Karakter Erupsi Gunung Anak Krakatau Terus Mengalami Perubahan Tipe

Smallest Font
Largest Font

Karakteristik letusan Gunung Anak Krakatau mengalami evolusi yang terus berkembang sejak awal kemunculannya. Sifat eksplosif tipe Surtseyan sempat mendominasi aktivitas awal akibat dorongan uap panas dari kontak magma dengan air laut. Pergeseran tipe letusan kemudian terjadi seiring berjalannya waktu menjadi Strombolian dan Vulcanian.

Karakteristik ini ditandai oleh muntahan lava, lontaran batuan skoria, pelepasan gas, serta abu vulkanik pekat. Ketika tubuh gunung ini runtuh pada akhir 2018, air laut kembali mendekati pusat aktivitas magma. Kondisi tersebut memicu rangkaian letusan freatomagnetik yang melepaskan dentuman keras, gas SO2, dan kolom abu ke udara.

Dikutip dari Detikcom, tim peneliti Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB) ITB yang terdiri dari I Gusti Bagus Eddy Sucipta, Keisha Prilia Qayyima, dan Rudy Lesmana melakukan analisis geokimia terhadap produk erupsi gunung tersebut.

Hasil penelitian menunjukkan mayoritas fragmen gelas vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau mengandung silika (SiO2) sebesar 55,2 persen hingga 61,1 persen. Komposisi ini mengategorikan abu vulkanik tersebut ke dalam kelompok batuan andesitik. Temuan abu bertipe andesitik tersebut memberikan titik terang yang relatif melegakan bagi upaya mitigasi bencana. Karakteristik magma andesitik saat ini sangat berbeda jika dibandingkan dengan letusan dahsyat Gunung Krakatau pada 1883 yang mencapai fase dasit-riolit.

Jenis magma dasit-riolit memiliki tingkat kekentalan jauh lebih tinggi disertai akumulasi gas bertekanan sangat kuat. Analisis laboratorium terhadap abu vulkanik mengindikasikan kantung magma Gunung Anak Krakatau belum berevolusi cukup panjang untuk menyamai skala letusan tahun 1883. Sistem vulkanik gunung ini membutuhkan rentang waktu yang lebih lama untuk mengumpulkan akumulasi energi sebesar pendahulunya. Meski demikian, pengujian laboratorium terhadap produk erupsi dan pemantauan butir abu vulkanik harus dilakukan secara berkelanjutan untuk mendeteksi potensi perubahan di perut bumi.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed