Kondisi Jay Idzes Bikin Resah Indonesia dan Sassuolo
Proses pemulihan cedera tumit dan otot paha yang dialami Jay Idzes memicu spekulasi terkait kepastian tampilnya sang bek di FIFA ASEAN Cup 2026. Seperti dilansir dari Bola, pemain berusia 26 tahun tersebut kini sedang berpacu dengan waktu untuk mengembalikan kondisi fisiknya. Meski sudah mulai terlihat berlatih bersama skuad Sassuolo guna menyongsong kompetisi Serie A Italia, pemain berposisi bek tengah ini tercatat melewatkan tujuh pertandingan uji coba pramusim.
Dalam rangkaian pemusatan latihan tersebut, klubnya meraih hasil imbang tanpa gol saat berhadapan dengan Trento, Parma, dan Folgore Caratese, serta meraih kemenangan atas Alta Anaunia dengan skor 21 dan Padova 41. Sassuolo juga menelan dua kekalahan pramusim, masing-masing dengan skor 14 dari Celta Vigo dan 23 saat bertemu Augsburg. Kerja keras tengah dilakukan Idzes agar siap diturunkan saat Sassuolo bertandang ke markas Atalanta pada laga pembuka Serie A, 24 Agustus 2026.
Situasi ini membuat pelatih Sassuolo, Alberto Aquilani, merasa cemas. Kekhawatiran serupa dialami oleh John Herdman selaku juru taktik Timnas Indonesia menjelang bergulirnya FIFA ASEAN Cup 2026 pada 24 September hingga 6 Oktober mendatang.
John Herdman sebelumnya pernah meracik strategi tanpa kehadiran Idzes saat Timnas Indonesia berlaga di FIFA Matchday edisi Juni 2026. Kala bertanding melawan Oman dan Mozambik, pertahanan Indonesia tetap solid tanpa sang pemain kunci. Pada dua pertandingan tersebut, Timnas Indonesia mengamankan kemenangan 30 atas Oman dan menaklukkan Mozambik 10. Herdman menerapkan formasi tiga bek sejajar dengan mengandalkan kedisiplinan Rizki Ridho, Elkan Baggott, dan Justin Hubner.
Mantan pelatih Arema dan Persibo Bojonegoro, Gusnul Yakin, memberikan penilaian atas skema eksperimental tersebut. Pengamat sepak bola nasional asal Malang itu menilai opsi pertahanan yang ada perlu terus disempurnakan. "Eksperimentasi pertama John Herdman tanpa Jay Idzes cukup sukses.
Jika Jay Idzes masih belum bisa bergabung, formasi lalu masih layak dipertahankan. Tapi, sistem pertahanan Timnas Indonesia harus ditingkatkan lagi," kata Gusnul Yakin.
Saran Variasi TakTIk dan Evaluasi Kekalahan
Gusnul Yakin juga menyarankan agar staf pelatih tidak terpaku pada skema tiga bek sentral jika komposisi pemain yang ada kurang mendukung. Ia mendorong adanya fleksibilitas taktik guna menambah variasi strategi skuad Garuda. "John Herdman perlu mencoba pakai empat bek sebagai variasi pertahanan Timnas Indonesia sehingga formasi dan permainan tak monoton dan mudah diantisipasi lawan," jelasnya.
Ia menyoroti kekalahan 03 yang dialami Timnas Indonesia dari Vietnam pada ajang Piala AFF 2026 lalu sebagai bahan evaluasi penting. Menurutnya, terdapat celah dalam pertahanan tim yang perlu segera dibenahi.
"John Herdman harus belajar dari kekalahan itu. Ada lubang dengan memakai tiga bek karena sektor tengah kita kurang solid," ujar mantan pelatih Arema dan Persibo Bojonegoro itu.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow