Kanada Tundukkan Qatar 6-0 di Tengah Cedera Parah Ismaël Koné
Tim nasional sepak bola Kanada mengukir sejarah dengan meraih kemenangan perdana mereka di ajang Piala Dunia setelah melibas Qatar dengan skor telak 6-0 di Stadion BC Place, Vancouver, pada Kamis, 18 Juni 2026.
Namun, pesta gol tuan rumah diwarnai insiden tragis saat gelandang andalan Ismaël Koné mengalami cedera patah kaki kiri yang serius pada babak kedua akibat pelanggaran keras dari pemain belakang Qatar, Assim Madibo.
Insiden tersebut bermula ketika Ismaël Koné sedang menggiring bola lalu ditekel dari belakang oleh Assim Madibo pada menit ke-51, yang langsung membuat seisi stadion terdiam sebelum sang pemain dilarikan ke rumah sakit menggunakan tandu dan masker oksigen.
Asisten pelatih Kanada, Paul Stalteri, sempat terekam berteriak histeris kepada wasit Cristián Marcelo Garay Reyes untuk memprotes keras pelanggaran horor tersebut sebelum kartu kuning Assim Madibo ditingkatkan menjadi kartu merah melalui peninjauan VAR.
Pesta kemenangan Kanada sendiri dipimpin oleh penyerang Jonathan David yang mencetak hat-trick, menyusul gol pembuka dari Cyle Larin, sepakan Nathan Saliba, serta gol bunuh diri Mohamed Al Mannai setelah Qatar bermain dengan sembilan orang.
Pelatih kepala Kanada, Jesse Marsch, memberikan pernyataan emosional mengenai kondisi pemain mudanya tersebut serta performa gemilang Jonathan David menjelang pertandingan besar ini.
"Jonathan has scored a heck of a lot of goals, right?" kata Jesse Marsch.
Jesse Marsch menegaskan keyakinannya bahwa sang penyerang akan terus mencetak gol pada laga-laga krusial berikutnya.
"Of course, in the biggest games we want him to score and he will, and he has, and he won't stop. He's not done scoring, people." ujar Jesse Marsch.
Seusai pertandingan, Jesse Marsch juga menyampaikan rasa sedihnya yang mendalam atas hilangnya Ismaël Koné dari skuad akibat cedera parah tersebut.
"Ismaël is such a great kid, he's imperfect but that is why we love him," ucap Jesse Marsch.
Jesse Marsch menambahkan bahwa Ismaël Koné memiliki masa depan yang sangat cerah meskipun harus absen lama.
"He is a huge loss for us. Our hearts are with him, but that kid has a huge future." kata Jesse Marsch.
Jesse Marsch mengungkapkan bagaimana visi besarnya untuk sepak bola Kanada terpancar dari momen emosional di stadion.
"When I came here, the vision was more than just this World Cup," tutur Jesse Marsch.
Jesse Marsch menjelaskan bahwa momentum ini akan mengedukasi dan menciptakan identitas baru bagi sepak bola Kanada di masa depan.
"Obviously, a big carrot was the fact that it was a home World Cup, but it was also to change the sport in the country, to drive interest, to drive expertise ... to educate and to create a pathway for the future and to create an identity for what Canadian soccer could be. And you can say and do all the right things, but you need moments like today. You need moments where everybody remembers what happened. No one will forget this and no Canadian will forget this day." kata Jesse Marsch.
Jesse Marsch juga menggambarkan situasi mengerikan di lapangan saat tulang Ismaël Koné terdengar patah oleh para pemain di sekitar lokasi kejadian.
"It was right in front of us and everyone could hear the bone snap," kata Jesse Marsch.
Jesse Marsch menyebut insiden tersebut sempat mengguncang mental seluruh tim di tengah jalannya pertandingan.
"So your heart goes out to him and everybody's a little shaken by the whole experience because of the nature of the injury and also because Ismael is a big part of the heart of our team. It will be a big loss for us." kata Jesse Marsch.
Sembari mengonfirmasi kepergiannya ke rumah sakit, Jesse Marsch membeberkan kemampuan unik Ismaël Koné yang tampil memukau pada laga pembuka melawan Bosnia dan Herzegovina.
"He can do things that no other player can do," puji Jesse Marsch.
Jesse Marsch menilai sang gelandang sebagai representasi terbaik dari karakter tim Kanada saat ini.
"He embodies a lot of what this team is. He was our best player against Bosnia." kata Jesse Marsch.
Asisten pelatih Paul Stalteri juga tertangkap kamera menyuarakan kepanikan luar biasa sesaat setelah pelanggaran terjadi di pinggir lapangan.
"His (expletive) leg's hanging off. His leg's hanging off. It's a broken (expletive) leg, man." teriak Paul Stalteri.
Bek tengah Kanada, Moïse Bombito, turut menyampaikan rasa kehilangan yang besar atas absennya Ismaël Koné untuk sisa turnamen.
"Ismaël’s injury is a big loss for us to be sure," kata Moïse Bombito.
Moïse Bombito menegaskan bahwa seluruh tim berkomitmen tampil habis-habisan demi membuat rekan mereka bangga.
"He is an unbelievable human being, he will be missed a lot. We just have to make him proud." ujar Moïse Bombito.
Penyerang Cyle Larin yang mencetak gol pembuka laga menegaskan bahwa kemenangan bersejarah ini sepenuhnya dipersembahkan untuk Ismaël Koné.
"We’re just getting started. We did that for Koné," cetus Cyle Larin.
Cyle Larin menambahkan bahwa tim berhasil menunjukkan kekuatan karakter mereka untuk mengatasi kesedihan di lapangan.
"An injury like that hurts all the players, but we showed our character today." kata Cyle Larin.
Berdasarkan data statistik dari Opta, Kanada mencatatkan rekor luar biasa dengan membuat 97 sentuhan di kotak penalti lawan serta menjadi tim pertama di luar Eropa dan Amerika Selatan yang mencetak lima gol atau lebih dalam satu laga Piala Dunia sejak 1966.
Kanada kini berada di ambang kelolosan ke babak 32 besar dan hanya membutuhkan hasil imbang melawan Swiss pada pertandingan pekan depan untuk memastikan status sebagai juara Grup B.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow