Israel Hancurkan Rumah Warga Palestina Tewas di Tepi Barat

Smallest Font
Largest Font

Militer Israel merobohkan rumah Farouq Ramadan, seorang warga Palestina yang tewas dalam bentrokan di Kota Tell pada 24 Juli 2026, sebagai bagian dari operasi keamanan di Tepi Barat.

Wali Kota Tell, Walid Zaidan, mengatakan sekitar pukul 08.15 pagi pada 10 Agustus 2026, militer Israel meledakkan apartemen tempat tinggal Ramadan bersama keluarganya setelah mengevakuasi penghuni sekitar 30 rumah di desa tersebut.

Peristiwa bentrokan pada akhir Juli menewaskan seorang pemukim Israel, satu tentara, dan empat warga Palestina, termasuk Farouq Ramadan. Militer Israel menyebut rumah tersebut milik "teroris yang melakukan penembakan" dan menegaskan akan terus mengambil tindakan ofensif untuk mencegah terorisme di wilayah Yudea dan Samaria, istilah yang mereka gunakan untuk Tepi Barat.

Radio militer Israel menyebut proses penghancuran rumah dalam jangka waktu dua minggu sebagai "rekor waktu yang belum pernah terjadi sebelumnya," menurut AFP.

Di sisi lain, kekerasan pemukim Israel di Tepi Barat meningkat tajam, dengan peningkatan 63% serangan pemukim pada paruh pertama tahun 2026 dibandingkan tahun sebelumnya, menurut data yang dirilis oleh stasiun penyiaran Israel Kan dan dikutip oleh Islam Times.

Serangan pemukim sering terjadi dengan perlindungan pasukan Israel, menyertai operasi penggerebekan dan penahanan warga Palestina di berbagai wilayah, termasuk kamp pengungsian dan desa di sekitar Nablus, Bethlehem, dan Jenin.

Petugas medis dari Bulan Sabit Merah Palestina melaporkan merawat enam orang yang terluka dalam operasi militer di Burqa, yang juga melibatkan penggeledahan rumah dan penyerangan terhadap penduduk setempat.

Menurut sumber keamanan dan lokal, kelompok pemukim menyerbu desa Awarta, Osrin, dan Surra di selatan Nablus tanpa laporan cedera segera.

Operasi penangkapan massal juga dilakukan di beberapa kota dan desa di Tepi Barat dengan puluhan warga Palestina ditahan, terutama di Jenin dan Bethlehem.

Sementara itu, dinamika geopolitik menunjukkan eskalasi yang terjadi akibat aneksasi dan perampasan lahan oleh pemukim Zionis di wilayah tersebut.

Kompasiana melaporkan bahwa pemerintah Israel mempercepat pembangunan 2.300 unit perumahan baru di Yerusalem Timur dan melegalkan pos-pos pemukiman ilegal di Tepi Barat.

Proyek rekonstruksi "New Gaza" yang digagas oleh Amerika Serikat melalui Board of Peace juga menjadi sorotan sebagai bentuk kapitalisasi ekonomi terhadap krisis kemanusiaan Palestina.

Seruan untuk persatuan politik dan militer umat Islam muncul sebagai respons terhadap aneksasi yang terus berlangsung dan diplomasi yang dianggap semu dalam upaya pembebasan Palestina.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed