Lazio Puncaki Klasemen Serie A Usai Tundukkan Udinese 2-1

Smallest Font
Largest Font

Lazio berhasil merebut puncak klasemen sementara Serie A usai menaklukkan Udinese dengan skor 2-1 di Bluenergy Stadium pada laga penutup pekan ketiga liga. Tim asuhan Roberto Gattuso membalikkan keadaan lewat gol Davide Frattesi dan Albert Gudmundsson setelah sempat tertinggal oleh gol Jesper Karlstrom.

Hasil manis ini mengantarkan Lazio mengemas sembilan poin penuh dari tiga pertandingan awal musim. Kemenangan tersebut sekaligus menandai empat kemenangan beruntun klub di liga domestik jika menghitung laga pamungkas musim lalu.

Udinese sebenarnya memegang keunggulan lebih dulu saat Jesper Karlstrom mencetak gol pada menit ke-49. Namun, Lazio merespons pada menit ke-75 lewat aksi Davide Frattesi yang mencetak gol di tiga laga beruntun, sebelum disempurnakan oleh sundulan Albert Gudmundsson dua menit jelang waktu normal usai.

Gattuso menegaskan bahwa hasil positif ini murni berkat kerja keras para pemain di lapangan, bukan semata karena perubahan taktik yang dilakukannya.

"Tidak, saya tidak menang karena memasukkan satu penyerang tambahan. Justru jika kami kalah 2-1, orang-orang akan menyebut Gattuso lancang karena ingin menang tapi malah kalah. Kredit sepenuhnya milik para pemain," kata Roberto Gattuso, Pelatih Lazio.

Ia menambahkan bahwa tim sedang berupaya membentuk mentalitas baru setelah era kepelatihan sebelumnya, sembari menyinggung kondisi skuad yang terus berkembang pesat.

"Bukan di level psikologis, melainkan di level taktis. Anak muda zaman sekarang main ponsel 24 jam sehari dan terlalu banyak membaca rumor. Kami datang dari maestro 4-3-3 seperti Sarri, selalu saya katakan kepada Anda. Mereka membantai saya karena laga persahabatan berprofil rendah: itu pilihan saya karena kami belum siap dan bisa dihajar," ujar Roberto Gattuso, Pelatih Lazio.

Mantan pelatih timnas Italia itu juga mengungkapkan bahwa target utamanya saat ini adalah menjaga kerendahan hati para pemain di tengah dinamika klub dan ketiadaan dukungan langsung penonton di stadion.

"Anda tidak boleh memuji saya, timlah yang ingin memenangkan pertandingan. Saya hanya memberikan sinyal. Melatih Lazio di Roma itu tidak mudah, kebenarannya adalah Anda harus mengisolasi diri," kata Roberto Gattuso, Pelatih Lazio.

Terkait insiden kecil di pinggir lapangan saat merayakan gol penentu, Gattuso melayangkan permohonan maaf terbuka kepada jajaran staf medis timnya.

"Saya harus meminta maaf kepada dokter saya, sang fisioterapis, setelah gol saya menyerangnya. Seorang wasit datang menjelaskan aturan kepada kami dan pada gol Karlstrom kami seharusnya terbangun, kami kebobolan saat unggul jumlah pemain," tutur Roberto Gattuso, Pelatih Lazio.

Di sisi lain, gelandang Davide Frattesi mengutarakan rasa terkejutnya atas performa impresif tim di awal musim ini.

"Ini sangat berharga karena memberikan lebih banyak antusiasme setelah awal yang tidak disangka-sangka, saya akan menandatangani untuk 6-7 poin tetapi kekuatan tim ini adalah kelompok," kata Davide Frattesi, Gelandang Lazio.

Sementara itu, pelatih Udinese Kosta Runjaic mengakui keunggulan lawan meski timnya sempat memberikan perlawanan sengit sepanjang laga.

"Kami kehilangan Solet dan Piotrowski, kami harus membuang dua slot dan mengambil keputusan sulit. Lazio adalah tim yang fantastis, memiliki pemain-pemain bagus dan kami tahu kami bukan favorit, tetapi kami bermain terbuka dan membuat laga yang bagus," kata Kosta Runjaic, Pelatih Udinese.

Kemenangan ini menjadi modal penting bagi Lazio yang dijadwalkan menjamu Milan di Stadion Olimpico pada Sabtu mendatang, sedangkan Udinese bakal melakoni laga tandang menghadapi Inter Milan.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed