IHSG Menguat Terbatas di Awal Pekan dengan Rekomendasi Saham Terkini

Smallest Font
Largest Font

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada Senin pagi dengan kenaikan 30,95 poin atau 0,48 persen ke posisi 6.440,60 di Bursa Efek Indonesia, didukung sentimen data tenaga kerja Amerika Serikat dan harga emas yang naik signifikan.

Penutupan pekan lalu, IHSG tercatat menguat 1,04 persen ke level 6.409,65 dan selama sepekan naik 2,78 persen, menunjukkan tren penguatan meski kepercayaan konsumen domestik sedikit menurun dari 117,8 ke 116 pada Juli 2026, menurut data dari Kontan.co.id.

Investment Specialist Team PT Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI) menilai pasar saham Amerika mengalami tekanan setelah data Non-Farm Payrolls (NFP) Juli 2026 menunjukkan penurunan pekerjaan sebesar 23.000, jauh di bawah ekspektasi kenaikan 80.000, serta revisi turun untuk bulan Juni dan akumulasi penurunan data Mei-Juni.

"Penurunan data tenaga kerja AS memberikan tekanan pada indeks dolar AS yang terkoreksi 0,36 persen akhir pekan lalu," ujar riset KISI yang dipublikasikan pada Senin (10/8/2026).

Kondisi tersebut berdampak positif bagi IHSG yang tetap solid di dalam pola ascending channel, bertahan di atas Exponential Moving Average (EMA) 60, membuka peluang penguatan jangka menengah.

"Menjelang libur panjang (long weekend), IHSG diproyeksikan bergerak konsolidatif namun berpotensi menguat terbatas di rentang 6.300-6.450," lanjut KISI.

Kenaikan harga emas sebesar 2,39 persen pada penutupan pekan lalu juga menjadi katalis positif bagi saham sektor pertambangan emas.

Dalam rekomendasi saham, KISI menyarankan strategi Trading Buy untuk PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) dengan harga masuk Rp 600-Rp 620 dan target harga Rp 640 dan Rp 660, serta stop loss di bawah Rp 850.

Rekomendasi serupa diberikan untuk PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) pada harga masuk Rp 320-Rp 332, target harga Rp 340 dan Rp 350, dengan stop loss di bawah Rp 316.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, merekomendasikan saham PT Astra International Tbk (ASII) dengan strategi accumulating buy pada area harga Rp 5.025-Rp 5.175 dan target harga Rp 5.275, Rp 5.550, hingga Rp 6.275.

"ASII memiliki potensi kenaikan hingga 23,04 persen," ujar Nafan.

Untuk PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), Nafan menyarankan strategi Add pada harga masuk Rp 750-Rp 800 dengan target pertama Rp 810 dan target tertinggi Rp 880.

Selain itu, saham PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) direkomendasikan untuk accumulative buy pada area harga Rp 434-Rp 472, dengan target harga Rp 476 hingga Rp 575 yang menunjukkan momentum bullish mulai terbentuk.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed