Ipswich Town Siapkan Performa Maksimal Hadapi Union Berlin

Smallest Font
Largest Font

Klub promosi Liga Premier Inggris, Ipswich Town, menargetkan standar permainan tinggi saat menghadapi wakil Bundesliga, 1. FC Union Berlin, dalam pertandingan persahabatan pramusim di Stadion An der Alten Försterei, Sabtu (15/8/2026) malam WIB.

Pertandingan di markas Union Berlin menjadi ajang uji coba pamungkas bagi skuad besutan Gary O'Neil sebelum melakoni laga pembuka Liga Premier Inggris musim 2026/2027 melawan Sunderland di Portman Road pada pekan mendatang.

Ipswich Town bertolak ke Jerman membawa modal positif usai memetik dua kemenangan beruntun di kandang, yakni unggul 1-0 atas Le Havre serta menang telak 3-0 saat menjamu klub Spanyol, Rayo Vallecano.

Sektor bek kiri Ipswich Town, Leif Davis, menegaskan pentingnya menjaga mentalitas bertanding dan memanfaatkan laga tandang ini untuk menetapkan standar permainan tim.

"Bahkan dalam laga persahabatan, Anda ingin tetap kompetitif. Ini seminggu sebelum musim dimulai, di sinilah standar harus ditetapkan sekarang," kata Leif Davis, pemain Ipswich Town.

Selain peningkatan aspek teknis dan taktik, perjalanan ke Jerman dimanfaatkan skuad Ipswich Town untuk mempererat hubungan antarpemain di luar lapangan melalui berbagai aktivitas bersama.

"Kami jelas ingin meraih kemenangan, menutup pramusim dengan baik, dan mendapatkan sensasi memenangkan pertandingan. Jika kami menang di kandang lawan besok dan menampilkan performa bagus, itu akan memberikan dorongan positif saat bermain di tandang menghadapi pendukung lawan," kata Leif Davis, pemain Ipswich Town.

Dinamika positif di ruang ganti dinilai membantu proses adaptasi sejumlah amunisi baru seperti Saša Lukić, Florentino Luís, Emersonn, hingga Abdul Fatawu agar dapat menyatu dengan skema permainan tim.

"Kita harus menciptakan atmosfer sendiri di lapangan. Mungkin besok atmosfernya akan bagus, tetapi kita harus menciptakan atmosfer sendiri di lapangan seperti yang selalu kita usahakan di setiap laga tandang dan merebut atmosfer itu dari mereka," kata Leif Davis, pemain Ipswich Town.

Bagi The Blues, tantangan dari klub kasta tertinggi Jerman bukan hal baru karena mereka sebelumnya sempat berhadapan dengan Fortuna Düsseldorf, Hoffenheim, RB Leipzig, dan Werder Bremen.

"Kami baru berada di sini selama dua hari. Kami datang pada Rabu malam, makan malam bersama seluruh pemain dan itu sangat menyenangkan. Kami berlatih kemarin, sesi yang bagus untuk melemaskan kaki kembali," kata Leif Davis, pemain Ipswich Town.

Uji coba ini juga menjadi kesempatan penting bagi para pemain untuk mematangkan kondisi fisik di bawah cuaca hangat menjelang ketatnya persaingan liga domestik.

"Cuacanya agak hangat seperti di rumah, tetapi bagus untuk mendapat satu pertandingan lagi pada hari Sabtu, mendapatkan menit bermain di kaki, dan mencoba bersiap untuk akhir pekan depan serta pertandingan pertama musim ini," kata Leif Davis, pemain Ipswich Town.

Tinggi standar kompetisi di Jerman diakui memberikan ujian nyata bagi kesiapan fisik dan taktis skuad sebelum melakoni laga resmi.

"Bundesliga juga liga yang bagus, liga yang tangguh dengan tim-tim berkualitas di dalamnya. Itulah mengapa banyak pemain hebat lahir di sana," kata Leif Davis, pemain Ipswich Town.

Kualitas kompetisi Jerman dibuktikan dengan rekam jejak sejumlah nama besar yang pernah merumput di sana sebelum melangkah ke panggung dunia.

"Anda mendapati Harry Kane bermain di Jerman, dulu ada Haaland dan Jude Bellingham yang bermain di sana. Ini adalah liga besar dengan beberapa nama besar di dalamnya," kata Leif Davis, pemain Ipswich Town.

Persiapan matang terus digembleng oleh jajaran pelatih agar seluruh pemain berada dalam kondisi siap tempur menghadapi tekanan laga.

"Ini akan menjadi tantangan berat dan pertandingan yang sulit. Kami bermain melawan tim Bundesliga di Austria sebelumnya, dan mereka adalah lawan yang bagus serta tim yang kuat. Kami akan berlatih hari ini dan bersiap untuk pertandingan itu serta mempersiapkan diri dengan baik," kata Leif Davis, pemain Ipswich Town.

Pengalaman bertanding melawan tim-tim papan atas Eropa pada laga pramusim sebelumnya turut mendongkrak rasa percaya diri skuad.

"Kami memainkan Leipzig di Innsbruck Cup dan Werder Bremen juga. Menyenangkan bisa memenangkannya, tetapi keduanya adalah tim bagus dengan Leipzig yang bermain di Liga Champions. Menguji diri Anda melawan tim-tim seperti itu selalu menjadi tantangan yang bagus," kata Leif Davis, pemain Ipswich Town.

Suasana santai selama perjalanan udara juga diisi dengan kegiatan ringan seperti mengisi teka-teki kata untuk mencairkan suasana.

"Tidak untuk kali ini. Perjalanan kali ini lebih santai. Saya dan Dara O'Shea mengisi teka-teki kata di pesawat, dia membuat kami melakukan teka-teki kata sekarang," kata Leif Davis, pemain Ipswich Town.

Penggunaan buku teka-teki menjadi pilihan para pemain untuk melepas penat sekaligus mengurangi interaksi berlebih dengan telepon seluler.

"Kami memiliki buku teka-teki koran ini, dan kami duduk di sana dalam waktu lama menyelesaikan teka-teki demi teka-teki. Kami membeli banyak dan bisa memainkannya saat perjalanan tandang, jadi kami hanya duduk memainkannya sepanjang penerbangan. Ini lebih baik daripada terus duduk melihat ponsel sepanjang waktu," kata Leif Davis, pemain Ipswich Town.

Keterikatan emosional di luar lapangan diyakini Davis bakal bertransformasi menjadi kesolidan serta komunikasi yang efektif saat bertanding.

"Saya berharap selanjutnya bukan main kartu, konsentrasi saya sangat mudah hilang kalau bermain kartu. Ada kelompok bagus yang bermain Uno juga, Chuba Akpom memainkannya di malam hari dan menjadi sangat kompetitif. Saya duduk di bawah kemarin malam dan Anda bisa mendengar mereka berteriak sepanjang malam," kata Leif Davis, pemain Ipswich Town.

Keharmonisan yang terjalin erat dalam skuad dianggap sebagai fondasi utama untuk mengarungi persaingan ketat Liga Premier.

"Sangat bagus memiliki moral skuad seperti itu dan para pemain menikmati diri mereka sendiri. Itulah hal utama bagi saya, selama mereka akrab di luar lapangan, saat itulah hubungan itu muncul di lapangan. Menjadi dekat di luar lapangan adalah bagian yang sangat penting," kata Leif Davis, pemain Ipswich Town.

Para pemain senior terus berupaya menciptakan lingkungan yang ramah guna mempercepat aklimatisasi para penggawa baru.

"Kemarin hari ulang tahun Saša. Dia pria yang hebat dan saya sempat berbincang sedikit dengannya tentang bagaimana kesannya di Fulham dan bagaimana proses adaptasinya," kata Leif Davis, pemain Ipswich Town.

Penyambutan hangat tersebut terbukti ampuh membuat deretan pilar anyar merasa nyaman dan cepat menyatu dalam tim.

"Selalu menyenangkan untuk membuat orang merasa disambut. Saya ingat ketika pertama kali datang ke sini dan merasa sedikit gugup, tetapi Anda bisa melihat bahwa para pemain telah beradaptasi dengan sangat cepat," kata Leif Davis, pemain Ipswich Town.

Kualitas individu pemain baru langsung terlihat dari kontribusi nyata yang mereka tunjukkan dalam sesi latihan maupun uji coba sebelumnya.

"Tino juga beradaptasi dengan sangat cepat. Dia menjalani pertandingan pertamanya kemarin, memberikan assist, dan Anda bisa melihat kualitasnya. Emersonn, Anda bisa melihat kekuatannya, Abdul, Anda bisa melihat betapa bagusnya dia dalam menguasai bola," kata Leif Davis, pemain Ipswich Town.

Manajer Ipswich Town Gary O'Neil menegaskan bahwa dirinya tetap menurunkan komposisi terbaik demi mengincar kemenangan di Berlin meskipun rotasi pemain masih mungkin terjadi.

"Secara garis besar. Saya tidak tahu siapa yang akan menjadi starter melawan Sunderland nanti. Bahkan hari ini kami bermain untuk menang, jadi saya memilih tim yang saya rasa bisa menang," kata Gary O'Neil, manajer Ipswich Town.

O'Neil menambahkan bahwa persaingan memperebutkan posisi utama masih terbuka lebar hingga menjelang laga pembuka musim.

"Mungkin akan ada beberapa pemain baru yang datang, atau saya melihat ada hal yang perlu diubah. Tapi hari ini saya pilih tim untuk menang, dan minggu depan idenya sama, meski bukan tim yang sama, tetap berusaha menang," kata Gary O'Neil, manajer Ipswich Town.

Dalam rombongan ke Jerman, kiper Christian Walton dan penyerang sayap Jaden Philogene turut serta setelah pulih dari cedera, sementara George Hirst dan Alex Palmer absen karena proses transfer, serta Azor Matusiwa dan Jack Taylor masih dalam pemulihan pascaoperasi.

Di sisi lain, Union Berlin yang mengakhiri musim lalu di peringkat ke-11 Bundesliga mencatatkan hasil bervariasi selama pramusim, termasuk kemenangan 3-2 atas Aris Limassol serta hasil imbang 2-2 melawan Cagliari.

Kepala Komunikasi Bahasa Inggris Union Berlin, Jacob Sweetman, menyebut laga uji coba ini membawa ikatan historis panjang antara kedua klub yang membentang hampir satu abad melalui sosok mantan pemain internasional Jerman sekaligus pelatih pertama Ipswich Town, Edwin Dutton.

"Sepak bola dibawa ke Berlin oleh orang Inggris, termasuk John Dutton yang mendirikan BTuFC Britannia pada 1892, kini dikenal sebagai Berliner SV 92," kata Jacob Sweetman, Kepala Komunikasi Bahasa Inggris Union Berlin.

Sweetman mengungkit kembali momen laga persahabatan Inggris melawan Jerman di Olympiastadion pada 2008 yang menampilkan penghormatan atas sejarah panjang sepak bola kedua negara.

"Bendera itu menyiratkan bahwa meski Inggris menciptakan sepak bola, kini Jerman menguasai permainan yang sebenarnya penting," kata Jacob Sweetman, Kepala Komunikasi Bahasa Inggris Union Berlin.

Perwakilan dari lembaga FotMob melaporkan bahwa pertandingan ini menjadi sarana krusial bagi kedua pelatih untuk menguji kedalaman taktik.

"Union Berlin menghadapi Ipswich Town di Stadion An der Alten Försterei. Laga ini menjadi kesempatan bagi kedua tim untuk menguji formasi baru dan pemain muda sebelum kompetisi resmi dimulai," kata FotMob, lembaga penyedia data olahraga.

Pertandingan ini disiarkan secara langsung melalui layanan streaming TownTV pada pukul 15.30 waktu setempat sebagai persiapan akhir kedua tim sebelum Union Berlin tampil di DFB-Pokal dan Ipswich Town mengawali langkah di Liga Premier Inggris.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed