Israel Gempur Lebanon Selatan Serangan Udara Tewaskan 11 Orang
Militer Israel melancarkan serangkaian serangan udara ke wilayah Lebanon bagian selatan pada Senin, 7 September 2026 dini hari. Aksi pemboman yang menghantam permukiman warga di kota Kfar Rumman tersebut mengakibatkan sedikitnya 11 orang tewas, termasuk dua anak-anak dan dua petugas medis.
Laporan dari kantor berita National News Agency (NNA) yang dikutip Reuters menyebutkan pesawat tempur Israel menghantam gedung kediaman warga tak lama setelah tengah malam hingga menewaskan sembilan orang dan melukai lima warga. Dalam insiden terpisah di kota yang sama, serangan pesawat nirawak menghantam kendaraan sipil dan menewaskan dua petugas medis di dalamnya.
Gelombang gempuran pada Senin dilancarkan tanpa adanya peringatan evakuasi awal dari otoritas militer Tel Aviv. Meski demikian, juru bicara militer Israel rilis peringatan evakuasi terpisah untuk area lain di Lebanon selatan sekitar pukul 02.00 waktu setempat.
Eskalasi militer ini melanjuti serangan pada Minggu, 6 September 2026, yang dilaporkan menewaskan sedikitnya tujuh orang di wilayah selatan dan timur Lebanon. Kementerian Kesehatan Lebanon mengonfirmasi empat korban jiwa di antaranya terdata di Nabatieh al-Fawqa dan Arab Salim, dengan puluhan orang lainnya mengalami luka-luka termasuk tiga anak-anak.
Pihak militer Israel mengonfirmasi peluncuran aksi balasan tersebut dipicu oleh pergerakan dua pesawat nirawak peledak milik kelompok Hizbullah yang melintasi 'Garis Kuning' atau area zona keamanan di Lebanon selatan.
"Teroris dari organisasi teroris Hizbullah meluncurkan dua pesawat nirawak ke arah tentara IDF yang sedang beroperasi di Zona Keamanan di Lebanon selatan," demikian pernyataan militer Israel dilansir dari AFP.
Militer Tel Aviv menilai aksi penyerangan kelompok bersenjata tersebut sebagai pelanggaran terhadap stabilitas di perbatasan.
"Ini merupakan pelanggaran nyata yang dilakukan oleh organisasi teroris Hizbullah. Sebagai tanggapan, IDF kini melancarkan serangan di Lebanon selatan," tambah keterangan militer Israel.
Sebelum melancarkan bombardir susulan, pihak armada tempur juga merilis instruksi evakuasi darurat via saluran Telegram berbahasa Arab kepada warga lokal di wilayah Deir al-Zahrani serta Arab Salim.
"Anda berada di dekat fasilitas milik organisasi teroris Hizbullah, yang menjadi sasaran operasi IDF," tulis militer dalam bahasa Arab di Telegram.
Instruksi evakuasi resmi disampaikan oleh juru bicara militer Israel berbahasa Arab, Ella Waweya. Warga di sekitar lokasi sasaran diminta segera mengosongkan area radius 300 meter atau 984 kaki untuk menghindari dampak gempuran terhadap infrastruktur Hizbullah.
Rangkaian bentrokan militer terus meningkat sejak keterlibatan Lebanon dalam konflik Timur Tengah pada Maret lalu. Kendati nota kesepahaman yang diprakarsai Amerika Serikat telah ditandatangani pada 26 Juni untuk mengatur penarikan pasukan secara bertahap dan penurunan intensitas kekerasan, aksi pengeboman di sepanjang zona keamanan 10 kilometer tetap menewaskan lebih dari 4.300 orang di pihak Lebanon.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow