Karhutla di Lahan Gambut Sulit Padam karena Bara Tersembunyi

Smallest Font
Largest Font

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan gambut menghadapi tantangan tersendiri karena bara api dapat bertahan di bawah permukaan meski api permukaan sudah padam, dilansir dari Detik iNET.

Guru Besar Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University, Prof Bambang Hero Saharjo, menjelaskan karakteristik lahan gambut yang mudah kering dan menyimpan bara menjadi penyebab utama kesulitan pemadaman.

"Sulitnya pemadaman karhutla di Kalimantan berkaitan erat dengan karakteristik lahan gambut yang mudah mengering dan menyimpan bara di bawah permukaan," ujar Bambang.

Menurutnya, bara yang tersimpan di lapisan gambut dapat memicu kebakaran berulang, terutama saat musim kering dan gambut dalam kondisi kering. Gambut yang terbentuk dari akumulasi material organik lama menjadi bahan bakar efektif saat mengering.

"Kondisi gambut yang mengering akan menjadi bahan bakar yang sangat efektif untuk terjadinya kebakaran yang berkesinambungan," sebutnya.

Kekeringan, termasuk akibat fenomena El Nino, memperparah kondisi dengan menurunkan kelembapan gambut dan meningkatkan risiko kebakaran. Keterbatasan sumber air, seperti sumur bor dan kanal yang kering, juga menyulitkan upaya pemadaman.

"Sumber air lain seperti sumur bor menjadi tidak berfungsi, begitu juga kanal-kanal yang sudah dibangun, tetapi air yang tersedia sangat terbatas," katanya.

Bambang menekankan pentingnya sistem peringatan dini dan deteksi dini yang optimal. Semakin lambat kebakaran terdeteksi, semakin besar peluang api menyebar dan masuk lebih dalam ke lapisan gambut.

"Pemantauan tinggi muka air agar tetap kurang dari 40 cm, penguatan sistem peringatan dan deteksi dini, serta prioritas pada kegiatan pencegahan harus dilakukan secara konsisten," rincinya.

Menjaga gambut tetap basah dinilai lebih efektif untuk mencegah kebakaran. Bambang merujuk pada PP Nomor 71 Tahun 2014 yang menetapkan batas tinggi muka air gambut 40 cm untuk menjaga kelembapan.

"Pencegahan harus menjadi prioritas utama dengan menjaga gambut tetap basah, memperkuat deteksi dini, dan memastikan seluruh pihak terlibat dalam pengelolaan gambut secara berkelanjutan," pungkasnya.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed