Iran Tekan Separatis dan Serang Pasukan Amerika di Irak

Smallest Font
Largest Font

Iran melancarkan serangan terhadap kelompok separatis di perbatasan barat dan pasukan Amerika Serikat di Irak, sementara AS bersiap menarik seluruh pasukannya pada akhir September 2026, menurut laporan terbaru pada 31 Agustus 2026.

Kelompok bersenjata separatis yang berbasis di utara Irak mengalami tekanan meningkat dari serangan rudal dan pesawat nirawak Iran, terutama di wilayah Sulaymaniyah dan Erbil. Beberapa posisi strategis kelompok itu telah ditinggalkan dan ruang gerak mereka semakin terbatas.

Iran menilai kelompok separatis sebagai ancaman keamanan yang didukung oleh kekuatan asing. Pernyataan Donald Trump yang mengklaim pengiriman senjata melalui kelompok tersebut memperkuat pandangan Iran tentang dimensi ancaman lintas batas itu.

Selain menekan kelompok separatis, Iran juga menyerang posisi militer Amerika, termasuk pasukan khusus Delta Force di Irak utara. Pesawat tempur Iran berhasil menembus sistem pertahanan pangkalan AS seperti Patriot dan C-RAM sebelum menyerang fasilitas militer tersebut.

Serangan-serangan ini memperberat beban Washington dalam menjaga keamanan pangkalan militer di Irak. Pemerintah AS mengumumkan penarikan penuh pasukan dari Irak paling lambat 30 September 2026, yang dikonfirmasi Perdana Menteri Irak setelah bertemu Trump.

Pemindahan sistem pertahanan Patriot dari pangkalan Erbil menunjukkan proses penarikan sudah berjalan di lapangan dan bukan hanya pernyataan politik.

Dampak dari melemahnya kelompok separatis dan berakhirnya kehadiran militer AS berpotensi mengubah arsitektur keamanan di perbatasan barat Iran. Namun, dinamika politik dan keamanan Irak pasca penarikan pasukan akan menentukan konfigurasi kekuatan baru di kawasan.

Brigadir Jenderal Mohammad Reza Naqdi, penasihat utama IRGC, menyatakan dalam wawancara dengan PBS NewsHour bahwa lima bulan perang dengan AS mengajarkan Iran banyak hal, termasuk kelemahan militer AS yang selama ini diperkirakan kuat.

Naqdi menyebut perang yang berkepanjangan menguntungkan Iran karena menambah pengalaman tempur dan menguras sumber daya AS. Ia juga menyatakan jika persediaan rudal Iran habis, negara itu akan mengalihkan serangan ke target ekonomi AS di seluruh dunia tanpa menggunakan rudal balistik.

Naqdi mengakui Iran belum menang perang, tetapi yakin sedang berada di jalur yang benar dan strategi jangka panjang mereka dapat mempersulit posisi AS di konflik yang semakin kompleks ini.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed