Jerman Tuduh Rusia Dalangi Serangan Drone di Bandara Leipzig

Smallest Font
Largest Font

Pemerintah Jerman secara resmi menuduh Rusia menjadi dalang di balik serangan drone bermuatan bahan peledak yang menargetkan Bandara Leipzig/Halle pada bulan lalu. Menteri Dalam Negeri Jerman Alexander Dobrindt merespons ancaman tersebut dengan menaikkan penilaian tingkat ancaman negara dari level umum menjadi tinggi.

Drone berpeledak tingkat militer tersebut ditemukan di area aman Bandara Leipzig/Halle pada malam tanggal 4 Agustus 2026 di dekat landasan pacu selatan yang menjadi pusat operasional pesawat kargo Ukraina. Tim penjinak bom dikerahkan ke lokasi untuk melepaskan detonator dekat pesawat milik Antonov Airlines, sebelum objek terbang kedua menabrak pesawat kargo di dekat bandara pada 5 Agustus 2026 hingga memicu pengalihan pendaratan ke Hannover.

Eskalasi keamanan di Eropa ini memicu tindakan diplomatik tegas dari Berlin, termasuk perintah penutupan konsulat Rusia di Bonn dan pusat budaya Russian House di Berlin. Pejabat pertahanan Amerika Serikat di Eropa serta layanan intelijen Barat mengonfirmasi drone tersebut milik intelijen Rusia, sementara Komisi Eropa bersiap mengumumkan sanksi tambahan.

Menteri Dalam Negeri Jerman Alexander Dobrindt menegaskan bahwa posisi negaranya kini menjadi sasaran aksi hibrida Moskow secara beruntun.

"Kami tidak sedang berperang, tetapi kami menjadi target serangan hibrida setiap hari," tegasnya.

Dobrindt menambahkan bahwa keberadaan senjata berbahaya di fasilitas penerbangan sipil mengubah skenario keamanan nasional.

"Penampakan drone, ancaman drone termasuk dalam konteks hibrida, adalah sesuatu yang kita ketahui dari masa lalu. Bahwa sebuah drone yang dipersenjatai dengan bahan peledak berada di bandara adalah skenario ancaman baru," paparnya.

Pihak Moskow membantah seluruh tuduhan tersebut dan menilai langkah Jerman sebagai bentuk provokasi. Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut tuduhan tersebut tidak berdasar.

Rusia dengan keras menyebut tuduhan tersebut tidak masuk akal. Berdasarkan laporan Reuters, Presiden Rusia Vladimir Putin pada Selasa malam justru menuduh Jerman telah menanam bukti untuk menyalahkan Moskow tanpa memberikan bukti apa pun.

Di sisi lain, Aliansi Militer Atlantic Utara (NATO) menyatakan dukungan penuh atas keputusan tegas pemerintah Jerman. Kepala NATO Mark Rutte menegaskan komitmen aliansi dalam menjaga kawasan.

"NATO akan terus memperkuat kemampuan kami untuk mencegah dan membela semua Sekutu terhadap ancaman apa pun - termasuk tindakan jahat seperti yang terlihat di Leipzig," ucapnya.

Selain ancaman penerbangan, otoritas Jerman melaporkan dugaan sabotase pada jaringan listrik di kawasan Turnow-Preilack dekat perbatasan Polandia pada Selasa. Kepolisian menemukan beberapa alat peledak rakitan yang menyerupai roket terpasang pada saluran listrik tegangan tinggi menuju gardu induk pembangkit listrik utama.

Menteri Dalam Negeri Brandenburg Jan Redmann menjelaskan teknik yang digunakan pelaku dalam insiden korsleting tersebut.

"Pelaku menggunakan roket untuk menembakkan bahan penghantar ke saluran tegangan tinggi, yang menyebabkan dua korsleting," tuturnya.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed