KAI dan KCIC Tambah Kereta Antisipasi Dampak Abu Vulkanik Anak Krakatau

Smallest Font
Largest Font

PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) menambah kereta api dan memantau operasional kereta untuk mengantisipasi dampak erupsi Gunung Anak Krakatau yang menyebabkan sebaran abu vulkanik di wilayah Jabodetabek dan sekitarnya.

KAI Daop 6 Yogyakarta mengoperasikan kereta api tambahan relasi Yogyakarta-Gambir dengan jadwal keberangkatan pukul 18.20 WIB, yang terdiri atas tujuh kereta eksekutif stainless steel, sebagai alternatif transportasi di tengah gangguan penerbangan akibat abu vulkanik, dilansir Antara, Senin (7/9/2026).

Selain itu, KAI Daop 4 Semarang juga mengoperasikan kereta api tambahan relasi Semarang Tawang–Gambir sejak Minggu (6/9) dengan kapasitas 570 tempat duduk dan penambahan kereta kelas ekonomi pada KA Gumarang, sebagai antisipasi peningkatan kebutuhan perjalanan menuju Jakarta, kata Manager Humas KAI Daop 4 Semarang Luqman Arif.

"KAI Daop 4 Semarang terus memantau perkembangan situasi dan kebutuhan perjalanan masyarakat. Sebagai langkah antisipasi, hari ini kami mengoperasikan kereta api tambahan relasi Semarang Tawang–Gambir untuk memberikan alternatif perjalanan bagi masyarakat yang akan menuju Jakarta," ujar Luqman.

KAI Daop 6 Yogyakarta juga mengimbau penumpang untuk menjaga kesehatan dengan menggunakan masker dan kacamata pelindung serta mematuhi arahan petugas di stasiun dan kereta.

"Pelanggan juga diimbau mematuhi arahan petugas di stasiun maupun di atas kereta. Apabila mengalami keluhan seperti sesak napas atau iritasi, segera hubungi petugas untuk mendapatkan bantuan," kata Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta Feni Novida Saragih.

KCIC memastikan operasional kereta cepat Whoosh koridor Jakarta-Bandung tetap berjalan aman dan normal dengan pemantauan berlapis terhadap sarana dan prasarana, serta mitigasi sebaran abu vulkanik Anak Krakatau, ujar General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa.

"Berdasarkan hasil pemantauan hingga saat ini, seluruh sarana dan prasarana Whoosh berfungsi normal dan tidak ditemukan kendala yang mengganggu perjalanan. Whoosh tetap beroperasi dengan aman dan normal dengan keselamatan penumpang sebagai prioritas utama," ujar Eva.

Eva menjelaskan pemantauan dilakukan melalui Operation Control Center dan pemeriksaan langsung sepanjang jalur sepanjang 142,3 kilometer, termasuk jalur elevated, at grade, dan terowongan dengan perhatian khusus pada jalur terbuka yang berpotensi terdampak abu vulkanik.

Rangkaian kereta Whoosh dilengkapi fitur wiper dengan semprotan air untuk menjaga visibilitas masinis dan sistem otomatis dapat menyesuaikan kecepatan jika jarak pandang berkurang akibat abu vulkanik.

"Penumpang diimbau menggunakan masker dan kacamata, terutama saat berada di area terbuka stasiun, serta menjaga kondisi kesehatan. Penumpang juga diminta mengikuti arahan petugas dan memantau informasi terkini melalui Contact Center serta media sosial resmi Whoosh," tambah Eva.

KCIC juga melakukan asesmen risiko abu vulkanik dengan acuan informasi resmi BMKG sebagai dasar mitigasi tambahan jika intensitas abu meningkat.

KAI dan KCIC akan terus memantau situasi dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan perjalanan di tengah potensi gangguan abu vulkanik Anak Krakatau.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed