AS Rilis Video Operasi Pasukan Darat di Iran

Smallest Font
Largest Font

Departemen Pertahanan Amerika Serikat merilis rekaman video yang menampilkan operasi penyelamatan dua penerbad jet tempur F-15E Strike Eagle di Isfahan, Iran, pada Minggu (13/9/2026). Langkah tersebut mengonfirmasi pengerahan pasukan darat perdana Negeri Paman Sam di wilayah Iran dalam 46 tahun terakhir.

Insiden penembakan pesawat seharga 30 juta dolar AS tersebut terjadi pada 3 April lalu akibat serangan rudal panggul Iran bernilai 100.000 dolar AS. Saat itu, kedua awak yang menggunakan kode panggilan Alpha dan Bravo tengah menjalankan misi penyerangan terhadap fasilitas drone serta rudal Teheran sebelum akhirnya melontarkan diri.

Komandan Komando Pusat AS (CENTCOM) Laksamana Brad Cooper mengonfirmasi besarnya skala pengerahan personel militer dalam misi penyelamatan dua penerbang tersebut.

"Lebih dari 90 personel militer AS dikerahkan di lapangan, sementara ratusan personel lainnya berada di udara dan ribuan lainnya mendukung operasi tersebut," kata Laksamana Brad Cooper, Komandan CENTCOM.

Proses evakuasi menghadapi perlawanan sengit dari pihak Iran. Pilot Alpha berhasil dievakuasi beberapa jam pascakejadian setelah AS mengerahkan 21 pesawat, meski helikopter penyelamat dan sebuah pesawat A-10 sempat terkena tembakan musuh. Sementara itu, perwira sistem persenjataan Bravo tertahan selama dua hari di Iran dengan kondisi mengalami patah tulang punggung, lengan, dan bahu sebelum tim evakuasi kedua berhasil menyelamatkannya.

Di samping publikasi video, CNN melaporkan adanya dorongan internal Pentagon di bawah Menteri Perang AS Pete Hegseth agar kedua penerbang tampil dalam wawancara program televisi. Pihak militer sempat mengkhawatirkan wawancara tersebut dapat membocorkan rahasia operasi penyelamatan.

Juru bicara senior Pentagon Sean Parnell membantah tuduhan intervensi politik dalam penentuan narasumber program televisi tersebut.

"Parnell menyebut cerita itu sebagai kebohongan dan mengatakan keputusan untuk mengikuti wawancara sepenuhnya berada di tangan masing-masing pilot," ujar Sean Parnell, Juru Bicara Senior Pentagon.

Parnell menambahkan bahwa Pentagon memastikan proses wawancara tidak membocorkan informasi mengenai keamanan operasi, sumber daya, maupun metode yang digunakan dalam misi penyelamatan. Pada akhirnya, pilot bernama samaran Bravo bersedia tampil di media, sedangkan pilot Alpha memilih menolak tawaran tersebut.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed