India Pamerkan 37 Inovasi Teknologi di KTT BRICS ke 18
Pemerintah India memamerkan 37 inovasi teknologi canggih dari kalangan startup dan perusahaan nasional dalam ajang KTT BRICS ke-18 di Bharat Mandapam, Sabtu (12/9/2026), sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Ajang bertajuk Bharat Innovates Exposition tersebut menampilkan teknologi deteksi kanker serviks dan payudara berbasis AI di hadapan para pemimpin dunia, termasuk Presiden Indonesia Prabowo Subianto. Selain itu, dipamerkan pula robotika kelautan, panel surya terapung, komputasi kuantum, hingga sistem penggerak listrik bebas logam tanah jarang.
Pameran ini diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Uni India sebagai program nasional untuk membangun kolaborasi jangka panjang antara ekosistem inovasi domestik dan pemangku kepentingan global. Langkah ini juga diharapkan memfasilitasi kemitraan bisnis serta memperluas akses pasar internasional.
"Pameran 'Bharat Innovates' menampilkan pencapaian dan potensi India dalam bidang inovasi, kewirausahaan, teknologi, dan pembangunan," ucap Sekretaris Hubungan Ekonomi Kementerian Luar Negeri India, Shri Sudhakar Dalela.
Penguatan kerja sama inovasi tersebut secara resmi diadopsi oleh seluruh anggota BRICS, termasuk Indonesia, melalui penandatanganan Deklarasi New Delhi.
"Kami menggarisbawahi pentingnya kerja sama dalam Sains, Teknologi, dan Inovasi (STI) sebagai penggerak utama bagi pembangunan ekonomi dan sosial yang berkelanjutan," tulis poin dalam deklarasi tersebut.
Pernyataan komitmen bersama tersebut juga menekankan pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh negara anggota.
"Kami menegaskan kembali komitmen kami terhadap pembangunan berkelanjutan, mengembangkan kekuatan produktif baru yang berkualitas, mendorong pertumbuhan yang lebih tangguh dan berkualitas tinggi, inklusivitas sosial, serta mempromosikan inovasi dan teknologi sebagai katalis untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat di seluruh negara BRICS," lanjut keterangan dalam poin tersebut.
Perwakilan pihak kementerian menegaskan peluang besar dari penyelenggaraan eksibisi teknologi ini bagi iklim investasi mendatang.
"Hal ini akan memfasilitasi peluang untuk keterlibatan B2B, kemitraan teknologi, diskusi investasi, hubungan bisnis, dan akses pasar internasional," kata Kementerian Pendidikan India.
Sektor sains dan teknologi menjadi fokus utama BRICS yang sebelumnya telah disepakati dalam Deklarasi Chennai pada Agustus 2026. Pertemuan tingkat menteri tersebut menyepakati pembentukan infrastruktur penelitian bersama serta program pertukaran ilmuwan muda.
"Luasnya diskusi, mulai dari Kecerdasan Buatan dan Komputasi Kinerja Tinggi hingga teknologi kuantum, material canggih, bioteknologi, kesehatan, iklim, dan keberlanjutan, mencerminkan peluang dan tantangan bersama yang dapat diatasi oleh negara-negara BRICS melalui tindakan kolektif," ujar Menteri Sains & Teknologi serta Ilmu Bumi India, Dr Jitendra Singh.
Merespons penguatan kolaborasi ini, Indonesia melalui Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengonfirmasi kesiapan untuk membuka akses fasilitas riset unggulan bagi peneliti dari seluruh negara anggota BRICS.
"Indonesia membuka infrastruktur dan fasilitas riset unggulan BRIN untuk dimanfaatkan bersama oleh periset, perguruan tinggi, industri, serta periset dari negara-negara anggota BRICS. Kami ingin akses terhadap fasilitas riset ini semakin memperkuat mobilitas periset dan mendorong lahirnya kolaborasi riset yang konkret," kata Kepala BRIN Arif Satria.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow