Intensifikasi Serangan Drone Ukraina Ganggu Penerbangan di Rusia

Smallest Font
Largest Font

Eskalasi Serangan drone jarak jauh militer Ukraina ke wilayah Rusia memicu gangguan operasional massal serta pembatalan penerbangan internasional di berbagai bandara utama Moskow, sebagaimana dilansir dari Detik Travel pada Rabu (9/9/2026).

Langkah tegas diambil Kiev setelah Moskow meningkatkan gempuran udara ke kota-kota Ukraina, termasuk serangan enam hari beruntun di kota Kyiv yang merenggut 12 korban jiwa dan melukai puluhan warga. Pemerintah Ukraina lantas membalas lewat gempuran drone menyasar infrastruktur minyak serta area komersial di wilayah Rusia.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky secara terbuka menerbitkan peringatan khusus bagi otoritas penerbangan, perusahaan asuransi, serta maskapai internasional agar menghindari ruang udara Rusia karena dinilai sangat berbahaya.

"Kami ingin memperingatkan setiap maskapai yang menggunakan wilayah udara Rusia, setiap perusahaan asuransi, dan siapa pun yang masih menggunakan bandara-bandara utama Rusia: langit Rusia kini menjadi sangat berbahaya," ujar Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

Ancaman keamanan tersebut memperhitungkan meningkatnya intensitas gempuran ke titik strategis Rusia. Zelensky juga menambahkan situasi terkini secara de facto telah menutup akses penerbangan di wilayah musuh.

"Meskipun pihak berwenang Rusia tidak mengumumkannya secara resmi, wilayah udara Rusia pada praktiknya akan tertutup. Perang yang dimulai oleh Rusia justru menutup wilayah udaranya sendiri," tambah Volodymyr Zelensky.

Imbas peringatan ini langsung memicu krisis asuransi perang dan gelombang pembatalan rute menuju Moskow sejak Rabu (2/9/2026). Maskapai Turki, Pegasus Airlines, membatalkan 12 penerbangan di Bandara Vnukovo, diikuti langkah serupa oleh Turkish Airlines, Flydubai, Nesma Airlines, hingga Kuwait Airways.

Gangguan penerbangan skala besar terekam pada data Flightradar24 akibat pembatasan darurat tengah malam di tiga bandara utama Moskow: Sheremetyevo, Vnukovo, dan Domodedovo. Di Bandara Sheremetyevo tercatat 21 penerbangan dibatalkan dan 235 tertunda, sementara Bandara Vnukovo mencatat 22 pembatalan serta 94 penundaan.

Air Tanzania bahkan sempat menjadi maskapai non-Barat pertama yang menghentikan rute Dar es Salaam-Moskow pada Jumat (4/9/2026) pagi akibat asesmen risiko, sebelum akhirnya menjadwalkan pembukaan kembali rute pada 7 September. Maskapai Teluk seperti Emirates, Qatar Airways, dan Etihad serta armada penerbangan China masih beroperasi, namun kerap mengalami penundaan mendadak saat sirine ancaman drone berbunyi di kota-kota Rusia.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed