Kebakaran Feri MV June Aster di Filipina Menewaskan 76 Orang

Smallest Font
Largest Font

Jumlah korban tewas akibat insiden terbakarnya kapal feri MV June Aster di perairan Palawan, Filipina, melonjak hingga mencapai 76 jiwa menyusul penemuan 41 jenazah baru oleh tim penyelamat. Kebakaran kapal penumpang dan kargo ini pertama kali terjadi pada Kamis (10/9/2026).

Juru Bicara Penjaga Pantai, Komodor Noemie Cayabyab, menyatakan bahwa seluruh jenazah tersebut langsung dievakuasi menggunakan kapal menuju pelabuhan di kota wisata Coron, Palawan. Lonjakan angka kematian ini mencakup total 76 korban terkonfirmasi, termasuk lima jasad yang ditemukan sesaat setelah insiden maut terjadi saat kapal terdampar sekitar 7,5 kilometer dari garis pantai.

Mengutip laporan Channel News Asia pada Minggu (13/9/2026), badan penanggulangan bencana setempat telah mengirimkan puluhan peti mati ke pemakaman kota wisata Coron. Pengiriman tersebut menyusul tibanya gelombang pertama 30 jenazah melalui jalur laut pada Sabtu pagi waktu setempat, sementara spesialis forensik bekerja teliti untuk mengidentifikasi korban.

Pemerintah setempat menyiapkan pemakaman sementara sambil menunggu proses identifikasi lebih lanjut.

"Begitu seseorang dapat memverifikasi... bahwa foto atau barang-barang ini memang milik kerabat mereka, mereka akan diminta untuk memberikan sampel DNA," ujar Ablana, Juru Bicara Pejabat Pariwisata.

Pihak berwenang menggali liang lahat sedalam satu meter untuk menampung jenazah para korban sementara waktu hingga proses pengujian DNA selesai. Kerabat korban dihadirkan untuk mengenali barang-barang pribadi milik anggota keluarga mereka.

Peristiwa tragis tersebut berlangsung sangat cepat di mana api melalap kapal yang diawali dentuman ledakan keras, kepulan asap pekat, dan kobaran api. Penyelidikan awal mengindikasikan bahwa api bermula dari ruang kargo sebelum menyebar dan melalap seluruh bagian kapal.

"Semuanya terjadi dalam hitungan detik," ungkapnya, salah satu korban selamat.

Para penumpang yang berhasil meloloskan diri bahkan tidak sempat mengenakan jaket pelampung saat kebakaran terjadi. Operasi penyelamatan sebelumnya berhasil mengevakuasi 30 penumpang—termasuk dua warga negara Chili—serta 13 orang awak kapal dalam keadaan selamat, sementara belasan orang lainnya masih dinyatakan hilang.

Dermaga tempat evakuasi jenazah diwarnai suasana haru dari pihak keluarga yang menantikan kepastian nasib sanak saudara mereka.

"Dia berkata kepada saya, 'Bu, saya ingin pulang karena saya merindukan saudara-saudara saya karena kesepian,'" kenang Mayo, seorang ibu dari penumpang kapal.

Putri dari Josenit Mayo (40) berada di atas feri tersebut dalam perjalanan pulang ke rumah setelah merantau dari ibu kota Manila untuk berkunjung ke keluarga.

"Istrinya baru saja melahirkan sebulan yang lalu. Dia sangat bahagia karena dikaruniai seorang putri. Saat fajar, aku masih percaya dia selamat.

Tapi dia masih hilang. Aku sudah kehilangan harapan," ucap Cabilan, keluarga korban hilang.

Myra Cabilan terbang langsung ke Coron demi mencari saudara laki-lakinya yang hilang, Rammel Gonzaga (40), yang menaiki feri dari Manila untuk urusan bisnis bersama iparnya. Ribuan warga yang cemas juga membanjiri kolom komentar halaman media sosial resmi wali kota setempat untuk mencari informasi kerabat mereka.

Menanggapi musibah ini, Atienza Interisland Ferries Inc selaku perusahaan pemilik MV June Aster menyatakan siap bekerja sama secara penuh dengan tim investigasi yang tengah mengusut tuntas penyebab kebakaran.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed