Jenazah Relawan Ahmad Zaki Ali Dimakamkan di Jakarta Barat
Jenazah pendiri Yayasan Gerak Bareng, Ahmad Zaki Ali, dimakamkan di TPU Sukabumi Selatan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, pada Sabtu (22/8/2026) setelah diterbangkan dari Flores, Nusa Tenggara Timur. Almarhum meninggal dunia pada Jumat (21/8/2026) saat mendistribusikan bantuan untuk korban gempa bumi.
Peristiwa duka tersebut terjadi ketika Zaki mengemudikan kendaraan pengangkut bantuan logistik dari Reo, Kabupaten Manggarai, menuju Lamba Leda Utara, Manggarai Timur. Di tengah perjalanan, korban mendadak merasa kurang sehat dan meminta rekannya membantu melepaskan helm serta jaket sebelum akhirnya kehilangan kesadaran.
"Korban yang mengendarai kendaraan," kata Kapolres Manggarai AKBP Levi Defriansyah.
Pemeriksaan medis di posko kesehatan dan Puskesmas Dampek menyatakan Zaki telah meninggal dunia, yang diduga akibat serangan jantung karena kelelahan. Petugas menduga kondisi fisik korban menurun drastis saat menjalankan tugas kemanusiaan di area terdampak parah bencana tersebut.
"Pada saat kejadian yang bersangkutan dalam rangka pendistribusian logistik dari Reo menuju Lamba Leda," kata Deputi Operasi dan Siaga Basarnas Mayjen TNI (Mar) Edy Prakoso.
Edy menjelaskan lebih lanjut mengenai situasi darurat yang dialami almarhum sewaktu berada di perjalanan pengiriman bantuan logistik korban gempa Flores.
"Di perjalanan beliau merasa kondisinya kurang baik sehingga menyampaikan kepada rekannya menghentikan kendaraan logistik tersebut untuk dibantu karena ingin melepaskan jaket maupun helm," jelas Edy.
Zaki yang sudah berkiprah di dunia filantropi sejak 2004 diketahui sempat menceritakan gangguan kesehatan organ jantungnya kepada pihak keluarga dalam setahun terakhir. Meski demikian, almarhum tetap memutuskan berangkat ke lokasi bencana di Manggarai sejak Sabtu (15/8/2026).
"Kalau misalkan hari ini gempa, mungkin malam sudah tiba di lokasi gempa. Kalau tsunami Aceh hari pagi ini, malam sudah di Aceh," kata kakak Zaki, Reza Milady Fauzan.
Reza mengungkapkan bahwa adiknya sempat membagikan kabar serta kondisi jantungnya yang kerap bermasalah sebelum berangkat menunaikan aksi sosial ke Flores.
"Beliau cerita bahwa kondisi jantungku kayaknya sudah mulai ini nih, lebih sering delay, kadang berhenti sekejap. Dan mulai agak intens di tahun ini. 'Ya doain, Bang'," ujar Reza.
Pihak keluarga menyatakan telah mengikhlaskan kepergian almarhum yang menghembuskan napas terakhirnya saat menjalankan misi kemanusiaan.
"Di satu sisi kami merasa kehilangan, tapi di lain sisi kami merasa bersyukur karena beliau mengakhiri hayat dalam kondisi tugas kemuliaan, lalu kemudian dalam situasi yang terbaik," ucap Reza.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow