Kalender Jawa Hari Ini 15 Agustus 2026 Jatuh pada Weton Sabtu Wage

Smallest Font
Largest Font

Masyarakat Jawa mencatat penanggalan tradisional untuk hari ini, Sabtu (15/8/2026), yang bertepatan dengan weton Sabtu Wage. Penanggalan ini meneruskan siklus mingguan dan pasaran yang terus berputar dalam tradisi masyarakat di Pulau Jawa hingga saat ini.

Berdasarkan perhitungan tradisional, sistem kalender Jawa menggunakan dua siklus utama yang berjalan secara beriringan. Siklus pertama adalah Saptawara yang terdiri dari tujuh hari dalam seminggu, sedangkan siklus kedua adalah Pancawara yang merupakan pekan lima harian atau biasa disebut hari pasaran.

Struktur Pekan Saptawara dan Pancawara

Dalam siklus Saptawara, hari Sabtu dinamakan Tumpak. Sementara itu, siklus Pancawara mencakup lima nama pasaran utama, yakni Kliwon, Legi, Pahing, Pon, dan Wage. Pertemuan antara hari Tumpak (Sabtu) dan pasaran Wage menjadikan hari ini memiliki weton Sabtu Wage.

Kombinasi kedua siklus ini menentukan perhitungan neptu yang kerap digunakan masyarakat dalam menguji perhitungan primbon, acara adat, hingga penentuan hari baik. Setiap hari dan pasaran memiliki nilai angka tersendiri yang jika dijumlahkan akan menghasilkan nilai neptu total.

Penjelasan Siklus Pasaran Jawa dan Jumlah Hari dalam Bulan

Penanggalan Jawa pada dasarnya memadukan penanggalan Islam, Hindu, dan sedikit sistem Julian. Penyesuaian ini menghasilkan nama-nama bulan yang sejajar dengan penanggalan Hijriah, tetapi memiliki sebutan khas dalam bahasa Jawa serta jumlah hari yang telah ditetapkan secara teratur.

Daftar Bulan dan Durasi Hari dalam Kalender Jawa

Sistem penanggalan Jawa menetapkan urutan bulan beserta durasi harinya sebagai berikut:

  • Sura: 30 hari
  • Sapar: 29 hari
  • Mulud/Rabingulawal: 30 hari
  • Bakda Mulud/Rabingulakir: 29 hari
  • Jumadilawal: 30 hari
  • Jumadilakir: 29 hari
  • Rejeb: 30 hari
  • Ruwah/Arwah/Saban: 29 hari
  • Pasa/Puwasa/Siyam/Ramelan: 30 hari
Sejarah Kalender Jawa Gabungan Kalender Hijriah dan Tahun Saka | Jernih TV

Siklus bulan yang terstruktur ini menjaga keselarasan rotasi bulan dengan perhitungan adat Jawa. Pembagian durasi 29 dan 30 hari ini mengadopsi perhitungan sistem komanditer berbasis pergerakan bulan (lunar calendar).

Sejarah Kalender Jawa dan Pembaruan Sultan Agung

Secara historis, keberadaan kalender Jawa tidak lepas dari kebijakan besar yang diambil oleh Raja Mataram Islam, Sultan Agung Hanyokrokusumo. Sebelum masa pemerintahannya, masyarakat Jawa menggunakan sistem kalender Saka yang berbasis peredaran matahari (solar calendar) warisan kebudayaan Hindu.

Pada tahun 1633 Masehi, Sultan Agung secara resmi mengubah sistem penanggalan di wilayah Mataram. Beliau memadukan sistem kalender Saka dengan sistem kalender Hijriah yang berbasis peredaran bulan. Langkah ini diambil untuk menyatukan perayaan-perayaan keagamaan Islam dengan upacara-upacara adat istana.

Rincian Nama Hari Saptawara dan Sebutan Jawa Tradisional
Hari ModernNama SaptawaraSiklus Pasaran (Pancawara)
MingguRaditeKliwon
SeninSomaLegi
SelasaHanggaraPahing
RabuBudhaPon
KamisRespatiWage
JumatSukra
SabtuTumpak

Pertanyaan dari masyarakat seperti "apa itu kalender jawa" atau "bagaimana cara pakai kalender jawa online" mencerminkan bahwa perhatian terhadap akulturasi budaya ini masih tetap tinggi. Integrasi sejarah yang diprakarsai Sultan Agung tersebut menjadikan kalender Jawa sebagai salah satu wujud akulturasi budaya paling bertahan di Nusantara hingga periode Agustus 2026 saat ini.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed