Kebakaran Desa Adat Sade Lombok Tengah Hanguskan Puluhan Rumah

Smallest Font
Largest Font

Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah mencatat peristiwa kebakaran hebat melanda kawasan Desa Adat Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, pada Sabtu (23/8/2026). Insiden tersebut menghanguskan 75 rumah warga serta 69 toko seni, sebagaimana dilansir dari Detik Travel.

Selain pemukiman dan tempat usaha, kobaran api melahap sejumlah fasilitas adat dan fasilitas umum. Kerusakan mencakup satu unit masjid, empat berugak sekenam, enam berugak sekepat, serta satu lumbung alang-alang. Dampak kebakaran juga merusak satu unit balai desa, fasilitas toilet, gerbang adat, dan satu lumbung lain, ditambah sekitar 20 unit rumah warga di luar kawasan utama desa adat.

Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri menyampaikan rincian awal mengenai kerusakan serta fasilitas publik yang terdampak akibat musibah tersebut.

"Dari kemarin berhitung kondisi dan keadaan wilayah yang terdampak, pertama perlu kami sampaikan ada 75 unit rumah. Lalu kemudian satu masjid, berikut empat berugak yang kakinya enam atau di sini orang mengatakan sekenam," kata Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri, kepada awak media, Senin (24/6/2026).

Berdasarkan kalkulasi sementara yang dilakukan pemerintah daerah bersama jajaran instansi terkait, total nilai kerugian materiil akibat peristiwa ini tergolong sangat besar.

"Kalau ditotal tadi bersama-sama Bapak Kapolres, Danrem, rekan dari Dinas Pariwisata, kepala desa dan semuanya, dalam hitungannya kurang lebih Rp 34 miliar," tegasnya.

Langkah penanganan lanjutan kini tengah disiapkan oleh Pemkab Lombok Tengah, termasuk perencanaan tata ruang baru guna mencegah terjadinya insiden serupa di masa mendatang.

"Rencana ke depan tentu lebih jauh nanti kami akan diskusikan. Seperti apa bangunan diri ke depan, agar terjadi hal yang dimaksud," kata Pathul.

Pathul menekankan bahwa seluruh pemangku kepentingan, tokoh masyarakat, dan pengelola kawasan adat akan dilibatkan secara aktif dalam merumuskan skema pemulihan kawasan wisata budaya tersebut.

"Nanti kita akan disesuaikan lebih jauh ya," imbuhnya.

Hingga saat ini, ratusan personel gabungan dari TNI-Polri, Satpol PP, petugas pemadam kebakaran, dan warga setempat masih bergotong royong membersihkan sisa material bangunan dan mengamankan barang berharga yang tersisa di lokasi kejadian.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed