Guglielmo Vicario Kritik Juventus Usai Kalah dari Sassuolo di Serie A

Smallest Font
Largest Font

Kiper Juventus, Guglielmo Vicario, menunjukkan kemarahan usai timnya kalah dramatis 2-3 dari Sassuolo pada laga Serie A di Mapei Stadium, Italia, seperti dilansir dari Bola.

Juventus dua kali bangkit setelah tertinggal lewat gol Sebastiano Esposito dan Kieron Bowie. Edon Zhegrova menyamakan skor dengan dua gol solo.

Namun, Juventus kehilangan keseimbangan di menit akhir saat semua pemain maju mengejar kemenangan, sehingga kebobolan gol kemenangan dari serangan balik Sassuolo oleh Vasilije Adzic.

Vicario sangat frustrasi dengan koordinasi pertahanan yang buruk dalam situasi satu lawan satu tersebut.

"Ada rasa pahit yang luar biasa, karena saya memahami keinginan untuk memenangkan pertandingan. Kami adalah Juventus dan menjadi kewajiban kami untuk memburu kemenangan di setiap pertandingan," ujar Vicario kepada DAZN Italia.

"Namun, kami kehilangan keseimbangan dan kami sudah membicarakan hal ini sepanjang pekan."

Menurut Vicario, Juventus tidak boleh kebobolan dua gol seperti itu karena klub ini memiliki sejarah gemilang dan kualitas untuk mengontrol pertandingan.

"Juventus tidak boleh kebobolan dua gol seperti itu. Ini adalah klub dengan sejarah yang sangat gemilang dan kami tidak bisa membiarkan gol-gol seperti itu terjadi," tegasnya.

"Kami harus lebih tenang dan seimbang karena kami memiliki tim yang penuh kualitas dan kami akan mampu menciptakan peluang."

Kekalahan ini terasa menyakitkan karena Juventus dua kali berhasil menyamakan kedudukan setelah tertinggal. Namun, mereka kembali kehilangan kontrol di akhir pertandingan.

"Menurut saya, keduanya. Kami sudah berhasil membalikkan keadaan untuk menguntungkan kami. Kami harus mampu mengontrol momen-momen seperti ini dengan lebih baik karena kami memiliki kualitas," jelas Vicario.

Kiper yang dipinjam dari Tottenham Hotspur itu mengingatkan pentingnya kewaspadaan saat pertandingan memasuki fase akhir.

"Kami harus menyadari bahwa kami bisa mencetak gol pada detik terakhir, tetapi kami juga bisa kebobolan. Jadi, kami harus sedikit lebih berhati-hati," ujar Vicario.

Kekalahan ini mengikuti situasi dramatis pekan sebelumnya saat Juventus hanya mampu menahan imbang AC Milan lewat gol penyeimbang Federico Gatti.

Vicario berharap pengalaman ini menjadi pelajaran agar Juventus tidak kehilangan keseimbangan dalam momen krusial pertandingan.

Juventus sedang mengalami krisis cedera, termasuk kehilangan kapten Manuel Locatelli yang absen empat hingga enam bulan akibat operasi meniskus.

Namun, Vicario menolak menjadikan absennya Locatelli sebagai alasan atas hasil buruk tersebut.

"Tentu saja, dia adalah pemain yang sangat fundamental bagi kami, tetapi kami tidak bisa bersembunyi di balik alasan-alasan tersebut," kata Vicario.

"Kami sedih kehilangan Manuel, tetapi ini adalah cedera jangka panjang dan kami juga memiliki pemain-pemain berkualitas di dalam skuad. Kami tidak bisa terus-menerus mencari alasan."

Vicario menegaskan Juventus harus mengevaluasi bagaimana menjaga ketenangan dan keseimbangan saat pertandingan berada dalam situasi genting.

Kekalahan 2-3 dari Sassuolo menjadi peringatan keras bagi Juventus bahwa keinginan menang harus diimbangi dengan pengelolaan keseimbangan tim.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed