IHSG Ditutup Turun Tipis Usai Pergantian Menteri Keuangan
Laju Indeks Harga Saham Gabungan memangkas mayoritas kerugian hingga ditutup melemah tipis 0,10 persen ke level 6.534,69 pada Senin (14/9/2026), seiring momen pelantikan Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru pengganti Purbaya Yudhi Sadewa.
Perdagangan di Bursa Efek Indonesia berlangsung sangat volatil sepanjang hari. Sempat menyentuh level tertinggi di 6.550,00, IHSG melorot hingga ke titik terendah 6.371,40 sebelum akhirnya melonjak 163,29 poin jelang penutupan pasar.
Aktivitas perdagangan mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp17,5 triliun dengan volume mencapai 32,95 miliar saham. Data BEI menunjukkan sebanyak 455 saham mengalami penurunan, 229 saham menguat, dan 279 saham ditutup tidak mengalami perubahan harga.
Selain sentimen domestik terkait perombakan kabinet, tekanan pasar saham Indonesia dipicu oleh ekspektasi kenaikan suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat, The Fed, dalam pertemuan Pertemuan Komite Pasar Bebas Federal pada pekan ini.
Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata menjelaskan ketidakpastian pasar meningkat dipicu oleh inflasi headline Amerika Serikat yang menyentuh 3,4 persen pada Agustus 2026 serta penurunan Indeks Sentimen Konsumen University of Michigan ke level 47,8.
"Apabila IHSG gagal bertahan di 6.530, koreksi berpotensi berlanjut menuju 6.425, dengan support berikutnya di 6.377. Sebaliknya, apabila mampu rebound dan kembali menembus level 6.592, IHSG berpeluang menguji 6.723, sebelum menuju 6.859 sebagai resistance berikutnya," ujar Liza Camelia Suryanata, Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia.
Liza menambahkan tekanan pada pasar domestik juga datang dari proyeksi realisasi penerimaan pajak yang baru mencapai Rp1.409,1 triliun hingga Agustus 2026 atau 59,8 persen dari target, serta penurunan Indeks Ekspektasi Kondisi Makroekonomi ke zona pesimistis.
"Penurunan utamanya dipicu oleh kenaikan harga bensin dan ketegangan perdagangan yang meningkatkan kekhawatiran terhadap biaya hidup," ujar Liza Camelia Suryanata, Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia.
Liza juga menyoroti risiko geopolitik yang memengaruhi pergerakan harga energi global.
“Kondisi tersebut membuat investor tetap berhati-hati menjelang keputusan kebijakan moneter The Fed pekan ini,” ujar Liza Camelia Suryanata, Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia.
Ia memaparkan bahwa potensi defisit anggaran dan inflasi energi menambah ketidakpastian bagi iklim investasi.
“Perkembangan tersebut membantu meredakan tekanan pada harga minyak setelah reli tajam sepanjang pekan,” ujar Liza Camelia Suryanata, Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia.
Di sisi lain, kondisi makro ekonomi global memaksa pasar keuangan di negara berkembang untuk mengantisipasi tingginya biaya modal dalam jangka waktu lebih lama.
“Kondisi tersebut meningkatkan potensi kenaikan BI-Rate secara pre-emptive untuk menjaga stabilitas Rupiah dan ekspektasi inflasi, sementara aktivitas manufaktur masuk ke zona kontraksi dengan PMI turun menjadi 49 pada Agustus 2026,” ujar Liza Camelia Suryanata, Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia.
Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia Fakhrul Fulvian menilai Indonesia harus beradaptasi dengan tingginya suku bunga global dan lonjakan harga minyak dunia yang menembus 100 dolar AS per barel.
“Meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve, harga minyak yang kembali berada di atas USD 100 per barel, serta yield US Treasury yang mendekati 5% menunjukkan bahwa Indonesia perlu mempersiapkan diri menghadapi periode harga modal global yang lebih tinggi,” kata Fakhrul Fulvian, Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia.
Fakhrul menekankan bahwa penanganan tekanan valuta asing tidak bisa dibebankan sepenuhnya pada instrumen suku bunga acuan semata.
“Kalau itu terjadi, tekanan terhadap emerging markets akan datang bukan hanya melalui dolar, tetapi juga melalui repricing seluruh harga modal global,” ucap Fakhrul Fulvian, Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia.
Fakhrul menyarankan penguatan transaksi mata uang lokal serta diversifikasi investasi asing langsung untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional.
“Kalau muncul volatilitas berlebihan di pasar valas, BI dapat melakukan guardrail melalui intervensi. Kalau persoalannya structural dollar demand, pemerintah dan BI perlu memperkuat LCT, ekspor, FDI dan sumber pembiayaan eksternal lainnya. Kita jangan meminta BI Rate menyelesaikan semuanya,” ujar Fakhrul Fulvian, Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Ekonom Bank BCA David Sumual menyatakan instrumen pasar keuangan telah mengantisipasi keputusan bank sentral AS dalam rapat mendatang.
“Probabilitasnya sudah 83% di pasar fed fund futures,” ungkap David Sumual, Kepala Ekonom Bank BCA.
David juga mencermati pergerakan harga komoditas utama yang berisiko memperlebar celah anggaran negara.
“Iya kekhawatiran juga dampaknya ke defisit APBN,” kata David Sumual, Kepala Ekonom Bank BCA.
Usai mengucap sumpah jabatan, Menkeu Suahasil Nazara menegaskan komitmennya untuk mengawal kredibilitas dan kesehatan fiskal di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
"Tadi kita telah mengikuti acara pelantikan dan Bapak Presiden tadi melantik saya sebagai Menteri Keuangan pada Kabinet Merah Putih untuk sisa masa jabatan 2024-2029. Nah, tentu ini adalah bentuk kepercayaan dari Bapak Presiden dan dari negara Republik Indonesia kepada saya," kata Suahasil Nazara, Menteri Keuangan Indonesia.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow