Mafindo Bongkar Penipuan Video AI Bantuan Presiden dan Menteri

Smallest Font
Largest Font

Tim Pemeriksa Fakta Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) membongkar peredaran video rekayasa kecerdasan buatan (AI) di media sosial TikTok yang mencatut nama pejabat negara untuk modus penipuan pendaftaran bantuan sosial pada Sabtu (12/9/2026).

Unggahan fiktif tersebut menyebarkan klaim pendaftaran dana bantuan pencairan tunai dari kementerian dengan menyajikan tiruan visual para pejabat untuk mengimbau masyarakat agar segera mendaftarkan diri. Guna mengarahkan korban pada proses pendaftaran mandiri dan pencurian data pribadi, pengunggah menyertakan nomor kontak WhatsApp pada bagian biodata serta kolom komentar.

Hasil verifikasi teknis menunjukkan indikasi awal berupa ketidakselarasan antara gerakan bibir figur dalam video dengan narasi suara yang diucapkan. Pengujian lanjutan menggunakan platform deteksi AI Hive Moderation mengonfirmasi bahwa tayangan tersebut merupakan produk deepfake dengan tingkat probabilitas rekayasa mencapai 98,9 persen hingga 99,3 persen.

Dalam salah satu rekaan video yang diunggah akun TikTok user7505283339160 pada Selasa (18/8/2026), figur rekayasa Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyampaikan instruksi pendaftaran kepada publik.

"Pengumuman untuk masyarakat, mohon segera daftarkan diri Anda. Sebutkan usia dan asal daerah, di hari ini kami akan daftarkan diri Anda." kata Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti dalam video rekayasa AI tersebut.

Pemeriksaan gambar pembanding via Google Image Search membuktikan visual asli Abdul Mu’ti berasal dari dokumentasi situs muhammadiyah.or.id edisi Desember 2023 saat ia menjabat Sekretaris Umum PP Muhammadiyah untuk membahas kritik implementasi demokrasi. Sementara itu, cuplikan video lain yang mencatut Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara, mantan Menteri PANRB Abdullah Azwar Anas, dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin diambil dari dokumentasi Rapat Kerja Komisi IX DPR RI pada Juni 2023 di situs menpan.go.id.

"Assalamualaikum, besok hari Minggu tanggal 16 Agustus dicatat jangan sampai terlewat. Kami dari kementerian dan lembaga menghimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia, sudah terbuka bantuan presiden bulan Agustus. Segera daftarkan hari ini, pasti cair hari ini. Jangan sampai terlewat." kata narasi fiktif yang digabungkan pada tiruan para pejabat tersebut.

Hasil pelacakan basis data Getcontact terhadap nomor telepon yang dicantumkan pelaku, seperti WA 082312829133 dan 085751908816, mengonfirmasi tidak ada keterkaitan resmi dengan saluran pelayanan Kementerian Pendidikan maupun program bantuan pemerintah.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed