Inggris Bagikan Cetak Biru Senjata Storm Shadow ke Ukraina

Smallest Font
Largest Font

Inggris bersiap membagikan informasi senjata sangat rahasia kepada Ukraina untuk memproduksi rudal jelajah jarak jauh Storm Shadow secara mandiri, seiring kunjungan Perdana Menteri Andy Burnham ke Kyiv, sebagaimana dilansir dari Detik iNET.

Kunjungan Burnham berlangsung bertepatan dengan peringatan 35 tahun kemerdekaan Ukraina dari Uni Soviet. Langkah transfer teknologi ini menjadi bentuk dukungan terbaru dari Inggris dan sekutu Eropa di tengah ketidakpastian bantuan militer dari Amerika Serikat.

Kebijakan pembagian cetak biru ini berbanding terbalik dengan keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang membatalkan janji izin produksi pencegat pertahanan udara Patriot. Padahal, sistem Patriot sangat dibutuhkan Kyiv untuk menangkal serangan rudal balistik Rusia.

Meskipun Ukraina telah merakit drone dan rudal jarak jauh seperti FP-5 Flamingo berjangkauan 3.000 km secara domestik, kemampuan memproduksi Storm Shadow dinilai vital. Rudal berjangkauan 560 km ini dirancang khusus untuk menghancurkan target benteng tebal dan lokasi strategis yang dijaga ketat.

Keir Giles dari lembaga Chatham House menilai industri pertahanan Ukraina sudah sangat tanggap dalam merespons kebutuhan perang.

"Ukraina, di bawah tekanan perang demi kelangsungan hidup bangsa, mengembangkan industri pertahanan yang sangat tangkas, bermotivasi tinggi, dan terdistribusi, yang jauh lebih maju dalam adaptasi terhadap kebutuhan saat ini dibanding beberapa mitranya di Eropa Barat, termasuk Inggris," kata Keir Giles, Analis Chatham House.

Sementara itu, Karan Vassil dari firma intelijen Sibylline menyebut transfer cetak biru ini memangkas waktu riset militer Ukraina secara signifikan.

"Produksi berlisensi memberi Ukraina akses ke pengetahuan dan proses industri yang jika tidak, akan memakan waktu dan sumber daya sangat besar untuk direproduksi," kata Karan Vassil, Analis Sibylline.

Ia menambahkan bahwa pergeseran kebijakan sekutu Barat ini dipicu oleh dinamika politik di Washington.

"Amerika Serikat tidak bersedia memasok pencegat untuk sistem rudal Patriot, sehingga terdapat celah dalam pertahanan udara dan rudal Ukraina, yang selama ini dieksploitasi Rusia," kata Karan Vassil, Analis Sibylline.

Prancis dan Inggris berharap dapat membantu Ukraina membangun jalur produksi akhir tahun ini, meski proses teknis hingga pengiriman diprediksi memakan waktu hingga dua tahun.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed