Jannik Sinner Pertahankan Gelar Wimbledon Usai Atasi Tekanan Fisik

Smallest Font
Largest Font

Petenis nomor satu dunia Jannik Sinner sukses mempertahankan gelar tunggal putra Wimbledon di All England Club pada Minggu, 12 Juli 2026, setelah melalui bangkitan performa usai kekalahan mengejutkan di Prancis Terbuka sebulan lalu.

Dilansir dari BBC, petenis asal Italia tersebut menundukkan Alexander Zverev dalam laga final empat set yang melelahkan selama tiga jam 46 menit dengan skor 6-7 (7-9), 7-6 (7-2), 6-3, 6-4. Kemenangan ini mencatatkan Sinner sebagai pria ke-10 dalam era Open yang berhasil mempertahankan trofi Wimbledon, sekaligus menjadi gelar Grand Slam kelima sepanjang kariernya.

Perjalanan petenis berusia 24 tahun itu di turnamen ini sempat diwarnai keraguan terkait ketahanan fisiknya setelah sempat hampir tersingkir di babak pertama oleh Miomir Kecmanovic dalam laga lima set. Sinner datang ke London tanpa kompetisi sejak kolaps di babak kedua Prancis Terbuka saat kalah dari Juan Manuel Cerundolo, padahal ia sempat unggul dua set dan 5-1.

Kendati demikian, Sinner mampu membalikkan situasi sulit tersebut menjadi motivasi besar untuk mencapai performa puncak di lapangan rumput SW19.

"Yang satu ini sangat berarti karena ini merupakan momen yang sulit setelah Paris, lagi," kata Jannik Sinner, juara bertahan Wimbledon.

Sinner menjelaskan bahwa tahun lalu juga terasa berat baginya saat mempersiapkan diri untuk turnamen ini.

"Namun datang ke sini, saya mencoba menempatkan diri dalam posisi terbaik agar bisa sekompetitif mungkin," tutur Jannik Sinner.

Tim pelatih Sinner mengakui bahwa pengorbanan besar telah dilakukan melalui hari-hari panjang demi memastikan kesiapan sang petenis.

"Kami menghabiskan banyak hari yang panjang, mengorbankan banyak hal untuk berada di posisi ini," ucap Jannik Sinner.

Dengan kemenangan atas Zverev, Sinner menjadi pemain pertama dalam 48 tahun yang memenangkan Wimbledon setelah dipaksa bermain lima set pada pertandingan pembuka, sebuah catatan yang terakhir kali disamai Rafael Nadal di Prancis Terbuka 2011.

"Ada beberapa tendangan di perut sepanjang jalan. Kekalahan yang sulit. Apa yang membuat kami paling bangga adalah cara dia bangkit kembali," ujar Darren Cahill, pelatih Jannik Sinner.

Cahill menambahkan bahwa kekecewaan tidak pernah membuat anak asuhnya terpuruk dalam waktu yang lama.

"Itu tidak menjatuhkannya lama. Itulah sikapnya dalam tenis dan dalam hidup," kata Darren Cahill.

Pihak tim pelatih juga senantiasa menekankan pentingnya ketahanan fisik untuk membentuk kekuatan yang lebih besar setelah momen buruk.

"We spoke about his resilience, and being able to come back and be bigger, stronger and faster whenever he has a bad moment," ucap Darren Cahill.

Cahill menilai bahwa proses pertumbuhan karakter Sinner justru terjadi karena adanya fase-fase sulit tersebut.

"Jika Anda tidak memiliki momen-momen sulit itu, mungkin Anda tidak akan pernah tumbuh seperti yang telah dia tunjukkan," tutur Darren Cahill.

Sebelum melangkah ke final, Sinner menampilkan performa dominan dengan memenangkan lima pertandingan berturut-turut tanpa kehilangan set, termasuk menumbangkan pemilik 24 gelar major Novak Djokovic di semifinal.

"Seorang juara yang layak, pertahanan gelar yang luar biasa. Seperti yang dilakukan para pemain hebat, mereka menemukan cara untuk menang," kata Tim Henman, mantan petenis nomor satu Inggris di BBC TV.

Henman menilai tingkat permainan Sinner saat menghadapi Djokovic dan Zverev berada di level tertinggi.

"Performa Sinner melawan Djokovic dan Zverev benar-benar kelas dunia," ujar Tim Henman.

Kemenangan ini sekaligus memperpanjang dominasi Sinner atas Zverev dengan memenangkan 10 pertemuan terakhir mereka, di mana Zverev dijadwalkan naik ke peringkat dua dunia menggeser Carlos Alcaraz yang sedang cedera.

"Saya pikir kita telah melihat Novak Djokovic baru untuk 10-15 tahun ke depan," kata Marion Bartoli, mantan juara Wimbledon kepada BBC Radio 5 Live.

Bartoli menyamakan ketenangan Sinner dalam menghadapi tekanan dengan mentalitas yang dimiliki Djokovic.

"Cara dia mampu mengatasi badai saat dia harus melakukannya, menghasilkan pukulan luar biasa saat dia harus melakukannya, itu sangat mengingatkan saya pada Djokovic," ucap Marion Bartoli.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed