IHSG Anjlok 3 Persen di Tengah Kunjungan DPR dan OJK ke Bursa

Smallest Font
Largest Font

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok sebesar 3,08 persen atau terkoreksi 202,97 poin ke level 6.396,27 pada penutupan sesi I perdagangan Selasa (19/5/2026). Penurunan tajam ini mendorong Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Danantara mendatangi Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk menyikapi dinamika pasar modal.

Data Refinitiv menunjukkan nilai kapitalisasi pasar merosot Rp402 triliun menjadi Rp11.137 triliun dibandingkan hari sebelumnya. Sebanyak 639 emiten melemah, 217 saham stagnan, dan hanya 103 emiten yang menguat dengan total nilai transaksi mencapai Rp15,11 triliun.

Pelemahan ini dipicu oleh aksi jual pada saham-saham yang dikeluarkan dari MSCI Global Standard Index dan MSCI Global Small Cap Index, serta sinyal keras dari FTSE Russell mengenai potensi penghapusan saham berkonsentrasi kepemilikan tinggi (HSC) mulai 22 Juni 2026. Tekanan terhadap indeks juga diperberat oleh nilai tukar rupiah yang melemah 0,51 persen ke level Rp17.730 per dolar AS.

DPR bersama regulator kini fokus memperkuat kepercayaan pasar dan memberikan rasa aman bagi investor domestik serta global di tengah koreksi ini.

"Kami tadi sudah banyak berdiskusi tadi di atas bagaimana kita meyakinkan untuk menguatkan investor global, yang akan masuk di bursa dan sedang di bursa," ujar Sufmi Dasco Ahmad, Wakil Ketua DPR RI.

Parlemen mendukung langkah penyempurnaan aturan oleh BEI demi melindungi pertumbuhan investor ritel lokal yang terus menunjukkan tren positif.

"Dengan kami kemudian mendengarkan paparan dari pemerintah bursa bagaimana mereka kemudian menyempurnakan regulasi-regulasi yang bisa kemudian meyakinkan dan juga kemudian membuat para investor lokal yang merasa nyaman," kata Dasco.

Pihaknya berharap seluruh upaya pembenahan regulasi yang dilakukan lintas otoritas ini akan memberikan dampak positif nyata bagi pasar saham domestik.

"Sehingga tadi kita lihat bahwa pertumbuhan investor lokal atau retail terus bertambah dan itu kemudian dengan fundamental yang ada kita yakin dan percaya bahwa bursa kita ke depan akan semakin kuat," ujarnya.

DPR memperkirakan perbaikan pasar modal akan mulai terlihat setelah penyesuaian indeks global selesai pada akhir bulan ini.

"Mudah-mudahan kita akan melihat langsung setelah tanggal 29 [Mei MSCI] ini semua yang dilakukan atas kerja keras dan niat baik ini akan memiliki hasil," kata Dasco.

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menjelaskan bahwa penurunan IHSG dalam beberapa hari terakhir masih tergolong moderat dan sejalan dengan pergerakan bursa regional yang dipengaruhi tensi geopolitik Timur Tengah serta respons rebalancing MSCI.

"Kita melihat pergerakan indeks kita sudah lebih secara fundamental dan juga sekarang IHSG pergerakannya juga relatif sejalan dengan indeks acuan MSCI, maupun subindeks utama seperti LQ45 dan juga IDX30 dan juga IDX80," ujar Friderica Widyasari Dewi, Ketua Dewan Komisioner OJK.

Menurut OJK, kondisi pasar saat ini menunjukkan mekanisme pembentukan harga yang lebih sehat dan didorong oleh kinerja fundamental emiten ketimbang sentimen jangka pendek semata.

"Ini mencerminkan price discovery yang lebih fundamental tadi sebelum saya sampaikan di mana pergerakan saham lebih ditopang oleh aspek fundamental dibandingkan oleh sentimen semata," katanya.

OJK mencatat pertumbuhan positif pada sektor retail, di mana Nilai Aktiva Bersih (NAB) Reksadana tahun ini meningkat Rp49,71 triliun menjadi Rp718,44 triliun, didorong penambahan 7 juta investor retail baru secara year to date.

"Jadi ini menurut kami sangat baik perbaikan-perbaikan yang dilakukan," imbuh Friderica.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed