Juventus dan Inter Milan Hadapi Duel Derby d Italia di Perth Australia

Smallest Font
Largest Font

Juventus berhadapan dengan Inter Milan dalam laga uji coba pramusim Calcio Italiano bertajuk Derby d'Italia di Stadion Optus, Perth, Australia pada Sabtu, 8 Agustus 2026. Pertandingan ini menjadi panggung pemanasan penting bagi kedua raksasa Italia sebelum memulai kompetisi Serie A musim 2026-2027.

Juventus menatap laga ini dengan tren positif usai menundukkan Chelsea 1-0 di Hong Kong dan memperpanjang rekor tak terkalahkan menjadi lima pertandingan. Di sisi lain, Inter Milan yang berstatus sebagai juara bertahan Serie A memegang catatan 15 pertandingan beruntun tanpa kekalahan setelah sebelumnya bermain imbang 1-1 melawan AC Milan.

Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, menilai calon lawannya sebagai tim yang sangat solid di Serie A. Ia menekankan pentingnya kekompakan tim untuk meredam kekuatan Inter Milan.

"Jelas sekali Inter adalah tim yang sangat kuat seperti halnya Chelsea. Oleh karena itu, kami dituntut untuk tampil solid sebagai satu kesatuan tim di setiap momen pertandingan, sebab Inter akan dengan mudah memanfaatkan celah jika kami tidak tampil kompak," kata Luciano Spalletti, Pelatih Juventus.

Juventus mendatangkan talenta muda Bosnia kelahiran 2007, Kerim Alajbegovic, dengan nilai transfer 30 juta euro ditambah biaya tambahan dan bonus. Pelatih tim nasional Bosnia dan Herzegovina memberikan apresiasi atas kepindahan sang pemain ke Turin.

"Saya ingin mengucapkan selamat kepada Kerim atas langkah penting ini dalam kariernya. Menjadi bagian dari klub seperti Juventus adalah pencapaian besar dan pengakuan yang layak atas komitmen serta dedikasi yang telah ia tunjukkan," ujar Sergej Barbarez, Pelatih Timnas Bosnia dan Herzegovina.

Barbarez menambahkan bahwa potensi besar Alajbegovic membutuhkan kesabaran dan konsistensi agar sang pemain bisa berkembang secara optimal di bawah asuhan Spalletti.

"Dia adalah salah satu talenta muda terbaik dari negara kami. Dia memiliki teknik luar biasa, kepercayaan diri besar saat menguasai bola, dan memiliki mentalitas yang tepat untuk menjadi seorang juara. Hal yang paling membuat saya terkesan adalah keinginannya untuk belajar dan berkembang setiap hari.

Kepindahan ke Juventus juga membawa tanggung jawab besar. Kerim masih sangat muda, jadi hal terpertama adalah bersabar. Konsistensi dalam bekerja akan membantunya berkembang secara bertahap hingga menjadi sosok yang tak tergantikan bagi Spalletti.

Jika dia tetap rendah hati dan fokus, seperti yang ia tahu bagaimana melakukannya, saya yakin dia akan berhasil bahkan di klub top Eropa seperti Juventus," lanjut Sergej Barbarez, Pelatih Timnas Bosnia dan Herzegovina.

Mengenai posisi bermain ideal bagi Alajbegovic, Barbarez optimistis sang pemain mampu beradaptasi dengan fleksibel di lini depan.

"Gelandang serang atau pemain sayap, di mana dia tampil lebih baik? Dia sangat piawai memanfaatkan ruang, dia tidak akan mengalami masalah. Sebagai pelatih Bosnia, saya bangga padanya. Saya tak sabar melihatnya menguji diri di salah satu liga terpenting di dunia," tegas Sergej Barbarez, Pelatih Timnas Bosnia dan Herzegovina.

Di kubu lawan, juru taktik Inter Milan Cristian Chivu menegaskan status timnya sebagai patokan utama di Liga Italia musim depan.

"Kami masih menjadi tim yang harus dikalahkan. Mengenai siapa pesaing terberat, saya belum bisa memikirkannya secara detail. Yang pasti tim-tim langganan akan berusaha menyulitkan sang juara bertahan," kata Cristian Chivu, Pelatih Inter Milan.

Chivu memandang laga persahabatan di Perth ini sebagai sarana evaluasi fisik dan skema taktik skuadnya sebelum laga resmi dimulai.

"Esok adalah laga persahabatan untuk membantu persiapan kami. Kami ingin melihat tingkat kebugaran yang makin baik dan penerapan prinsip bermain, meski kondisi fisik para pemain tentu belum benar-benar segar dan maksimal," tambah Cristian Chivu, Pelatih Inter Milan.

Mengenai perburuan pemain baru pasca hengkangnya Denzel Dumfries, Chivu menyatakan manajemen klub tetap bekerja tenang tanpa batasan waktu ketat.

"Kami tidak menetapkan tenggat waktu. Kita tahu harus bersabar. Sebelumnya kami sudah punya pilihan, tetapi beberapa situasi membuat proses itu tidak terwujud. Kami terus bekerja untuk mencari sosok yang bisa menghadirkan kualitas dan pengalaman lebih," jelas Cristian Chivu, Pelatih Inter Milan.

Ia percaya kepemimpinan manajemen mampu melengkapi susunan pemain yang dibutuhkan untuk memperkuat keutuhan skuad.

"Kami tetap tenang sejak awal karena paham betul kualitas yang dimiliki tim ini. Kami perlu menaikkan level dan mendatangkan pemain yang bisa menyatu dengan grup yang sudah sangat solid. Kami akan melakukan yang terbaik untuk melengkapi kepingan puzzle yang saat ini masih kurang," tutur Cristian Chivu, Pelatih Inter Milan.

Menghadapi padatnya jadwal persaingan, Chivu mengonfirmasi akan terus menerapkan kebijakan rotasi pemain.

"Kami butuh menit bertanding. Hal terbaik yang bisa dilakukan sekarang adalah memberikan kesempatan bermain sebanyak mungkin kepada semua pemain. Saya tidak punya 11 pemain starter yang pasti. Pilihan susunan pemain akan selalu bergantung pada situasi, lawan yang dihadapi, jumlah pertandingan dalam waktu singkat, serta kebugaran pemain," ungkap Cristian Chivu, Pelatih Inter Milan.

Secara keseluruhan, kedua tim telah bertemu sebanyak 269 kali di semua ajang. Juventus memegang rekor 118 kemenangan, sementara Inter Milan mengemas 84 kemenangan dan 67 laga lainnya berakhir imbang. Inter Milan dijadwalkan memulai laga pembuka Serie A 2026-2027 dengan menjamu Monza pada 22 Agustus mendatang.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed