ketaatan kepada Allah. Melakukan hubungan suami istri yang sah dalam koridor syariat justru dapat mempererat ikatan batin dan menambah rasa cinta antar keduanya, yang berujung pada sakinah, mawaddah, wa rahmah.

Berikut adalah beberapa hal yang dianjurkan saat berhubungan suami istri menurut syariat Islam:

Hal yang Dianjurkan Penjelasan
Niat yang Benar Niat menjaga kesucian diri, menunaikan hak pasangan, mendapatkan keturunan, dll.
Berwudhu/Mandi Wajib Sunnah sebelum dan sesudah melakukan hubungan.
Memulai dengan Doa Membaca doa sebelum berhubungan.
Menjaga Akhlak Tidak saling membuka aurat secara berlebihan di depan orang lain (bukan pasangan).
Memperhatikan Waktu Tidak dilakukan pada saat-saat dilarang oleh syariat (misalnya saat istri haid).

Penting untuk diingat bahwa segala sesuatu yang halal dan tidak dilarang oleh syariat pada malam-malam lain, tetaplah halal pada malam Idul Adha, selama memenuhi rukun dan syaratnya.

Perlu dibedakan antara anjuran memperbanyak ibadah pada malam tertentu dengan larangan terhadap aktivitas lain yang dibolehkan. Tidak ada dalil kuat dari Al-Qur'an maupun As-Sunnah yang secara eksplisit melarang hubungan suami istri di malam Idul Adha.

Persiapan Spiritual dan Fisik

Malam Idul Adha bisa menjadi waktu yang baik untuk tidak hanya mempersiapkan diri secara spiritual dengan ibadah, tetapi juga secara fisik untuk keintiman dengan pasangan.

Seorang istri memiliki hak atas suaminya, begitu pula sebaliknya. Menjalankan hak dan kewajiban ini dalam kerangka yang diridhai Allah adalah esensi dari pernikahan.

Anjuran Malam Idul Adha Relevansi dengan Hubungan Suami Istri
Memperbanyak Doa Memohon kebaikan bagi rumah tangga dan keturunan.
Muhasabah (Introspeksi) Mengevaluasi kualitas hubungan pernikahan.
Memperbanyak dzikir Mengingat Allah dalam setiap aspek kehidupan, termasuk dalam keintiman.
Bersyukur Mensyukuri nikmat Allah, termasuk pasangan hidup.

Fokus utama malam Idul Adha adalah mendekatkan diri kepada Allah melalui ibadah kurban dan amal kebaikan lainnya. Aktivitas suami istri yang sesuai syariat justru dapat menjadi bagian dari rasa syukur dan refleksi terhadap nikmat karunia-Nya.

Beberapa kesalahpahaman mungkin muncul akibat interpretasi yang keliru terhadap anjuran ibadah malam hari raya. Namun, para fuqaha (ahli fiqh) secara umum sepakat bahwa tidak ada larangan spesifik mengenai hal ini.

Pada hakikatnya, keharmonisan dalam rumah tangga, termasuk dalam aspek intim, sangat dianjurkan dalam Islam. Ibadah suami istri dapat diartikan sebagai bentuk pemenuhan perintah Allah dan Rasul-Nya.

Larangan dalam Hubungan Suami Istri Kapan Dilarang?
Hubungan saat Istri Haid/Nifas Selama masa pendarahan dan masa nifas selesai.
Hubungan saat Puasa Wajib Pada siang hari Ramadhan dan puasa wajib lainnya.
Hubungan tanpa Akad Nikah Di luar pernikahan yang sah.
Homoseksual Tidak dibenarkan dalam syariat Islam.

Dengan demikian, jika seorang suami istri telah memenuhi syarat sahnya pernikahan dan keduanya tidak sedang dalam kondisi terlarang (seperti haid bagi istri), maka melakukan hubungan intim di malam Idul Adha adalah mubah (boleh) dan bisa menjadi bagian dari ibadah jika diniatkan dengan benar.

Idul Adha mengingatkan kita akan perintah ketaatan dan pengorbanan Nabi Ibrahim AS. Dalam konteks pernikahan, hal ini dapat diartikan sebagai upaya terus-menerus untuk taat kepada Allah dan berkorban demi kebaikan pasangan dan keluarga.

Oleh karena itu, pasangan suami istri yang ingin menjalankan ibadah dan menyambut Idul Adha dengan penuh keberkahan, dapat menyelaraskan hubungan intim mereka dengan niat ibadah, kehati-hatian dalam syariat, dan tentu saja, selalu dalam kerangka pernikahan yang sah.

Momen malam Idul Adha bisa menjadi sarana mempererat ikatan spiritual dan fisik, asalkan segala aktivitas didasari oleh pemahaman agama yang benar dan niat yang lurus kepada Allah SWT.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed