Kaspersky Ungkap 52 Persen Gen Z Jadi Korban Serangan Siber
Riset terbaru Kaspersky menunjukkan sebanyak 52 persen Generasi Z (Gen Z) mengaku pernah menjadi korban serangan siber. Data tersebut dipaparkan dalam konferensi Asia Pacific Cyber Security Weekend yang digelar di Guangzhou, China, pada Senin hingga Rabu, 3-5 Agustus 2026.
Survei global terhadap 7.200 responden pada Maret 2026 mencatat bahwa 57 persen Gen Z lebih banyak menghabiskan waktu secara daring dibandingkan luring. Ponsel pintar menjadi perangkat utama bagi 67 persen responden untuk mengakses internet sehari-hari.
Tingginya aktivitas digital ini memicu rasa percaya diri hingga 59 persen responden merasa nyaman di lingkungan siber. Namun, tingkat kenyamanan tersebut tidak sejalan dengan kemampuan teknis karena hanya 28 persen yang mengklaim memiliki keterampilan digital tingkat lanjut.
Kesenjangan kompetensi membuat Gen Z cenderung mengabaikan perlindungan dasar seperti pembaruan kata sandi dan pemasangan perangkat lunak keamanan pada perangkat bergerak. Padahal, 38 persen dari mereka menempatkan foto serta dokumen pribadi sebagai aset digital paling berharga, disusul kata sandi dan kredensial akses sebesar 30 persen.
Dampak kelalaian keamanan tersebut telah menimbulkan kerugian nyata bagi kelompok usia ini. Bentuk kejahatan siber yang paling banyak dialami Gen Z mencakup peretasan akun media sosial sebanyak 17 persen serta kehilangan akses ke akun gim mencapai 12 persen.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow