Irfan Hakim Gelar Drama Musikal 'Ketika Cinta Bercerita' di Jakarta

Smallest Font
Largest Font

Presenter Irfan Hakim menggelar drama musikal bertajuk 'Ketika Cinta Bercerita' di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Jumat (4/9/2026) sebagai panggung bagi musisi binaan deHakims Music.

Pertunjukan ini menggabungkan musik, vokal, tari, orkestra, dan kesenian tradisional dalam satu rangkaian cerita. Acara memperkenalkan karya para talenta dari berbagai genre dan usia yang dinaungi oleh label musik milik Irfan tersebut, deHakims Music, dilansir dari Detikcom.

Irfan Hakim menjelaskan bahwa deHakims Music memberikan kesempatan kepada siapa pun untuk berkarya tanpa batasan genre dan usia. "Oke, jadi deHakims Music itu kan alhamdulillah memberikan kesempatan kepada siapa pun yang mau berkarya, bernyanyi, genre apa pun. Terbukti tadi kan ada dangdut, ada pop, ada bahasa Sunda, ada bahasa Jawa, kemudian Betawi, ada boyband, ada band-nya juga, band-nya juga macam-macam, pop punk, juga pop ini, terus Betawian, pokoknya seru banget," ujar Irfan.

Konsep drama musikal dibuat untuk menyatukan karya dari banyak talenta menjadi pertunjukan utuh dengan lagu-lagu yang dirangkai narasi. "Iya, karena kita mau menyajikan banyak lagu dari banyak talent-talent kita, ya udah kita jahit dengan sebuah cerita. Makanya di sini juga tadi ada Vina sama Satria juga ya, yang Vina Satria juga yang menjahit dari lagu ke lagu," tambah Irfan.

Irfan juga menyebutkan bahwa acara ini sekaligus memberikan wadah bagi kesenian tradisional untuk berkembang lebih luas. "Bahkan tadi juga kan di awal juga ada kesenian tradisional. Kita pun memang mulai dari dulu concern dengan kesenian tradisional dan juga ya udah kita memberikan wadah juga kepada mereka untuk lebih berkembang lagi," katanya.

Salah satu momen penting pertunjukan adalah kembalinya penyanyi dangdut Danang Pradana ke industri musik setelah vakum selama tiga tahun, ditandai dengan peluncuran album penuh berjudul 'Langgeng'.

Irfan menjelaskan kolaborasinya dengan Danang bermula dari pertemuan dan pembicaraan mengenai keinginan Danang untuk kembali berkarya. "Nah, setelah lama berkiprah itu, tiba-tiba saya bertemu dengan Danang. Danang dengan semua ambisi dan mimpinya ngobrol-ngobrol dengan saya, terus saya tuh merasa karena Danang kan sudah 3 tahun vakum di dunia tarik suara. Saya tuh berasa ketemu mutiara yang terpendam," ujar Irfan.

"Yang terpendam mungkin di antara lumpur-lumpur atau apa pun itu di kedalaman laut, saya menemukan mutiara yang ya udah, yang tidak perlu dipoles-poles lagi tinggal dicuci sedikit udah bersinar, ya udah," tambahnya.

Awalnya, Danang hanya berencana merilis single, namun Irfan mengusulkan untuk langsung membuat album. "Semangat dari Danang itu, Danang gini, 'Ayo kita bikin konferensi pers untuk launching album.' Karena tadinya mau single, saya bilang, 'Nggak usah single, Nang.

Kita jadikan album.' Jadi 10 album Danang namanya Langgeng, dengan tadi lagu yang pertama itu ada LDR, itu menjadi salah satu yang dikeluarkan pertama," jelas Irfan.

Peluncuran album tersebut digabungkan dengan penampilan artis-artis lain di bawah deHakims Music sebagai bentuk saling memberikan semangat. "Kita jadikan album, ya udah. Konferensi persnya kita gabungkan saja semua artis-artis deHakims yang ada di sini.

Luar biasa, tepuk tangan dong teman-teman! Jadi supaya menjadikan saling memberikan semangat satu dan yang lain," kata Irfan.

Danang mengaku bersyukur mendapat kesempatan untuk kembali berkarya setelah tiga tahun vakum dan mengapresiasi dukungan Irfan. "Karena Aa' memberikan tempat baru untuk Danang setelah 3 tahun tidak berkarya. Ada fokus yang lain yang memang harus Danang jalankan. Dan apa ya, Aa' ini salah satu orang yang selalu dapat curhatan dari Danang gitu loh," ujar Danang.

Danang menceritakan saat dirinya memberi tahu Irfan bahwa ia sudah siap kembali ke dunia musik. "Tapi Aa' itu waktu kemarin aku bilang, 'A' aku udah siap buat balik lagi.' Terus Aa' bilang gini, 'Kalau kamu nggak mau (sekadar) Aa' kasih single, Aa' maunya album!' gitu.

Dan deHakims siap nampung Danang di sini untuk berkarya, kamu pengen apa Aa' bikinin, dan dibikinkan. Alhamdulillah, terima kasih Aa'," beber Danang.

Album Langgeng berisi 10 lagu berbahasa Jawa yang dikemas dengan aransemen orkestra, hasil kolaborasi deHakims Music dan One Orchestra. "Bismillahirrahmanirrahim. Boleh kasih tepuk tangan dulu dong.

Ini adalah launching album Danang feat One Orchestra by deHakims Music. Dan ini adalah urutan album 'Langgeng', ada 10 lagu yang merupakan lagu remaster, dan ini ada LDR sudah kita rilis," kata Danang.

Beberapa lagu dalam album tersebut antara lain 'LDR', 'Sinar Rengan', 'Masa Lalu', 'Sabar atau Sinau Bareng', 'Rindunya Hatiku', 'Tahu Diri', dan 'Cerito Ayang-ayang'.

Irfan memuji Danang sebagai musisi yang berani berinovasi dengan musik dangdut sehingga genre tersebut dapat menjangkau pendengar lebih luas. "Jadi kalau berhadapan dengan Danang tuh ya, ini unik kan. Seniman tuh semuanya juga unik, tapi dia tuh menggebu-gebu dan sejenius ini ya nggak boleh disia-siakan. Maunya banyak," ujar Irfan.

"Kalau dilihat tuh, kalau flashback, dangdut itu diberikan sentuhan banyak, dikasih racikan itu tuh ya gara-gara si anak nakal ini! Akhirnya sampai sekarang akhirnya berkembang dan bisa diterima lebih banyak lagi kalangannya," tambahnya.

Danang menargetkan agar musik dangdut dapat diterima oleh berbagai generasi, termasuk Gen Z dan Baby Boomers, agar tetap relevan dan lestari. "Iya, memang satu strategi atau target kami adalah membuat dangdut bisa diterima di kalangan Gen Z dan Baby Boomers gitu. Kalau kita bicara dangdut kan hampir ketika kita tidak mengikuti tren itu, mungkin dangdut akan hilang ditelan masa.

Tapi dangdut adalah musik asli Indonesia yang harus kita pertahankan, dan ini bagian daripada cara kami untuk melestarikan dangdut. Kita bikin bersama deHakims Music," kata Danang.

Hingga kini, deHakims Music telah menaungi lebih dari 20 musisi yang dipilih berdasarkan cerita, perjuangan, dan kecocokan hati Irfan setelah bertemu mereka. Salah satu grup yang mendapat perhatian adalah Boil, band yang bertahan selama 11 tahun tanpa rekaman serius. "Belum dihitung sih. 20-an, ya 20.

Lebih sih. Jadi ya senang aja saya, jadi tadi dengan cerita masing-masing ketemu, ngobrol, hati saya klik, 'Yuk, nyanyi yuk! Yuk, gabung yuk!' segala macam gitu.

Boil ini sudah 11 tahun bikin band, nggak bubar-bubar. Tetap segini, konsisten, tapi nggak pernah rekaman," pungkas Irfan.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed