Interpol Ringkus 58 Tersangka Kejahatan Siber Afrika Barat
Interpol membongkar jaringan kejahatan siber terorganisasi dan pencucian uang asal Afrika Barat melalui Operation Jackal IV yang melibatkan kepolisian 22 negara di enam benua selama delapan bulan sejak November 2025 hingga Juni 2026, sebagaimana dilansir dari Detik iNET.
Operasi internasional tersebut menyasar kelompok kriminal kenamaan seperti geng Black Axe yang menyediakan layanan pendukung kejahatan siber (Crime-as-a-Service/CaaS) serta penipuan finansial global. Penegak hukum berhasil mengidentifikasi 263 terduga pelaku dan menangkap 58 tersangka di berbagai kawasan.
Penggerebekan di Argentina melumpuhkan penyedia domain internet dan sarana pencucian uang geng Afrika Barat dengan 17 penangkapan. Sementara itu, kepolisian Afrika Selatan menindak tujuh lokasi sarang penipuan romance scam yang mengincar pensiunan berbahasa Inggris, disusul pembongkaran skema investasi bodong di Rumania serta pelacakan aliran uang di Italia.
"Operation Jackal IV berfokus memutus urat nadi kelompok kriminal yang meraup keuntungan finansial raksasa melalui jaringan digital global," kata Tomonobu Kaya, Direktur Interpol.
Selain penipuan finansial seperti pemalsuan email bisnis dan kripto, pihak berwenang mengidentifikasi ancaman baru berupa pemerasan bermodus sextortion. Para peretas terdeteksi menyasar anak-anak mulai usia 14 tahun dengan ancaman penyebaran konten pribadi untuk memeras korban secara finansial.
Proses penyidikan Operation Jackal IV masih terus berkembang. Interpol menegaskan bahwa seluruh data operasional yang terhimpun bakal dimanfaatkan sebagai dasar memperluas perburuan jaringan kejahatan siber internasional pada masa mendatang.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow