Kebakaran Cideng Tewaskan Satu Warga dan Hambat Perjalanan KRL

Smallest Font
Largest Font

Kebakaran hebat melanda permukiman padat penduduk di Jalan Citarum, Cideng, Gambir, Jakarta Pusat, dekat Stasiun Tanah Abang pada Jumat (5/6/2026) pagi, yang mengakibatkan satu orang tewas, lima luka-luka, serta mengganggu jadwal perjalanan KRL Commuter Line.

Insiden yang dilaporkan terjadi pukul 04.48 WIB ini menghanguskan enam rumah warga serta berdampak pada 10 keluarga atau sekitar 40 jiwa. Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Pusat mengerahkan total 22 unit mobil pemadam dengan 88 personel ke lokasi kejadian.

Pihak berwenang segera melakukan penanganan terhadap para korban terdampak. Kepala Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Pusat Syarifudin mengonfirmasi bahwa kobaran api di kawasan padat tersebut kini telah berhasil dikendalikan sepenuhnya oleh petugas di lapangan.

"Sudah padam. Sekarang sudah padam," ujar Syarifudin saat dihubungi Kompas.com, Jumat.

Petugas di lapangan sempat menghadapi kendala dalam proses pemadaman karena akses jalan yang sempit. Kasiops Gulkarmat Jakarta Pusat Triyanto menjelaskan bahwa penyebab kebakaran diduga kuat berasal dari masalah hubungan arus pendek.

"(Penyebab) Korsleting listrik," kata Triyanto dalam keterangan tertulisnya, Jumat (5/6/2026).

Kondisi para korban yang mengalami dampak langsung dari kebakaran tersebut dievakuasi oleh petugas medis ke rumah sakit terdekat. Triyanto merinci status kondisi kesehatan dari seluruh korban yang berhasil dievakuasi dari lokasi kebakaran.

"Lima orang status luka bakar ringan, satu orang status meninggal dunia," ujarnya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat korban meninggal dunia adalah seorang lansia bernama Tjhin Bun Siak yang berusia 80 tahun. Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Marulitua Sijabat memaparkan total dampak korban jiwa akibat kebakaran tersebut.

"Satu orang meninggal dunia akibat kebakaran tersebut," kata Marulitua.

Dampak kebakaran di dekat jalur rel ini memaksa PT Kereta Commuter Indonesia melakukan penyesuaian operasional demi keselamatan. Manager Public Relations KAI Commuter Leza Arlan menyebutkan bahwa kebakaran ini menimbulkan akumulasi keterlambatan jadwal kereta selama 132 menit.

"Usai proses pemadaman sekitar pukul 06.10 WIB LAA dinyalakan kembali untuk layanan perjalanan Commuter Line," kata Leza.

Akibat kebakaran tersebut, pihak operator sempat memberlakukan rekayasa pola operasi pada Commuter Line nomor 5027 rute Cikarang-Kampung Bandan yang dialihkan hanya sampai Stasiun Manggarai. Perjalanan KRL lintas Duri-Tanah Abang baru dapat dinormalisasi sepenuhnya pada pukul 06.18 WIB.

"Perjalanan KRL di lokasi tersebut sudah dapat kembali dilalui dan dalam proses penguraian kepadatan," ujar VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda saat dikonfirmasi Kompas.com lewat pesan singkat, Jumat.

Sejumlah penumpang KRL di beberapa stasiun terpaksa menunggu lebih lama dan mengalami keterlambatan menuju tempat kerja mereka. Salah seorang pengguna KRL, Lenyovia Witandari, menceritakan pengalamannya saat tertahan di Stasiun Tambun ketika hendak menuju tempat kerja di Jakarta Barat.

"Tadi saya datang dari jam 06.07 WIB, sudah ada kereta Kampung Bandan via Manggarai, tapi masih tertahan, belum jalan," kata Leny.

Kondisi penumpukan penumpang dan ketidakpastian jadwal kereta membuat sebagian pengguna Commuter Line memilih untuk mengabarkan situasi darurat ini ke tempat kerja mereka. Leny menambahkan informasi yang ia peroleh dari petugas mengenai titik-titik penahanan kereta.

"Informasi yang diumumkan, saya dengar KRL masih tertahan di Stasiun Bekasi sama Cakung, masinisnya juga tadi jelasin," ujar Leny.

Beberapa pekerja terpaksa menempuh prosedur izin keterlambatan karena posisi kereta yang tidak bergerak menuju stasiun tujuan. Leny menyatakan kepasrahannya atas keterlambatan yang terjadi akibat insiden yang tidak terduga ini.

"Masuk 08.30 WIB, cuma kan di sana pasti macet, makanya jalan pagi. Insya Allah, ga telat, aman. Namanya insiden, kita tidak ada yang tahu," ucap Leny.

Pengguna KRL lainnya yang bernama Nur turut merasakan dampak langsung keterlambatan massal tersebut di lintas Bekasi. Nur yang bekerja di area Jakarta Selatan membagikan situasi penundaan perjalanan yang dihadapinya pagi itu.

"Ini saya baru bisa jalan, KRL masih tertahan juga mau masuk ke Bekasi, sedangkan kantor di Jakarta Selatan, masuk jam 07.00 WIB. Jadi, saya izin dulu ada gangguan KRL, pasti datangnya jadi terlambat," ujar Nur.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed