Java United FC Tanggapi Aturan Baru Super League 2026 2027
Pelatih anyar Java United FC, Fabio Lefundes, menyambut positif penerapan aturan pertandingan atau Laws of the Games baru di BRI Super League 2026/2027, sebagaimana dilansir dari Bola. Langkah ini diambil untuk memaksimalkan durasi waktu aktif bola berjalan di lapangan.
Perubahan regulasi yang disahkan oleh Dewan Asosiasi Sepakbola Internasional (IFAB) tersebut sebelumnya telah diterapkan pada Piala Dunia 2026. Penyesuaian ini dirancang untuk meminimalkan penguluran waktu agar alur permainan tetap terjaga.
Lefundes menilai penonton menginginkan laga yang mengalir tanpa banyak interupsi. Meski mendukung, juru taktik asal Brasil itu tetap menyoroti tingkat kesiapan para wasit yang akan bertugas memimpin pertandingan.
"Semua aturan yang dibuat untuk meningkatkan kualitas permainan, menurut saya itu bagus, dan saya setuju dengan aturan yang memberikan lebih banyak waktu bola berjalan. Ide dari hal ini adalah meminta hal-hal yang membuat waktu bola berjalan lebih lama, saya setuju," kata Lefundes.
Ia menganggap jeda pertandingan yang terlalu sering dapat mengurangi keindahan permainan bagi para suporter.
"Penonton yang datang ke sini atau yang menonton di rumah, mereka tidak ingin melihat permainan yang terhenti atau terpotong, mereka ingin melihat permainan berjalan," ujar Lefundes.
Kendati demikian, pelatih yang pernah menangani Borneo FC ini mengkhawatirkan beban kerja penilai dan penguji aturan di lapangan.
"Kecemasan saya adalah siapa yang akan mengujinya karena beberapa dari aturan ini dapat membuat wasit makin bingung, karena mereka akan memiliki lebih banyak hal yang harus diperhatikan," ucap Lefundes.
Dari sisi pemain, penggawa baru Java United FC, Riyan Ardiansyah, mengonfirmasi bahwa skuad Laskar Kepodang Emas telah mempraktikkan skema regulasi baru tersebut dalam sesi latihan.
"Ya, untuk Law of the Game yang baru, pelatih sudah memberikan beberapa aturan baru yang harus kami pahami. Kami juga sudah mencoba itu di latihan, seperti peraturan baru lemparan ke dalam harus cepat, tendangan gawang harus cepat," ungkap Riyan.
Penerapan aturan anyar ini mencakup batasan waktu keluar lapangan bagi pemain yang mengalami cedera serta percepatan eksekusi bola mati.
"Dan pemain cedera harus tunggu satu menit sekarang harus keluar dahulu, dan lain sebagainya. Tentu kami harus memahami itu karena kalau kami enggak memahami, itu bisa merugikan tim. Jadi, tentu saja kami siap dengan peraturan-peraturan baru," tambah Riyan.
Secara keseluruhan, terdapat delapan poin perubahan aturan yang disosialisasikan dalam workshop wasit untuk kompetisi BRI Super League dan Championship 2026/2027. Perubahan tersebut meliputi prosedur pergantian pemain, penanganan pemain cedera, lemparan ke dalam, tendangan gawang, hingga penekanan pada regulasi VAR dan perilaku pemain di lapangan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow